
Siang ini mentari nampak cerah, awanpun terlihat tiada, hanya ada beberapa burung yg beterbangan yg menghiasi langit biru. Ku dudukan tubuhku di atas kursi taman, sesekali ku lihat jam yg melingkar di pergelangan tanganku demi membunuh rasa bosanku karna terlalu lama menunggu, tadi pada saat jam istirahat si dewi mengirimi pesan kalau ada hal penting yg ingin dia ceritain, karna memang hari ini aku pulang lebih cepat jadi aku mengajaknya bertemu di taman. Terlihat dari kejauhan nampak seorang gadis turun dari mobil Ferrari merah, perlahan gadis itu mendekat ke arahku, aku yg awalnya ingin ngomel karna menunggu terlalu lama seketika mengurungkan niatku itu karna melihat raut wajahnya yg sembab seperti habis menangis. tiba tiba dia duduk dan langsung memelukku, nafasnya terdengar tak beraturan yg di sertai dengan isakan menandakan bahwa dia sedang tidak baik baik saja. ku angkat tanganku untuk membalas pelukannya, perlahan ku usap bahunya guna memberinya ketenangan
"Kamu kenapa dew?" tanyaku pelan, namun yg di tanya hanya diam tak menjawab yg ada isakan yg tadinya pelan malah semakin menjadi. Beberapa menit kemudian dewi mulai tenang, dia mulai melepaskan pelukannya, ku tatap wajah sembab itu dengan lekat, perlahan dia mengatur nafasnya lalu mulai bersuara
"Aku di jodohin sama orang tua aku niss, dan 2 bulan lagi aku bakal nikah" ucapnya dengan lirih
"What! are you serius?". pekikku tak percaya, dan dewi hanya menjawab dengan anggukan
"Kok bisa?" tanyaku lagi masih dengan wajah terkejut
"Semuanya karna urusan bisnis, aku harus gimana nissss, aku gak mau di jodohin, aku gak mau nikah muda". rengeknya sambil menggoyang goyangkan lenganku,
__ADS_1
"Kamu udah ngomong baik² sama orang tua kamu?" tanyaku
"Udah, tapi kamu tau sendiri kan gimana keras kepalanya orang tua aku, mereka emang gak pernah ngertiin aku,". gerutu dewi. Dari kecil dewi memang sudah kekurangan kasih sayang, orang tuanya hanya sibuk dengan dunianya sendiri, ayahnya yg seorang pengusaha dan ibunya yg seorang desainer, mereka lebih mmprioritaskan ambisi mereka masing²,
"Dew, setiap orang tua pasti menginginkan yg terbaik untuk anaknya, begitupun dengan orang tua kamu". ujarku menenangkan
"Tapi kan gak pakek dijodohin jugak, mana aku belum pernah tau lagi sama cowok itu, kalau ternyata dia orangnya pendek, perut buncit, kepala botak, fikiran messum, terus suka nyiksa dan nantik kalau aku udah jadi istrinya aku bakal dapet KDRT dari dia" ungkapnya panjang lebar, aku hanya bisa menahan tawa sambil menggelengkan kepalaku mendengar penuturan sahabatku yg sangat konyol menurutku
"Ishh aku seriuss". ujarnya sambil mengerucutkan bibirnya
"Haha iya² sorry, udah gak usah sedih lagi, aku yakin calon kamu itu gak seburuk yg kamu fikirkan, dan orang tua kamu juga gak akan asal dalam menaruh pilihan". ujarku menyemangati
__ADS_1
"Emm lebih baik kamu ikut aku yuk". ujarku kembali
"Kemana?" tanya dewi
"Udah ikut aja" ucapku lalu berdiri dan menarik tangan dewi untuk berjalan mengikutiku, ku langkahkan kakiku ke arah jalan raya, ku lihat ke arah lampu merah yg terdapat beberapa anak yg sedang mengamen, ada pula yg sedang menjajakan barang dagangannya dan ada pula yg cuma menengadahkan tangannya mengharap belas kasih dari mereka yg bermurah hati. Setelah lampu merah itu berganti ke warna hijau, ku lambaikan tanganku pada beberapa pengamen yg berjarak tak jauh dari tempatku berdiri, merekapun membalas lambaianku dan menghampiriku, di antara beberapa pengamen itu terdapat sesosok pemuda yg menggunakan kostum layaknya coboy tak lupa juga mereka menggunakan masker guna memutus penyebaran Virus Corona, bagi para pembaca juga jangan lupa memakai masker jika hendak beraktivitas di luar rumah, selalu patuhi protocol kesehatan dan sering² lah mencuci tangan, Ok :-) .
"Hay niss" sapa si pemuda coboy. Kira² siapa yah guys pemuda yg memakai kostum coboy itu? anda penasaran? sama saya jugak wkwkwk, makanya di tunggu kelanjutannya yah guyss.
** TBC **
Jangan lupa tinggalin jejak yah guys, tekan like dan kencengin vote nya.
__ADS_1