
"Dasar perempuan pelakor, perempuan gak tau malu, apa kamu gak punya hati heh ! Bisa bisa nya kamu merebut calon dari sahabat kamu sendiri" ucap zoya menggebu gebu.
"Tante, apa maksud tante? aku bukan pelakor, dan calon? calon siapa yang tante maksud?" tanya nissa dengan raut wajah bingung. Berbagai pertanyaan menggelayuti fikiran nissa, belum terjawab tanda tanya nya tentang alasan antoni yang tiba tiba mengakui nya sebagai wanita nya di depan banyak orang, dan kini tiba tiba saja ibu dari sahabat nya datang menampar nya serta menghujat nya, dan jangan lupakan orang yang sangat nissa kenal sedang menangis tengah berdiri menatap nya dengan tatapan penuh kecewa.
"Halah jangan sok gak tau kamu, laki laki yang berdiri di samping kamu itu calon dari anak saya"
Dekkkkkkkk !
"Jadi antoni itu? oh tuhan apa yang sudah aku lakukan" gumam nissa dalam hati, dia merutuki kebodohan nya.
"Tante dengerin penjelasan aku dulu, aku benar benar gak tau kalau dia itu calon nya dewi, aku" belum selesai nissa menjelaskan zoya sudah menyela perkataan nya
"Udah, saya gak butuh penjelasan dari perempuan licik seperti kamu, mulai sekarang jangan pernah lagi kamu temui anak saya, dan mulai sekarang kamu bukan lagi sahabat nya dewi, ingat itu! dasar perempuan munafik!" ucap zoya tajam sambil menunjuk nunjuk nissa dengan jari telunjuk nya. Setelah itu zoya berlalu pergi dengan menggandeng tangan dewi.
__ADS_1
"Tante tunggu dulu tan, dengerin penjelasan aku dulu, dew kamu percaya kan sama aku" ucap nissa sambil mencoba mengejar dewi dan mama nya, dan saat nissa dapat meraih tangan dewi yang bebas dewi malah mendorong nya, beruntung saat itu antoni berada di belakang nissa sehingga dengan sigap menangkap tubuh nissa yang mungil.
"Nis, udah nis, percuma kamu ngejar mereka" ucap antoni mencoba menenangkan nissa yang sudah banjir air mata.
Plakkkkkkk !
satu tamparan mendarat di pipi antoni.
"Ini semua gara gara kamu! kamu udah ngancurin persahabatan aku, kenapa kamu gak bantuin aku buat ngejelasin yang sebenar nya ke mereka hah! kenapa kamu cuma diem aja, kenapa? kenapa" teriak nissa histeris sambil memukul mukul dada antoni dengan kedua tangan nya, dia sudah tidak perduli dengan tatapan orang di sekitar nya.
Dengan kemarahan yang sudah membuncah david menarik nissa dari dekapan antoni. Lalu di cengkram nya kerah baju antoni dengan kuat.
"Sebenar nya apa sih yang loe mau hah! apa belum cukup loe ngancurin keluarga gue? urusan loe sama gue, jadi gak usah bawa bawa orang terdekat gue buat loe mancing mancing emosi gue" ujar david tajam.
"David? kamu kenal sama nissa?" ucap antoni tak percaya. Pasal nya antoni selama ini memang tengah mencari pria di depan nya itu.
__ADS_1
Bukkkkk !
satu pukulan keras mendarat di wajah tampan antoni hingga membuat nya jatuh ke lantai.
Pesta yang tadi nya penuh suka cita dan membuat banyak orang berdecak kagum akan kemewahan dan kemeriahan nya kini menjadi ricuh penuh dengan bisik bisik para tamu. Mereka bukan nya melerai perkelahian antara antoni dan david tapi malah menikmati nya, layak nya sedang menonton sebuah ajang pergulatan nasional. Bahkan tak jarang pula mereka yang mengabadikan momen itu dengan camera ponsel nya, jarang jarang bisa melihat pertikaian antara dua putra konglomerat, suatu hal yang langka bukan, begitu lah fikir mereka.
David terus saja meluncurkan pukulan pukulan nya di wajah antoni, namun antoni juga tak mau kalah. Nissa yang melihat itu mencoba melerai nya, namun kedua nya seakan akan tuli akan teriakan nissa yang meminta mereka untuk berhenti.
Kedua nya terus saja baku hantam hingga sebuah suara datang dan menghentikan kedua nya.
"Hentikan semua ini!" seru seorang kakek yang berjalan menggunakan tongkat berjalan ke arah kedua nya.
*TBC*
__ADS_1