
Ku pandangi pantulan tubuhku di depan cermin, mencoba membuat senyuman seindah mungkin. Saat ini aku lagi bersiap menuju tempat janjianku bersama david, ya meskipun nantinya bukan cuman aku sama dia aja, karena nantinya bakal ada temen temen ku yang lain jugak, kita memang sering mengadakan acara ngumpul ngumpul yah walau cuman nongkrong di cafe sambil ngobrolin hal² yang gak begitu penting, tapi setidaknya itu bisa menjaga kedekatan pertemanan kita. Namun saat ini ada satu hal yang membuatku agak dilema, kalau aku jadi ke acara itu pasti bakalan ketemu orang yang sangat aku hindari, dia mantan akuh, tapi bukan berarti aku belum move on loh ya guys, rasa kecewaku udah sangat dalam sama dia, jadiii gimana yah, di lain sisi aku juga udah terlanjur janji sama si david, tapii aghhhhhh udah lah, toh aku udah janji dan semoga aja dia gk dateng
Huuuwwh Haawh Huwwwh Hawwhh
tarik nafass buang tarik buang
"Kamu pasti bisa Niss, tunjukin kalau kam udah move on and strong." ucapku menyemangati diri sambil mengangkat tangan yang di kepal di depan cermin. Hahaha udah kayak orang mau perang aja.
30 menit kemudian aku udah sampek di tempat tujuanku, sebuah Cafe yang ada di tengah kota. Dengan menggunakan celana jeans hitam, kaos, topi, dan sepatu yg berwarna senada yakni putih, serta tas pinggang hitam, dan yg pasti dengan makeup tipis, aku berjalan ke dalam cafe mencari teman²ku , ku edarkan pandangan kearah sudut ruangan cafe dan betul saja di sana udah ada beberapa temanku yang udah pada datang.
"Hay guys apa kabar? udah pada lama ya." sapaku sambil duduk di samping david yang kebetulan udah nyampek juga.
"Yahh lumayan lah Niss, kamu kemana aja, udah lama gk ikut kumpul²." tanya Rika sambil makan kwaci dengan khidmadnya.
__ADS_1
"Palingan juga takut ketemu sama si Alfa dia Rik, dia kan gagal move on hahaha." sambung david ngeledek
"Issshh diem lu, nyamber aja tuh mulut, dasar jomblo lapuk." omelku sambil ngelempar kulit kwaci ke arahnya.
beberapa temanku tertawa sambil geleng geleng melihat aku sama david yang udah kayak kucing ama tikus, tapi hal itu yg kadang bikin kangen, yah walau terkadang kata kata yang keluar terlalu frontal untuk di ungkapkan.
di tengah canda tawa ku sama david pandangan ku tak sengaja bertemu dengan orang yang aku hindarin banget, udah tau kan siapa guys, yah mantan terburukku, Ehhhh pakek senyum lagi ihhhhh muak banget tauk.
"Hay semua, maaf tellat." sapanya
"Iya Al santai aja."
"Oh ya Niss kamu apa kabar?." tanya Vivi yg tak lain istrinya Alfa
"Emmm baik kok mbak." jawab ku singkat sambil tersenyum simpul.
__ADS_1
Sore itu kita lalui dengan mengobrol sesekali terselip tawaan renyah. Tak terasa hari mulai malam, sudah 3 jam kita ngumpul²nya, dan sekarang satu persatu dari kita beranjak pulang, begitupun dengan aku yg saat ini pulang sama david,
"Nis?" ucap david memecahkan keheningan di perjalanan
"Hmmm" jawabku
"Tumben ayemm banget, biasanya ngoceh muluk."
"Lagi BT aja,fokus tuh ama jalanan."
"Kessel banget yah Niss kamu sama si Alfa.?"
Aku diam tak menjawab,kusandarkan kepalaku di bahunya ku pejamkan mata berharap semua amarah,kecewa dan benci bisa lepas terbawa angin malam
__ADS_1