
Malam ini bulan nampak bersinar terang, menyinari malam yg kelam, bertemankan bintang yg nampaknya antusias menyambut angin yg hendak membawa musim hujan yg dalam waktu dekat sepertinya akan membasahi negri ini. Jika di luar bintang nampak bergembira, lain halnya dengan seorang pria yg saat ini tengah berkutat dengan laptopnya bertemankan secangkir kopi yg saat ini tinggal setengah
Drtt drtt drtt
Ponsel yg bergetar langsung menghentikan jari jari yg tengah berkutat di atas kyboard, pria itu sejenak melihat nama yg terpampang di layar ponsel, lalu dia raih ponsel itu dan membuka pesan yg ternyata dari kakeknya
"Besok malam datang lah ke cafe xxx jam 07:00 malam, nanti kau akan bertemu dengan calon istrimu, kakek harap kau tak akan mengecewakan kakek untuk yg ke sekian kalinya."
"Huffffftt" Antoni hanya bisa mendengus kessal sembari mengusap wajahnya kasar,
"Jodohin lagi jodohin lagi" gerutunya, di sandarkannya tubuhnya pada kursi kerjanya sembari memejamkan mata. Hening, hanya dentuman jam yg terdengar dalam ruangan itu, sepintas bayangan kejadian beberapa minggu yg lalu terbayang di fikirannya, kala seorang gadis bermata sipit, hidung mancung, pipi cabii, postur badan yg tak begitu tinggi, jangan lupakan juga senyumannya yg dapat meruntuhkan jiwa tak sengaja menabraknya sewaktu di bandara.
__ADS_1
"Akhhh gadis itu, kenapa selalu mengganggu fikiranku" ucapnya sambil membuka kedua kelopak matanya, lalu di raihnya ponsel yg beberapa menit yg lalu dia letakkan di atas meja, di carinya sebuah foto di galeri ponselnya
"Gadis yg ceroboh" ucapnya kala telah menemukan foto yg dia cari, gadis yg tengah tersenyum ke arah camera itu menciptakan lengkungan di bibir antoni, senyuman yg jarang sekali terukir di wajah pria dingin itu.
********
Keesokan harinya nampak seorang siswi SMA tengah mengayuh sepedanya dengan kecepatan penuh menuju sekolahnya,
Decitan ban sepeda terdengar kala ku tarik rem guna menghentikan laju sepedaku, tak beberapa lama kemudian bell sekolah berbunyi, akupun langsung bergegas ke arah kelas, terlihat dari arah yg berlawanan seorang pemuda juga berjalan ke arah kelasku, dan itu membuatku semakin mempercepat langkahku berharap bisa masuk kelas terlebih dulu dari pada pria itu, namun langkahku yg mungil ini kalah cepat dengan langkah lebar guru menyebalkan itu
Bruuukkkk
__ADS_1
tanpa sengaja aku menabrak punggung pria itu yg saat ini berada di tengah tengah pintu kelas, sejenak dia menghentikan langkahnya kala sadar bahwa aku menabrak punggungnya
"Akhhh" pekikku kala hidungku terasa sakit akibat menabraknya sambil memundurkan diri selangkah di belakangnya
"Hukumanmu saya tambah" ucap pria itu tanpa menghadap kebelakang, lalu dia lanjutkan kembali langkahnya memasuki kelas, sedang aku masih tertegun mendengar ucapan itu, hukuman yg kemaren saja sudah membuatku kalang kabut di pagi hari karna semalam begadang untuk merampungkan hukuman yg amat banyak dan itu membuatku bangun kesiangan dan sekarang dia mau menambahnya lagi
"Dasar guru gak punya akhlak" gerutuku, dengan wajah kesal ku langkahkan kakiku memasuki kelas, sesekali ku hentakan kakiku agak keras agar pria itu tau betapa kesalnya aku saat ini, sebelum ku dudukan tubuhku di atas kursi sekilas ku lihat naya yg berada di bangku paling belakang tengah duduk sambil menaruh kepalanya di atas bangku dengan buku yg dia taruh dengan posisi berdiri di depan kepalanya
"Anak itu pasti begadang dan kelelahan sampai tidur di kelas pagi pagi" gumamku dalam hati, setelah kududukan tubuhku ku alihkan pandanganku ke arah samping kananku, terlihat lala yg duduk dengan wajah lesu dan kantung mata yg agak menghitam menandakan bahwa dia juga begadang semalam. Sedang si alin terlihat terus saja menguap dan sesekali terpejam saking ngantuknya. Aku hanya bisa merengut kesal melihat pria yg sedang menerangkan pelajaran di depan sana.
** TBC **
__ADS_1