Melody Untuk Galaxy

Melody Untuk Galaxy
Bab 24


__ADS_3

Galaxy tiba di kafe dan baru saja ia menginjakkan kakinya di dalam ruangan itu, ia sudah disambut oleh suara merdunya Melody yang baru saja menaiki panggung.


Kedua netra indah Galaxy langsung tertuju pada gadis cantik bergaun hitam berpayet tersebut. Rambutnya yang panjang dan bergelombang dibiarkan terurai dan melambai, mengikuti setiap gerakannya yang begitu lincah.


🎶 Emang lagi syantik ... tik ... tik ....


Hei, Sayangku ...


Hari ini aku syantik


Syantik bagai bidadari


Bidadari di hatimu ...


Hei, Sayangku ...


Perlakuanku lah diriku


Seperti seorang ratu


Kuingin dimanja kamu ... 🎶


Suara gadis itu mendayu-dayu membuat Galaxy terpaku dan tak bisa mengalihkan pandangannya.


Sementara itu di sudut ruangan lainnya.


"Galaxy?"


Aaron tampak heran sekaligus terkejut melihat sosok Galaxy yang kini sedang berdiri di salah satu sudut ruangan sambil tersenyum tipis. Tatapan sahabatnya itu terus tertuju pada Melody yang sedang melenggak-lenggok di atas panggung.


"Benar 'kan kataku, Boss," sela salah seorang karyawan kafe yang tadi menceritakan kedatangan Galaxy kepada Aaron.


"Apakah dia sudah lama berada di sini?" tanya Galaxy lagi.


"Baru saja, Boss."

__ADS_1


"Syukurlah. Ngomong-ngomong dia tidak bilang-bilang mau ke sini. Apa dia ingin memberikan kejutan untukku?" Aaron benar-benar bingung.


Karyawan itu mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban bahwa ia pun tidak tahu apa tujuan Galaxy datang ke tempat itu.


"Ya, sudah. Kamu kembalilah bekerja," titah Aaron kepada lelaki itu.


"Baik, Boss!"


Aaron bergegas menghampiri Galaxy kemudian menyapanya sambil tersenyum lebar.


"Galaxy, sudah lama di sini?" sapa Aaron berbasa-basi.


"Hah?" Galaxy yang sedang asik memperhatikan Melody, tersentak kaget. Ia segera menoleh kemudian tersenyum menatap Aaron.


"Ah, ya! Baru saja," jawab Galaxy sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Aaron.


"Mari, sebaiknya kita duduk di sana."


Setelah menyambut uluran tangan Galaxy, Aaron pun segera mengajak sahabatnya itu menuju meja VIP.


"Terima kasih." Galaxy duduk di salah satu kursi, di mana ia bisa melihat dengan jelas pertunjukan Melody pada malam itu.


"Oh ya, Galaxy. Suatu kehormatan kamu mau berkunjung lagi ke kafe-ku ini." Aaron mulai membuka suara karena Galaxy lagi-lagi terdiam sambil memperhatikan gerakan lincah Melody di atas panggung.


Galaxy tersenyum kemudian mengalihkan perhatiannya kepada sahabatnya itu. "Sebenarnya aku ke sini untuk menanyakan soal kerugian yang kamu alami pada malam itu. Aku menunggu chat darimu, tetapi kamu tidak juga memberikan kabar kepadaku, Aaron."


Aaron tertawa pelan. "Aku pikir kamu ke sini karena ingin menemui seseorang."


Galaxy mengerutkan alisnya sambil tersenyum miring. "Ya, memang. Dan seseorang itu adalah kamu," jawabnya.


"Aku pikir orang lain," goda Aaron.


Lagi-lagi alis Galaxy mengerut. "Siapa?"


"Melody." Aaron terkekeh.

__ADS_1


Jawaban Aaron saat itu berhasil membuat Galaxy tersipu. Wajahnya merah merona dan pemuda itu tampak salah tingkah.


"Kenapa kamu berpikiran seperti itu?"


"Entahlah! Hanya saja kuperhatikan sejak tadi kamu selalu memperhatikannya," celetuk Aaron.


"Ah, kamu bisa saja."


"Oh ya, Galaxy. Soal biaya ganti rugi, tidak usah kamu pikirkan. Lagi pula tidak ada kerusakan yang berarti yang terjadi pada malam itu," lanjut Aaron yang mulai serius dengan pembicaraannya.


"Jangan seperti itu, Aaron. Aku tahu kerugianmu pasti cukup banyak. Aku bahkan lihat banyak barang-barangmu yang rusak akibat perkelahian pada malam itu," sahut Galaxy.


"Sudahlah, tidak usah kamu pikirkan. Sebaiknya malam ini kita bersenang-senang saja," jawab Aaron.


Kembali ke Melody yang masih asik menari mengikuti alunan musik di atas panggung. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, hingga netra gadis itu terhenti pada sebuah meja VIP yang sedang di isi oleh dua lelaki yang sangat ia kenali. Mereka adalah Aaron dan Galaxy.


Ia tersentak kaget. Tiba-tiba jantungnya berdetak secara tidak beraturan. Darahnya seakan mengalir lebih cepat dan membuat tubuhnya panas dingin tak karuan.


Ketika interlude (Instrumen musik yang mengalun tanpa bait lagu) selesai dan kini tiba saatnya Melody memasuki bait lagu/verse yang berikutnya.


Namun, tiba-tiba suaranya tercekat di kerongkongan setelah menyadari keberadaan Galaxy di tempat itu. Ia berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan suaranya, tetapi hasilnya nihil. Suara gadis itu menghilang bagai ditelan bumi.


"Melody! Masuk," titah Om Heri sembari memetik gitarnya.


Lelaki itu melototkan kedua bola matanya saat menatap Melody yang saat itu juga tengah melihat ke arahnya.


"Ehm ... ehm ...." Melody menggelengkan kepala sambil memegang lehernya. Seolah memberitahu kepada Om Heri bahwa ia tidak bisa mengeluarkan suaranya. Namun, sayangnya lelaki itu sama sekali tidak mengerti apa yang di maksudkan oleh Melody.


Kini semua mata tertuju pada gadis itu. Bukan karena suaranya yang merdu melainkan karena kekikukannya di atas panggung.


"Apa yang terjadi pada Melody?" gumam Galaxy.


"Entahlah. Sepertinya ada yang tidak beres," sahut Aaron.


...***...

__ADS_1


__ADS_2