
Kala hembusan angin kian terasa, dedaunan melambai kala pepohonan itu bergoyang, terdengar merdu suara burung yg bersahutan, menciptakan ketenangan bagi setiap insan yg sedang membutuhkan keheningan. Ku dudukkan tubuhku di atas kursi taman sekolah, ku buka satu persatu halaman buku yg tengah aku baca sesekali ku kerutkan keningku kala ada yg tak ku fahami. Suasana yg tadinya hening mulai berubah kala ku dengar beberapa derap kaki mulai mendekat.
"hey apa kalian tau kalau ada guru fisika baru yg nantinya akan mengajar di kelas kita". Ucap lala si biang gosip
"Yg ku dengar dia masih muda dan juga tampan". Sahut naya
"Wahh kalau yg tampan tampan gitu bisa buat nyegerin mata tuh". Timpal alin
"kalian ini ke sekolah mau belajar atau mau bergosip". Ujarku sambil menggelengkan kepala seraya berdiri meninggalkan mereka
"Hey niss mau kemana?". Tanya lala
"Kalian berisik, aku mau ke kantin aja" jawabku sambil terus melangkah
"Ikutttt" ucap mereka bersamaan seraya mengejarku.
********
Tak takk takk
Bunyi hentakan sepatu yg berjalan di lorong sekolah menuju kelas XII terdengar keras menciptakan keheningan, murid yg awalnya gaduh perlahan mulai tenang, semua mata mengarah ke arah pintu kala seorang pria berkaki panjang berjalan dengan elegan membawa laptop dan buku mulai masuk ke dalam kelas, semua siswi yg melihat menatap kagum ke arahnya. Sedang di luar kelas, setelah makan siang di kantin aku dan ketiga temanku langsung bergegas ke arah kelas
"Ayo cepat sedikit kita udah hampir terlambat". Ucapku
"Semua ini gara gara kamu la". Gerutu naya. Sewaktu di kantin tadi kita masih membantu Lala yg membuat konten gosip untuk channel YouTube nya. Begitu kita masuk kelas tiba tiba ada pria yg menghadang langkah kaki kita, dia adalah guru fisikaku yg baru,
"Keluar!" titahnya dengan memasang wajah dingin, aku dan ketiga temannku sontak terkejut, saat Lala, alin dan naya terkejut karna terpesona akan ketampanannya, lain dengan aku yg merasa tak asing lagi akan pria yg saat ini tengah menatapku tajam
__ADS_1
"Akhhh ini kan pria aneh yg waktu itu aku tabrak, ehhb gak sengaja lebih tepatnya". Gumamku dalam hati
"Ternyata dia guru fisika yg baru" gumamku lagi
"Emmm maafkan kami karna sudah terlambat". Ucapku yg juga mewakili ketiga temanku
"Keluar!! dan temui saya di kantor seusai jam pelajaran". Titahnya lagi
"Baik pak". Jawabk kami bersamaan. Lalu kamipun keluar
"Lala!" Ucap ku,Alin dan Naya mendelik sebal ke arah Lala sambil telak pinggang
"Iya iya aku yg salah, lain kali aku teraktir makan bakso sepuasnya dehh" bujuk Lala sambil manyun
"Nah itu baru benar" ucapku sembari terkekeh yg juga di susul dengan kekehan Alin dan Naya.
********
"Permisi pak" ujarku. Pria itupun mengangkat pandangannya sembari menutup buku yg ada di tangannya.
"Apakah kalian menyadari kesalahan yg telah kalian perbuat?" Tanya antoni yg sedang menatap keempatnya
"Ya pak kami menyadarinya" jawab kami serempak
"Baik kalau begitu saya mau kalian menulis SAYA TIDAK AKAN TERLAMBAT LAGI sebanyak 20000x" perintah antoni
"Apa 20000x ?" Jawab keempatnya dengan terkejut
__ADS_1
"Ya apa kalian merasa kurang?" Tanya antoni dengan wajah dingin
"Tidak tidak pak itu sudah lebih dari cukup". Tukasku cepat tak ingin antoni menambah hukumannya
"Baik besok harus selesai dan kalian serahkan pada saya di jam yg sama seperti saat ini". Ujarnya
"Baik pak" jawab keempatnya sambil menghela nafas kasar. Setelah itu kita keluar dengan memasang wajah lessu
"Isshh wajah tampan tapi galaknya gak ketulungan, ngalah ngalahin galaknya rentenir penagih utang". Gerutu Lala panjang lebar
"Kali ini jika kamu menteraktir kita gak akan aku sisain sepeserpun di tabunganmu" ucapku sambil telak pinggang menatap Lala
"Akhhh sudah sudah semakin di fikirkan semakin membuatku kessal saja, lebih baik kita cepat kerjakan tugas ini biar besok bisa selesai" ucap Alin
********
Aku memilih untuk segera pulang dan mengerjakan hukumanku di rumah, menulis di rumah akan lebih produktif tanpa adanya gangguan
"Guru baru itu sangatlah menyebalkan" gerutuku sambil merenggangkan jari jariku yg terasa pegal. Aku menulis sampai sampai tertidur di meja belajar dan tak menjawab panggilan suara dari david.
Universitas X~
David yg baru selesai mengikuti mata kuliah langsung mengeluarkan ponsel yg berada di sakunya guna menghubungi seseorang, namun setelah panggilannya tersambung tak kunjung mendapatkan jawaban, hingga di cobanya beberapa kali namun tetap sama tak di jawab
"Kemana sihh ini anak kok gak di jawab jawab telfonnya, biasanya kan kalau udah jam segini udah pulang sekolah" gumamnya sambil melihat jam yg melingkar di pergelangan tangannya yg menunjukan angka 17:02 sore
"Apa dia ada tambahan jam sekolah ya, bentar lagi kan dia ada UNAS" gumamnya lagi, dia lalu menuliskan sebuah pesan berharap si penerima mengiyakan ajakannya yg hendak mengajaknya pergi besok di akhir pekan. Setelah di rasanya pesan yg dia tulis cukup diapun langsung menekan tombol send, lalu dia bergegas untuk pulang.
__ADS_1
** TBC **