
"Hay niss". sapa si pemuda coboy
"Hay, cobak liat siapa yg aku bawa". ucapku sambil tersenyum
"Siapa dia kak?" tanya salah satu bocah pengamen, ku lihat dewi yg menatapku meminta penjelasan,
"Oh iya anak anak kenalin ini kak dewi temennya kak nissa" ucapku dengan masih tersenyum, anak anak pengamen itupun mengulurkan tangan guna memperkenalkan diri yg di sambut dengan uluran tangan pula oleh dewi
"Kita lanjutin ngobrolnya di basecamp aja yuk" ajak si pemuda coboy yg mendapat anggukan dari anak anak pengamen dan juga aku, kitapun berjalan ke arah basecamp yg di maksud, melewati jalanan yg kecil yg hanya bisa di lewati kendaraan roda dua.Hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk bisa sampai di basecamp yg kita tuju, sebuah rumah reyot yg berdindingkan anyaman bambu yg sudah berumur, tak sedikit pula dari anyaman itu yg berlubang, keberadaannya yg ada di tengah tengah pemukiman kumuh semakin memperjelas bahwa tempat itu jauh dari kata layak, saat aku masukpun tak ada yg namanya sofa mewah yg empuk yg biasa ada di ruang tamu di setiap rumah rumah elite, jangankan sofa lantainyapun masih berlantaikan tanah, di dalam gubuk itu hanya ada tikar yg terhampar memenuhi separuh dari ruangan tersebut.
"Kalian udah pada makan belum?" tanyaku pada anak anak yg sudah pada duduk di atas tikar ada pula yg lagi rebahan sambil berkipas menggunakan seberkas koran mengingat siang itu cuaca memang sangat terik
__ADS_1
"Belum kak" jawab mereka, saat aku hendak mengambil ponsel dari dalam tas
"Biar aku yg pesenin makan niss". ujar dewi yg langsung menghentikan kegiatanku yg menghidupkan ponsel guna memesan makanan via online, dengan senang hati aku menganggukan kepalaku sambil tersenyum
"Kamu kok tumben jam segini udah kesini niss, emang gak sekolah?" tanya si pemuda coboy sambil membuka masker yg dari tadi menutupi hidung dan mulutnya
"Sekolah kok, cuman pulang lebih awal karna gurunya lagi pada rapat". jawabku, dewi yg sudah selesai memesan makanan mengarahkan pandangannya ke arahku yg sedang mengobrol dengan pemuda yg berada di sampingku
"Kak david" ucap dewi saat tau siapa pemuda yg dari tadi dia anggap aneh, sontak hal itu membuatku dan david mengarahkan pandangan ke arahnya yg masih terkejut
"Astaga kak ini beneran kamu" ucap dewi yg saat ini sudah berada di depan david sambil menangkup wajah david lalu mencubit kedua pipinya, david yg di perlakukan seperti itupun hanya bisa pasrah dan meringis, mengingat sikap dewi yg memang selalu seperti itu jika bertemu david, dan itu yg membuat david sukar untuk bertemu dewi yg selalu menganggapnya seperti boneka yg sangat lucu bisa cubit sana sini.
__ADS_1
"Kakak kok bisa ada disini?" tanya dewi yg sudah melepaskan cubitannya di pipi david yg di tanya hanya mendengus kessal
"Kita emang sering kesini dew, main dan seru²an sama mereka, sesekali aku sama david juga ngajarin mereka baca tulis" ujarku sambil menatap sendu ke arah anak anak pengamen yg berjumlah 7 orang itu,
"Mereka di usianya masih sangat kecil harus berjuang hidup sendiri, mereka yg seharusnya sibuk sekolah malah sibuk mencari rupiah demi bisa bertahan hidup" ujarku kembali
"Memang orang tua mereka kemana?" tanya dewi yg juga menatap anak anak
"Mereka ada yg memang sudah yatim piatu dan hidup sebatangkara, ada yg yatim piatu dan masih memiliki kerabat tapi tidak ada yg mau merawat, ada pula yg keluarganya masih lengkap namun mereka di telantarkan" kini david yg menjawab, dewipun hanya manggut manggut mendengar penuturanku dan david. Tak berselang lama makanan yg di pesan dewi pun datang, setelah membayar pesanannya itu dewi langsung menghampiri anak anak dengan membawa dua kantong plastik yg berisikan makanan. Siang itu kita lewati dengan canda tawa dan berceerita tentang pengalaman dewi yg pernah tinggal dan bersekolah di luar negeri.
***
__ADS_1
Nah guys dari cerita di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya seberat apapun masalah yg kita dapatkan masih banyak yg cobaannya lebih berat dari pada kita, dan sepatutnya kita selalu bersyukur dengan apa yg kita miliki dan gak gampang mengeluh pada keadaan yg mungkin gak seindah yg kita bayangkan, gak semua yg kita anggap baik juga baik di mata sang pencipta, ingat kalau tuhan itu Maha Tahu , dan kita sebagai hambanya hanya perlu menjalankan perintahNya,mengikuti jalan yg memang sudah di gariskan tanpa harus merubah atau mengaturnya.
** TBC **