
*Masih teringat jelas kala raga ini yang memaksakan rasaa
menaruh harapan tuk bisa membalut luka
menepikan sejenak keraguan yang menguasai jiwa
Namun bukan sembuh yang ku terima, malah luka yang semakin menganga*
"Menurut kamu apa sikapku ini salah dav?" tanya ku pada david sembari menatap langit senja
"Kamu gak salah Niss, malah aku salut sama kamu, setelah apa yang sudah mereka lakuin ke kamu, tapi kamu masih bisa bersikap baik."
"Aku cuman gak mau pertemananku sama dia hancur dav, yah walau pun setelah kejadian itu kita agak sedikit canggung kalau ketemu."
"Tapi aku saranin jangan terlalu larut dalam kegalauan mu itu, aku gak mau kalau nantinya Nissa ku ini jadi kurus cuma karna ketikung temen sendiri hihihi." tutur david sambil tertawa garing.
Plukkkkkkk !!!
"Auww sakit tauk, main sentil aja lu, ntar kalau lecet gimana." rintihh nya sambil mengusap ngusap jidatnya.
"Hahaha suruh siapa ngatain aku gendut."
"Mana ada aku ngomong gitu, tapiiii"
"Tapi apa?!" tanya ku sambil memasang wajah galak.
"Kamu emang gendut kan" jawab nya sambil lari meninggalkanku.
"Awass loe ya, woyy tungguin" ucap ku sambil mengejar nya.
HosssHosssHosss
__ADS_1
"Huft gilak tuh anak cepet banget larinya" sahut ku sambil memberhentikan lariku dengan nafas ngos ngosan.
Ku edarkan pandanganku mencari sosok yang ku cari, dan
"Nahh itu dia, kali ini kamu gak akan bisa lepas dav." sahutku sambil mengarah pada sosok yang sedang bersembunyi di balik pohon besar, dengan mengendap ngendap ku berjalan dan
Kennak kau!"
Braaakkkkkk
"Auwwwwww" seru david
sedangkan aku tertawa terpingkal pingkal saat melihat david yang jatuh ke genangan air yang ada di dekat pohon .
"Kejemm banget lu Niss, temen lagi kesakitan malah di ketawain" gerutunya
"hahaha itu karma buat kamu yang suka ngomong seenaknya. Sini " sahutku sambil mengulurkan tanganku
tiba tiba david menarik tanganku dan
seketika aku jatuh dan berada tepat di atas tubuhnya
DegDegDeg
"ya tuhan kenapa dengan jantung ini," gumamku dalam hati.
cukup lama pandangan kita bertemu, sampai akhirnya aku tersadar dan buru buru beranjak berdiri
"ihhhh dav lihat, jadi kotor kan akunya, isssssh" ucapku sambil mengerucutkan bibir,
"emang kamu aja yang kotor, nih liat aku jugak" jawabnya sambil beranjak berdiri
"tauk ahh, ngesselin banget sih" sambil berlalu
__ADS_1
"Ehh niss mau kemana ?" tanya david
aku terus saja berjalan tanpa menghiraukan david yang terus saja memanggilku
"Niss tungguin dong" sambil meraih tanganku
"Apaan sihh, lepasin gak !" sahutku sambil mendelik sebal
"Hidihh galak banget buk" sahutnya
Namun aku diam tak menjawabnya
"Emmm kamu boleh minta apa aja deh asal kamu maafin aku" sambungnya
"Bener ya?" tanyaku memastikan
"Iya" Jawabnya
sejenak aku terdiam sambil memikirkan hal apa yg pas buat ngerjain sii david, seketika aku mendapatkan ide
"Emm aku mau kamu anterin aku pulang sekarang" sahutku sambil tersenyum licik
"Itu doang? ok gak masalah, ayo" sahutnya sambil tersenyum lebar
namun saat david hendak menaiki motornya
"Eittzz tunggu dulu" sahutku menghentikan david
"Ada apa" tanyanya sambil mengerutkan dahi
"Biar aku yg bawa motornya"
"Kamu jalan kaki aja" sambungku, sontak hal itu membuat david terkejut sambil membuka mulutnya tak percaya. Tanpa kita sadari ternyata ada seseorang yang mengawasi perbincanganku dengan david
__ADS_1
"Awas kamu david, aku gak akan biarin siapapun bisa dapetin nissa, kalau aku gak bisa dapetin dia, maka tidak juga dengan orang lain, sekalipun itu sahabatku sendiri." gumamnya sambil mengepalkan tangannya
**