Melody Untuk Galaxy

Melody Untuk Galaxy
Bab 25


__ADS_3

Melody memilih pergi dari tempat itu dan menuju ke belakang panggung. Dengan langkah tergesa-gesa ia melewati para pemusik yang sedang terbengong-bengong melihat aksinya.


Mereka heran apa yang sebenarnya terjadi pada Melody. Para lelaki itu saling lempar pandang dengan wajah heran seolah saling bertanya 'ada apa sebenarnya'.


Akhirnya Melody tiba di balik panggung, tempat di mana ia biasa beristirahat seraya menunggu giliran untuk tampil. Melody duduk di kursi miliknya dengan wajah cemas. Sementara Maya yang sudah mengetahui hal itu segera mendekat dan duduk di samping Melody.


"Kamu kenapa, Mel? Kamu baik-baik saja 'kan?"


Melody menggelengkan kepala. "Entahlah. Eh!"


Gadis itu menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia terkejut ketika menyadari bahwa suaranya tiba-tiba kembali.


"Suaraku?!"


"Kamu kenapa sih, Mel?" Maya semakin bingung.


"Tadi aku lihat lelaki pembawa sial itu datang lagi! Dia duduk di meja VIP bersama boss Aaron. Aku kaget dan mendadak suaraku hilang. Jangankan untuk bernyanyi, bicara pun sulit. Kan-kan, ternyata energi negatif lelaki itu masih sangat besar," tutur Melody dengan sangat antusias.


"Masa, sih?"


Maya mengintip dari balik panggung. Ia penasaran apakah benar yang dikatakan oleh Melody bahwa Galaxy ada di kafe tersebut. Mata Maya membesar setelah melihat sosok Galaxy dan Aaron yang sedang berjalan sambil berbincang. Ia yakin kedua lelaki itu tengah menuju tempat peristirahatannya.


"Mel-Mel! Kamu benar, sepertinya Tuan Galaxy dan boss Aaron sedang menuju kemari," pekik Maya dengan wajah panik.


"Kamu serius, May?" Melody melototkan matanya.


"Serius!"


Melody bergegas bangkit kemudian menghampiri sebuah meja di mana ia meletakkan tasnya. Ia mengambil benda tersebut dan bersiap menyambut kedatangan Galaxy.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" Maya tampak bingung.

__ADS_1


"Ini! Apa kamu sudah lupa?" Melody memperlihatkan isi tasnya kepada gadis itu.


"Oh, astaga. Aku lupa," sahut Maya.


Tepat di saat itu Aaron dan Galaxy tiba di ruangan tersebut. Tatapan Galaxy langsung tertuju pada Melody yang tampak panik saat dirinya datang mendekat.


"Apa ada yang salah denganku?" tanya Galaxy sembari melirik Aaron.


Aaron memperhatikan penampilan sahabat lamanya itu dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Ia menggeleng pelan karena menurutnya tak ada yang aneh dari penampilan Galaxy saat itu.


"Tidak, memangnya kenapa?" Aaron balik bertanya.


"Tidak apa-apa. Hanya saja tatapan gadis itu tampak aneh," sahut Galaxy.


Galaxy heran karena Melody menatapnya dengan tatapan aneh. Seolah baru saja melihat sosok hantu yang menakutkan.


"Ya, ampun! Mereka semakin mendekat saja," gumam Melody dengan wajah panik.


"Berhenti, jangan mendekat!" titah Melody dengan bibir bergetar.


Kedua lelaki tampan itu sontak menghentikan langkahnya. Mereka saling lempar pandang dengan penuh tanda tanya.


Tiba-tiba saja Melody mendekat kemudian melemparkan bunga tujuh rupa yang sudah ia siapkan di dalam genggamannya ke hadapan Galaxy.


Tentu saja Galaxy kaget mendapatkan sambutan yang seperti itu dari Melody. Ia terheran-heran setelah Melody melemparkan berbagai macam bunga ke tubuhnya. Bahkan bukan hanya Galaxy, Aaron pun tidak kalah terkejutnya melihat aksi Melody yang tidak biasa tersebut.


"Apa yang kamu lakukan, Melody?" pekik Aaron.


"Menjauh lah, jangan ikuti saya. Saya mohon!" ucap Melody sembari berlari meninggalkan Galaxy tempat itu.


Sementara Galaxy dan Aaron semakin terbengong-bengong dibuatnya.

__ADS_1


"Maya, apa yang sebenarnya terjadi pada Melody? Kenapa dia terlihat aneh seperti itu?" tanya Aaron kepada Maya yang masih terpaku di ruangan itu dengan mulut menganga.


Tidak mungkin Maya berkata jujur bahwa Melody baru saja melakukan ritual yang dianjurkan oleh Mak Sum. Bisa-bisa kedua lelaki itu akan menganggapnya pembohong. Dengan terpaksa Maya pun berbohong.


"Saya tidak tahu, Boss."


Tepat di saat itu, Om Heri memanggil Maya untuk menyanyi, menggantikan posisi Melody.


"Maya," panggil Om Heri.


"Baik, Om!" sahut Maya.


Maya sedikit membungkuk kemudian pamit kepada kedua lelaki itu.


"Saya permisi dulu, Boss, Tuan Galaxy," ucap Maya yang kemudian segera menaiki panggung untuk melakukan tugasnya.


"Sepertinya aku harus menyusul Melody. Aku penasaran kenapa ia melempari aku dengan bunga-bunga seperti ini," ucap Galaxy kepada Aaron.


"Baiklah, biar aku temani."


Galaxy dan Aaron pun mulai melangkah dan ingin menyusul Melody yang sudah pergi terlebih dahulu. Namun, baru beberapa langkah ke depan tiba-tiba seorang karyawan memanggil Aaron karena ada salah satu costumer yang ingin bertemu dengannya dan dengan sangat terpaksa, Aaron membatalkan niatnya.


"Maafkan aku, Galaxy. Aku tidak bisa menemanimu," ucap Aaron dengan wajah merasa bersalah.


"Tidak apa-apa. Aku bisa sendiri," sahut Galaxy sembari tersenyum dan menepuk pundak Aaron pelan.


"Terima kasih."


Aaron pun segera menemui customernya sementara Galaxy kembali menyusul Melody.


...***...

__ADS_1


__ADS_2