Mencintai Dalam Kesunyian

Mencintai Dalam Kesunyian
Rasa Sesal


__ADS_3

Waktu terus berjalan, sejak kejadian di acara pertunangan dewi yang gagal nissa sudah tak pernah lagi berhubungan dengan dewi, nomer dan semua sosial media nissa di blokir oleh dewi, bahkan saat nissa mengunjungi rumah nya dewi sudah tidak ada, menurut satpam yang menjaga rumah itu semua penghuni rumah sudah kembali ke luar negri.


Hari hari nissa di lalui dengan perasaan bersalah yang terus saja menggelayuti fikiran nya. Beruntung masih ada david yang selalu menemani dan menghibur nya. Seperti saat ini, david tengah membujuk nissa yang kembali bersedih karna teringat akan sosok dewi. Kedua nya tengah berada di taman yang ada di pusat kota.


"Haduhh kok malah nangis sih nis, udah ya cup cup cup" bujuk david.


"Kenapa sih dav, dewi gak mau dengerin penjelasan aku dulu hiks hiks" keluh nissa.


"Ya mungkin dia lagi butuh waktu buat sendiri, udah jangan sedih lagi, aku janji minggu depan kalau kamu udah selesai ujian kita bakal ke Jepang, kita cari dewi sama sama ok" bujuk david lagi. Mendengar itu nissa langsung menoleh ke arah david yang ada di samping nya, di tatap nya manik mata coklat milik david, mencari apa ada kebohongan dari ucapan nya itu namun nissa tak menemukan nya.


"Beneran?" tanya nissa meyakin kan diri.


"Iya bener" dengan mengulas senyum.


"Janji?" sambil mengacungkan jari kelingking nya.


"Yaelahh kayak bocah aja" dengan terpaksa david mengaitkan jari kelingking nya yang di sambut dengan senyuman yang terukir dari wajah cantik nissa.



Sedang di sebuah apartemen mewah nampak seorang pria tengah duduk termenung sambil terus memandangi foto gadis yang terpampang di layar ponsel nya. Penampilan nya acak acakan, mata nya memerah dengan garis hitam yang berada di bawah mata nya, sudah beberapa hari dia tak bisa tidur dengan baik. tak berbeda jauh dari penampilan nya, kondisi kamar nya pun sudah seperti kapal pecah, banyak barang barang yang hancur karna menjadi pelampiasan amarah nya. Botol botol wine berserakan di mana mana, minuman jahanam itu lah yang menjadi teman di setiap hari hari buruk nya.


Semenjak kedatangan david beberapa hari yang lalu di apartemen nya membuat hari hari antoni kacau.


Flash back on~


Ting Tong !

__ADS_1


Cekleek !


"David, ayo masuk" ajak antoni saat tau siapa yang datang mengunjungi nya.


"Kamu mau minum apa?" tanya nya ramah.


"Gue gak mau basa basi, gue ke sini cuma mau bilang, mulai sekarang loe jauhin nissa, jangan pernah loe temui dia lagi" ucap david dingin.


Degg !


jantung antoni seakan berhenti berdetak, senyuman ramah yang dia tunjukan pada sang adik perlahan memudar, dia diam tak bergeming. Hingga terdengar helaan nafas kasar dari arah sebrang.


"Dia pacar gue" imbuh david.


Hati david seketika mencelos ketika mendengar pernyataan david, hati nya hancur bertalu talu, harapan nya pupus seketika.


Flash back of~


"Akhhhhh!"


Prankkkkkkkkk!!


Antoni melempar gelas yang ada di atas meja ke sembarang arah.


"Ya tuhan, kenapa kau pertemukan aku dengan nya kalau pada akhir nya aku harus menjauhi nya, kenapa? kenapa?!" teriak nya sambil mengusap wajah nya kasar. Dia benar benar merasa frustasi, hati nya kembali membeku. Dia merasa dunia selalu mempermainkan hidup nya, dia sudah lama tak merasakan kehangatan sebuah cinta, hati nya sudah lama dia tutup untuk yang nama nya cinta, cinta di masa lalu nya menorehkan luka pengkhianatan yang membuat nya benci akan yang nama nya cinta. Namun saat bertemu nissa hati nya kembali menghangat, tatapan nya yang teduh mampu meruntuhkan kebencian yang dia bangun.


Sungguh dia tak ingin melepaskan gadis yang sudah membuat hari nya yang monoton menjadi lebih berwarna, namun di lain sisi dia juga tak mau memperkeruh hubungan nya dengan sang adik yang sudah lama dia cari. Sudah cukup dia melihat kakek nya terus menerus bersedih karna rasa sesal yang selalu menghantui hidup nya.

__ADS_1


Tok Tok Tok !


Suara ketukan membuyarkan lamunan antoni.


"Masuk" berucap dengan suara serak.


Cekleekkk


Pintu di buka, muncul lah seorang pria yang umur nya sepantaran dengan nya, dia bernama Jho, sahabat sekaligus asisten pribadi nya. jho menghela nafas nya panjang melihat kondisi bos nya yang memprihatinkan.


"Bagaimana jho? apa kau sudah menemukan di mana wanita itu tinggal?" tanya nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar ponsel nya.


"Sudah bos, dia sekarang tengah berada di osaka jepang bos, menurut informasi yang saya dapat, dia tengah di kontrak untuk menjadi model di salah satu brand pakaian ternama di sana?" jelas jho.


"Dan untuk gadis ku? apa saja yang dia lakukan hari ini" tanya nya lagi.


"Seperti biasa bos, di pagi hari nya nona nisa pergi ke sekolah dan akan pulang di siang hari nya, lalu sore tadi nona terlihat tengah berada di taman kota bersama tuan david" mendengar itu tangan antoni mengepal kuat, hati nya terasa ngilu mendengar gadis yang dia sayang bersama sang adik. kemudian antoni menganggukan kepala nya.


"Baik lah, kau boleh pergi sekarang" tukas antoni yang di angguki jho.


Namun baru saja jho meraih gagang pintu bos nya itu kembali berucap.


"Siapkan keberangkatan kita minggu depan ke osaka" titah antoni.


"Siap bos" sahut jho kemudian berlalu pergi.


"Aku harus secepat nya menemui wanita itu, aku tidak akan membiarkan gadis ku terus menerus bersedih karna merasa bersalah" gumam nya dalam hati.

__ADS_1


*TBC*


__ADS_2