Membalas Pengkhianatan Suamiku

Membalas Pengkhianatan Suamiku
TAMAT


__ADS_3

37 POV RIMA (TAMAT)


Selepas perceraian di pengadilan waktu itu menjadi pertemuan terakhir antara aku dan Rama. Aku sengaja pergi menjauh dari masa lalu agar bisa melupakan kegagalan dan kepahitan yang aku alami selama ini. Tapi, aku tidak lantas menghapuskan jejak Rama dari anakku Susan. Karena biar bagaimana pun dia tetap seorang ayah bagi anakku itu.


Setelah lama menenangkan diri, aku kembali lagi tapi di tempat yang berbeda. Sudah lama aku resign dari perusahaan Dimas karena aku merasa tidak nyaman bekerja di sana. Bukan bermasalah karena pekerjaannya atau orangnya. Tapi, bagiku itu bukan tempat yang bisa membuat aku nyaman.


Bagiku, tujuan membalas perbuatan mantan suamiku sudah berhasil. Aku sudah menjadi lebih baik dari para pengkhianat itu. Bahkan, mertuaku sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya padaku. Bagiku, itu sudah cukup tanpa harus mengingat masa lalu.


Setelah hampir satu tahun berlalu, rasanya aku dan putriku sudah hidup lebih baik. Selama itu juga aku melanjutkan hobiku memasak dengan menjadikan pekerjaan. Dimas membantu aku membuka restoran. Dan selama itu ntah sudah berapa kali Dimas mendekatiku bahkan mengutarakan keinginan untuk menikahiku, tapi untuk saat ini aku masih betah sendiri dan tidak memikirkan menikah lagi. Namun, semua karyawan restoran selalu mengartikan hubungan kami lain. Hingga mereka memanggilku nyonya Dimas, padahal kami tidak pernah menikah.


Sampai saat ini. Aku masih menjadi seorang janda. Dimas juga menyandang gelar sebagai seorang duda. Banyak yang mendoakan kami berjodoh dan segera menikah, tapi aku tidak tahu kapan bisa terwujud. Tidak bisa aku pungkiri Dimas sudah sangat baik padaku, ia bahkan mau menunggu sampai kapan pun aku siap menerimanya.

__ADS_1


***


Setelah sekian lama tidak bersitatap muka dengan Citra dan Rama, tidak aku sangka hari ini bertemu mereka di restoran ku sendiri. Citra bicara angkuh dan meremehkan aku habis-habisan. Tapi, aku masih mencoba tetap sabar karena tidak mau membuat kegaduhan yan bisa mamuat jelek nama Restoran ku.


"Sini, Mas. Hati-hati jangan sampai digoda perempuan nggak tau diri ini!" seru Citra sembaru merangkul lengan Rama.


Cukup sudah! Kesabaranku mulai menipis. Aku menyiramkan segelas jus jeruk yang belum disentuh Citra hingga membuat ia basah.


"Apa-apan kamu? Dasar perempuan nggak tau malu!" pekik Citra lagi.


Aku menampar wajah Citra hingga wajah wanita itu menoleh. "Siapa yang tidak tahu diri? Setelah menghancurkan hidupku bahkan disaat kamu susah seperti ini pun kamu bisa bicara seenaknya. Pergilah dari sini karena aku tidak mau berurusan dengan kalian!" sentakku sembari menunjuk pintu mengusir mereka.

__ADS_1


Citra melihatku dengan mata memerah. "Siapa kau berani mengusir kami?"


"Citra sudah jangan diperpanjang." Rama mencoba menengahi, bisa kulihat dari sorot matanya masih ada rasa bersalah dan belum bisa melupakan aku.


Membuat Rama tidak bisa melupakan aku adalah tujuanku. Sebab, pria itu akan tersiksa mengingat pengkhianatan yang telah ia lakukan.


"Aku adalah pemilik Restoran ini dan sekarang aku minta kalian pergi jangan pernah kembali ke sini lagi." Aku menunjuk pintu. Citra dan Rama heran seperti terkejut melihat ku. Bahkan, majah Citra menjadi pucat pasi.


"Bohong, ka-kamu pasti mimpi?" Citra bicara terbata. Aku tahu ia malu dilihat banyak orang.


"Kalian mau pergi sendiri atau aku panggikan satpam?" Citra dan Rama tampak semakin terkejur, Rama bahkan mencoba membujuk supaya aku mau bicara padanya, tapi bagiku semu sudah terlambat. Aku tidak mau berurusan dengan mereka lagi. Akhirnya kedua orang itu pergi dari hadapan ku. Aku tidak peduli seperti apa hubungan mereka, sebab aku sudah bahagia dengan kehidupanku sekarang. Tentang Dimas... Biarlah waktu yang menjawab.

__ADS_1


TAMAT


Terimakasih sudah membaca kisah ini. Ikuti ig Violla536 dan fb Violla ya. Di sana ada info aku n u l i s dimana aja. Aku pakai nama Riviolla di t4 l a i n. Makasih


__ADS_2