
Author POV~
Siang harinya seusai pelajaran sekolah
"Kalian udah pada selesai gak tugasnya?" Tanya nissa pada ketiga temannya
"Hikss hikss huwaa aku hanya sanggup menyelesaikan setengahnya saja, bagaimana ini" ucap lala sambil terisak
"Sama aku juga" sahut naya dengan memasang wajah masam, sedang alin tengah sibuk menyelesaikan tugasnya yg tinggal beberapa saja
"Astaga gimana ini" ucap nissa lirih, di tengah obrolan mereka tiba tiba datang seorang siswa menghampiri keempatnya
"Permisi kak, apa kakak yg namanya kak nissa?" Tanyanya pada nissa, sontak nissa menghentikan obrolannya dan beralih menatap siswa yg baru datang itu, begitupun dengan ketiga teman nissa yg juga menatapnya
"Iya, kenapa ya?" Tanya nissa kembali
"Kakak sama temen temennya di tunggu pak antoni di ruangannya" ucapnya
"Oh iya makasih ya". ucap nissa sambil tersenyum. Anak itu menganggukan kepalanya sebelum akhirnya pergi
"OMG bagaimana ini hiks hiks" ucap lala cemas
__ADS_1
"Sudah sudah semua pasti baik baik saja" ucap nissa menyemangati teman temannya, setelah itu mereka beranjak menuju ke ruangan antoni. sesampainya di depan ruangan yg mereka tuju
...TOK TOK TOK...
"Masuk" terdengar sahutan dari dalam, helaan nafas panjang terdengar kala ke empat murid itu masuk. terlihat seorang pria tengah duduk di kursi dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Selamat siang pak" ucap nissa
"Ya, apa kalian sudah menyelesaikan tugasnya?" tanya antoni
"Emm sudah pak" jawab nissa dan alin bersamaan, sedang lala dan naya tak menjawab dan hanya menunduk.
"Baik, letakkan di meja" perintah antoni. merekapun meletakan tugasnya seperti yg di perintahkan
"Emmm apa yg bapak maksud itu nissa?" tannya naya yg memang belum mengerti .
"Ya" jawab antoni singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis yg selalu mengganggu fikirannya. Alin, lala dan naya pun keluar meninggalkan nissa di ruangan itu bersama antoni. Setelah ketigannya keluar suasana di ruangan itu menjadi hening, fikiran fikiran buruk mulai berputar di benak nissa, mulai dengan hukuman hukuman berat yg akan dia dapatkan seperti lari keliling lapangan 100x atau bahkan lebih, atau di suruh membersihkan semua ruangan yg ada di sekolah, atau bisa juga dia akan berbuat yg tidak tidak. Antoni yg melihat gadis di depannya itu tengah melamun hanya bisa tersenyum, dan tiba tiba muncul ide jail untuk mengerjai nissa
Braaakkk
dengan keras antoni menggebrak meja yg ada di depannya, dan sontak hal itu mengagetkan nisa dan membuyarkan lamunannyav
__ADS_1
"Akhh jangan macam macam kamu" kata itu terucap spontan dari mulut nissa, antoni yg mendengar penuturan nissa menggelengkan kepala
"Ckckckck kamu fikir saya mau berbuat apa?" ucap antoni
"Emmm tidak kok pak" sangkal nissa, padahal di lubuk hatinya dia merutuki kebodohannya karna berfikiran buruk terhadap pria yg ada di depannya. Sementara di luar ruangan itu terdapat tiga murid yg tengah mengintip dari celah jendela dan ada yg dari lubang kunci, mereka cekikikan melihat keterkejutan nissa dan bagaimana raut wajah nissa kala tertangkap basah karna berfikiran yg tidak tidak.
Kembali pada antoni dan nissa
"Baik untuk hukuman tambahan kamu yg sudah menabrak saya, saya mau kamu jadi asisten saya" ucap antoni
"Apa? asisten?, tapi pak" nissa tidak melanjutkan ucapannya setelah mendapatkan tatapan tajam dari antoni, dan dia hanya mengangguk tanda mempersetujuinya
"Bagus, kamu jangan khawatir karna saya akan menyesuaikan dengan jam belajarmu" jelas antoni
"Emm baik pak, kalau begitu apa saya boleh pulang?" ucap nissa hati hati
"Silahkan" ucap antoni, nissa yg sudah di izinkan keluar itupun langsung berpamitan lalu berjalan ke arah pintu, namun sebelum tangannya meraih ganggang pintu
"Tunggu" ucapan itu seketika menghentikan langkah nissa, diapun membalikan badannya menatap antoni
"Dimana saya bisa menghubungi kamu?" tanya antoni
__ADS_1
"Em saya akan menuliskan nomor hp saya" ucap nissa lalu dia menulisnya di atas kertas yg sudah di sodorkan. Setelah itu nissa keluar dari ruangan itu
"Dasar guru menyebalkan" gumam nissa setelah keluar dari ruangan itu, nissa menghela nafas panjang karna saat di dalam dia merasa sesak karna aura aura intimidasi yg ada di ruangan itu, apalagi dengan raut wajah dingin antoni yg semakin membuat nyali nisa menciut. Lain dengan nissa, antoni merasa senang karna apa yg dia rencanakan untuk mendekati gadis yg dia cari berhasil.