
Melody yang syok setengah mati berlari ke parkiran. Entah apa yang ada di pikiran gadis itu hingga ia memilih kabur dari kafe tersebut. Namun, tanpa ia sadari Galaxy mengikutinya dari belakang dan kini berada begitu dekat dengannya.
"Melody," panggil Galaxy.
Melody pun menoleh dan seketika ia pun menghentikan langkahnya.
"Ke-kenapa kamu mengikutiku?" tanya Melody dengan bibir bergetar. Gadis itu menjauh beberapa langkah ke belakang dan menjaga jarak dari Galaxy yang terus bergerak mendekatinya.
"Aku butuh penjelasan soal bunga-bunga itu," sahut Galaxy sambil menyilangkan tangan ke dada.
"Ehm ... itu ...." Melody bingung harus menjawab apa. Ia terus mundur beberapa langkah ke belakang hingga akhirnya ia terjebak antara jejeran motor yang ada di tempat parkir tersebut dan Galaxy yang kini berjalan mendekat ke arahnya.
"Hush-hush, menjauh lah! Aku mohon," lirih Melody dengan wajah memucat.
"Kenapa kamu begitu ketakutan ketika melihatku. Apa kah aku terlihat begitu menakutkan di matamu, hey, Nona?"
Galaxy tidak menggubris perintah Melody. Ia terus mendekat hingga akhirnya gadis itu benar-benar terperangkap antara Galaxy dan jejeran motor yang mengunci pergerakannya.
"Sialan! Mau apa dia," gumam Melody dalam hati.
"Jangan mendekat, Tu-Tuan! Menjauh lah dariku," titah Melody dengan tubuh gemetar.
"Memangnya Kenapa jika aku mendekatimu? Aku tidak punya virus mematikan yang perlu kamu takuti," ucap Galaxy.
__ADS_1
"Se-sebenarnya bukan begitu, Tu-Tuan ...." Melody menghentikan ucapannya karena jarak Galaxy sudah berada terlalu dekat dengannya.
"Lalu?" bisik Galaxy di samping telinga Melody.
Melody memalingkan wajahnya karena kalau tidak, bibir lelaki itu pasti akan menempel di bibir Melody karena saking dekatnya. Bahkan ia bisa merasakan hembusan napas Galaxy yang menerpa lehernya.
"Kumohon menjauhlah, Tuan!" titah Melody sembari mendorong tubuh Galaxy dengan sekuat tenaganya. Namun, tubuh besar lelaki itu sama sekali tidak bergerak barang satu centi pun.
Galaxy terkekeh pelan kemudian mundur beberapa langkah ke belakang. Ia menatap Melody sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kiri dan kanan.
"Kamu wanita pertama yang berani menolakku dan aku salut akan hal itu. Namun, ada satu hal yang membuat aku penasaran. Sebenarnya apa yang membuatmu begitu enggan dekat denganku?" tanya Galaxy yang kini memasang wajah dingin kepada Melody.
Melody menarik napas panjang kemudian menghembuskannya kembali dengan perlahan.
"Apa Tuan tidak sadar, ha? Tuan itu selalu saja membuat aku ketiban sial. Setiap aku bertemu denganmu, aku selalu sial dan sial!" tegas Melody.
"Kenapa kamu bisa berkesimpulan seperti itu? Aku tidak bisa menerimanya. Bisa saja 'kan itu hanya sebuah kebetulan?"
"Kebetulan?" Melody tersenyum kecut. "Mana mungkin kebetulan, Tuan. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu saja terkena sial. Seperti hari ini, mendadak aku kehilangan suaraku setelah melihatmu."
Galaxy berdecak tak percaya. Ia menggaruk pelipisnya yang tidak gatal sambil menatap gadis itu dengan wajah heran.
"Ya, Tuhan! Sebenarnya apa yang terjadi pada otaknya. Kenapa ia bisa berpikiran seperti itu," gumam Galaxy pelan.
__ADS_1
"Jadi ... menurutmu aku adalah lelaki pembawa sial untukmu, begitu?"
Melody mengangguk cepat. "Ya. Sebab itu menjauh lah dariku, Tuan! Aku mohon," sahut Melody menangkupkan kedua tangannya ke hadapan Galaxy sambil memohon-mohon.
Galaxy menggelengkan kepalanya. "Dasar gadis aneh," kesalnya.
Melody mencoba melarikan diri dari lelaki itu dan baru saja ia melewatinya, Galaxy malah meraih tangan Melody kemudian menariknya dengan cepat hingga ia masuk ke dalam pelukan lelaki itu.
"A-apa yang kamu lakukan, Tuan? Lepaskan aku," pekik Melody.
Galaxy menyeringai licik. "Jika benar aku pembawa sial, maka aku harap kamu akan benar-benar sial hari ini," ucap Galaxy.
Galaxy menarik Melody ke dalam pelukannya kemudian memeluknya dengan erat. Melody mencoba berontak. Dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskan diri dari lelaki itu. Namun, usahanya sia-sia. Kekuatan Galaxy jauh-jauh lebih besar darinya.
"Lepaskan aku!" pekik Melody lagi dengan setengah berteriak.
Galaxy yang sudah terlanjur kesal kepada Melody. Ia ingin memberikan sedikit pelajaran kepada gadis itu. Setelah memeluknya erat, Galaxy melepaskannya. Kemudian memeluknya lagi hingga tiga kali.
Melody benar-benar geram. Setelah Galaxy melepaskannya, Melody pun segera menjauh.
"Kamu benar-benar menyebalkan!" kesal Melody dengan wajah memerah.
Galaxy malah terkekeh pelan. "Semoga setelah ini kamu akan mendapatkan kesialan lebih banyak lagi."
__ADS_1
Galaxy berjalan menjauh dengan santainya. Sementara Melody hanya bisa menggerutu sambil mengibaskan-ngibas badannya yang baru saja dipeluk oleh lelaki itu.
...***...