Mencintai Dalam Kesunyian

Mencintai Dalam Kesunyian
Minggu 1


__ADS_3

Hari minggu adalah hari libur nasional yang akan terjadi di setiap pekan. Hari di mana waktu bagi semua orang untuk bermalas malasan dan bangun siang tidak seperti biasa nya.


Sama hal nya dengan yang di lakukan oleh seorang gadis yang kini masih terlelap meringkuk di bawah selimut tebal sambil memeluk boneka teddy bear nya yang berwarna biru kesukaan nya.


Drrtt Drrtt Drrtt


Gadis itu berdecak kesal kala dering ponsel nya membuyarkan mimpi indah nya


Di raih nya ponsel nya yang ada di atas nakas sebelah tempat tidur nya, lalu di jawab nya panggilan itu dengan kondisi mata sedikit terbuka.


"Nissaaaaaaa" pekik suara dari sebrang sana


"Isshh mengganggu saja" lirih nissa. Lalu dia putuskan panggilan itu secara sepihak dan langsung menonaktifkan ponsel nya itu, kemudian melanjutkan mimpi nya yang tadi sempat tertunda.


Sedang di tempat lain nampak seorang gadis tengah mengerucutkan bibir nya kala panggilan suara yang dia lakukan di putuskan secara sepihak. Di hubungi nya lagi nomor teman nya itu, namun sekarang sudah tidak aktif.


"Isshh kok malah gak aktif sih" gerutu dewi.


Di lempar nya ponsel itu ke atas tempat tidur nya, lalu dewi bergegas ke kamar mandi guna membersihkan diri. Hari ini dia berniat mengajak nissa pergi ke mall sekaligus ingin memberitahukan prihal pertunangan nya yang akan segera di selenggarakan.


Terlihat kini dewi tengah berjalan ke arah rumah nissa. Dia tersenyum ramah kala bertemu dengan tetangga nya yang menyapa nya.


Tokkk Tokkk Tokkk


"Iya sebentar" terdengar sahutan dari dalam rumah yang sepertinya itu suara mama nya nissa. Dan benar saja tak beberapa lama pintu di buka dan muncul lah sesosok wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.

__ADS_1


"Ehh nak dewi, ayo masuk" ucap nya sambil tersenyum. Dewi tersenyum sembari mencium punggungg tangan tante hani.


"Nissa nya kemana tante?" tanya dewi kala sudah berada di dalam. Di edarkan nya pandangan dewi mencari sosok yang dia cari.


"Ada di kamar nya dew, kayak nya belum bangun dehh, cobak kamu samperin gih, tante mau lanjut masak lagi" ucap tante lalu beranjak ke dapur setelah mendapat anggukan dari dewi.


Brakkk Brakkk Brakkk


"Woyy bangun woyy" dewi terus saja menggedor pintu kamar nissa dengan keras.


Nissa yang mendengar suara gaduh dari luar kamar nya itupun terbangun. Perlahan dia kerjapkan mata nya.


"Siapa sihh berisik banget" gerutunya sambil beranjak membuka pintu.


"Hehe abis kamu jam segini masih aja molor" ucap dewi sambil memasuki kamar nissa yang masih terlihat berantakan. Sedang nissa sudah memasuki kamar mandi tanpa menggubris dewi yang terus saja mengoceh.


Dewi berjalan ke arah jendela, di buka nya gorden yang menutupi jendela itu sehingga kamar yang tadi nya agak sedikit gelap menjadi terang karna cahaya sang surya yang mulai meninggi.


Di amati nya seisi kamar nissa. Pandangan nya terpusat pada sebuah jaket yang menanggal di punggung kursi belajar nissa.


Di raih nya jaket yang berwarna hitam itu, dia mengerutkan dahi nya kala merasa tak mengenali jaket yang tengah dia pegang. Namun bau parfum dari jaket itu mengingatkan nya akan seseorang.


"Ini kan bau parfum nya mas antoni" gumam dewi dalam hati


"Ahh tapi kan yang pakek parfum kayak gini bukan dia doang" gumamnya lagi. "Itu punya teman aku, kemaren waktu pulang sekolah hujan deres banget" Ucap nissa kala dia baru keluar dari kamar mandi dan melihat dewi yang tengah memandangi jaket yang ada di tangan nya.

__ADS_1


"Terus?" ucap dewi dengan mengangkat sebelah alisnya. Dia belum puas dengan penjelasan nissa yang masih setengah setengah. Pasal nya jaket yang tengah di pegang dewi merupakan jaket pria.


"Karna aku pulang nya bareng dia dan mungkin waktu itu dia gak tega ngeliat aku kedinginan jadi di pinjemin deh" jjelas nissa sambil mengeringkan rambut nya yang basah. Lalu di lempar nya handuk yang tadi nya di buat untuk mengeringkan rambut ke wajah dewi yang tengah manggut manggut setelah mendengar penuturan nissa. Setelah itu dia langsung melenggang pergi meninggalkan dewi yang tengah bersungut sungut.


Nissa melangkah menuruni tangga hendak menuju meja makan yang di ikuti dewi di belakang nya. Namun sebelum dia menyelesaikan pijakan nya di anak tangga yang terakhir netra coklat nya menangkap sesosok pria yang sudah tak asing lagi tengah duduk di ruang makan. Dia terlihat sedang memindahkan satu persatu lauk ke piring yang ada di depan nya.


Namun saat dia hendak memasukan satu sendok makanan ke mulut nya


"Aduuuhh aduuhh" rintih nya saat ada tangan yang menjewer telinga nya dari belakang.


"Sopan banget yahh, main comot aja ! siapa yang suruh loe makan duluan heh?" ucap nissa galak. Sementara dewi yang melihat david di jewer terkikik geli.


"Auuwwhh ya ampun niss sakit tauk, tega bener loe nyambut tamu terhormat mu ini dengan perbuatan tidak menyenangkan" ucap david sok dramatis kala nissa sudah melepaskan tangannya dari telinga david. Sedang nissa dan dewi yang sudah duduk dan tengah memindai lauk ke piring nya hanya menyebikan bibir nya mendengar penuturan david.


"Niss mama pergi keluar dulu yah" ucap tante hani tiba tiba sambil berjalan ke arah meja makan. Nissa yang melihat mama nya berjalan ke arah nya langsung berdiri.


"Mama mau kemana?" tanya nissa sambil melihat mama nya yang sudah berpenampilan rapi.


"Mama mau ke toko kue yang di jl.tidar barat, udah lama mama gak ke sana" jawab tante hani pada nissa. Ya tante hani memiliki beberapa toko kue. Toko itu merupakan usaha peninggalan papa nya nissa. Tante hani menjadi single parent sejak nissa berusia 8tahun. Beliau membesarkan nissa hingga sekarang seorang diri. Hebat bukan?.


"Ohh mama gak sarapan dulu" ucap nissa setelah mencium punggung tangan mama nya


"Mama udah tadi, tuh bareng nak david" ucap tante hani sambil tersenyum ke arah david. David hanya nyengir kuda sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal saat mendapatkan tatapan horor dari nissa.


**TBC**

__ADS_1


__ADS_2