
Saat ini Nissa tengah bersiap siap untuk pergi bersama David, rencananya mereka akan pergi nonton.
"Come on dav" ucap nissa yg menghampiri david yg sudah menunggunya di teras rumah, davidpun berdiri dari duduknya kala mendengar seruan yg berjalan ke arahnya. Di pandanginya sahabatnya itu dari atas hingga ke bawah, rambut panjang yg di kuncir, hoodie putih, jeans hitam beserta kaki yg terbalut sepatu kets berwarna putih dan wajah yg di rias senatural mungkin, sahabatnya ini memang agak terlihat tomboy dalam hal penampilan, tapi kalau masalah hati dia feminim banget
"Ayo" ucap david lalu melangkah ke arah motornya yg di ikuti nissa di belakangnya
"Sudah?" tanya david saat nissa telah duduk di atas motor bagian belakang
"Ready" sahut nissa antusias. Tiba tiba saja david meraih tangan nisa dan melingkarkannya di perutnya
__ADS_1
"Pegangan takut jatuh" ujar david, nissa tertegun akan hal itu, hatinya berdebar tak karuan kala tangannya di pegang david, ada rasa yg tak bisa di ungkapkan dengan kata, meskipun itu bukan lah pertama kalinya tapi entah lah
"Ishhh itu sih maunya kamu aja" ucap nissa sambil melepaskan tangannya yg melingkar di perut david, david hanya terkekeh mendengar penuturan nissa, lalu dia melajukan motornya menuju bioskop.
Setibanya di bioskop banyak pasang mata yg menatap kearah mereka, lebih tepatnya ke arah david, bagaimana tidak, saat ini nama david tengah jadi perbincangan khususnya di kalangan kaum hawa, beberapa hari yg lalu vidio david sempat firal saat dia meresmikan Grand Opening pusat perbelanjaan yg ada di pusat kota, ya meskipun disitu dia hanya menggantikan ayahnya yg sedang sakit tapi dia merupakan calon pewaris dari usaha orang tuanya yg saat ini tengah meroket pesat, kalau bukan karna ayahnya yg sakit dan desakan dari mamanya, dia tidak akan hadir dalam acara itu, karna memang dia tidak tertarik untuk mengikuti jejak ayahnya dalam hal bisnis, dia lebih tertarik dengan musik dan otomotif, selain karna tajir dan tampan vidio david pada saat bernyanyi di kampusnya juga menjadi pendukung nama David semakin firal.
Setelah mereka sudah menentukan film apa yg akan mereka tonton david mengantri untuk membeli tiket sedang nissa membeli minuman dan popcorn, setelah itu mereka masuk dan memilih duduk di bagian sudut belakang karna memang tinggal sisa kursi bagian belakang mengingat memang akhir pekan jadi penuh. Terlihat layar di depan mulai memutar film yg sejak tadi di tunggu, namun di tengah david menonton tiba tiba ponselnya bergetar, di lihatnya ada pesan masuk
********
__ADS_1
Lain halnya dengan david dan nissa yg tengah nonton, di sebuah cafe yg berada di pusat kota, terdengar alunan biola yg mendayu, menemani dua insan yg tengah duduk di bawah sinar rembulan menciptakan suasana romantis bagi siapapun yg memerankannya. Namun tidak dengan antoni yg kini tengah melakukan dinner dengan seorang gadis yg menurut kakeknya adalah calon istrinya, calon yg sebelumnya tak pernah dia ketahui, sudah seringkali kakeknya itu merencanakan perjodohan untuknya, dan sering pula rencana itu gagal, pasti nya gagal karna ulah antoni yg membuat calon calonnya itu membatalkannya, namun sampai saat ini sepertinya kakeknya tak pantang menyerah, seperti saat ini kakeknya lah yg sudah menyiapkan acara dinner nya bersama dewi, ya gadis yg ada di depannya bernama dewi. Gadis yg cantik, lulusan luar negri, keluarganya juga terpandang, tapi sayang antoni sama sekali tak tertarik pada semua itu, hatinya sudah kadung terpikat pada satu gadis, gadis yg selalu mengganggu fikirannya
"Akhhh memikirkannya membuatku rindu saja" gumam antoni dalam hati
"Emm kalau boleh tau kesibukan kakak apa saja baru baru ini di indonesia?" tanya dewi memecahkan keheningan
"Mengelola cabang perusahaan" bohong antoni, padahal semua urusan pekerjaan dia serahkan pada orang kepercayaannya, sementara dia menyibukkan diri dengan mengajar di sekolah milik keluarganya,
"Emmm" ucap dewi manggut manggut. Setelah itu suasana kembali hening, hanya terdengar bunyi dentuman sendok dan piring yg saling bersahutan tak lupa juga dengan biola yg masih mengalun sedari tadi. Antoni bersikap acuh pada dewi tak ada niat untuk membuka obrolan, bahkan dia akan berbicara jika gadis di depannya itu bertanya, selebihnya dia akan diam dengan memasang wajah datar, dia berharap agar dewi merasa jengkel kepadanya dan membatalkan perjodohan itu, fikir antoni. Namun berbeda dengan dewi, alih alih merasa jengkel malah dia semakin tertarik pada pria di depannya itu, menurutnya pria yg dingin itu keren dan pria yg cuek itu menandakan bahwa dia setia.
__ADS_1
**TBC**