Mencintai Dalam Kesunyian

Mencintai Dalam Kesunyian
Flash back


__ADS_3

David mengangkat pandangan nya, melihat gadis di depan nya itu yang tengah menatap nya penuh kasih.


"Baik lah" ucap david sambil mengangguk sesaat setelah menghembuskan nafas nya kasar.


Flash Back On~


Di sebuah mansion yang ada di kota London hidup lah sebuah keluarga yang harmonis. Robert Alexander serta istri nya yang bernama Alesya Alexander merupakan pengusaha yang sukses di usia mereka yang masih berkepala tiga. Mereka di karuniai dua orang putra, yang pertama bernama Marvel Alexander, sedang anak kedua bernama Michael Alexander. Marvel menikah dengan seorang wanita bernama Emeli, mereka di karuniai satu putra yang bernama Antonio Alexander. Sedang Michael, hubungan nya dengan seorang gadis berdarah indonesia di tentang keras oleh sang ayah hanya karna perbedaan kasta yang terpaut sangat jauh antara kedua nya. Gadis itu bernama Bunga Arum Sari, ayah nya bekerja sebagai kuli bangunan, sedang ibu nya bekerja sebagai buruh cuci di desa nya. Bunga yang memiliki kepintaran di atas rata rata membuat nya selalu menjadi bintang kelas saat sekolah, dan karna kepintaran nya itu pula dia bisa mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di salah satu universitas kenamaan yang ada di inggris, dan di situ lah dia di pertemukan dengan Michael Alexander. Michael yang memang keras kepala memilih untuk tak menggubris sang ayah yang menyuruh nya untuk menjauhi gadis yang amat sangat dia cintai. Dia terus saja menjalin hubungan dengan bunga, sampai suatu ketika michael nekat menikahi bunga secara diam diam tanpa sepengetahuan orang tua nya.


Di tahun ke lima pernikahan nya michael memberanikan diri untuk mengenalkan keluarga kecil nya pada orang tua nya, dia sudah muak dengan permintaan orang tua nya yang terus saja mendesak nya untuk segera menikah dengan gadis pilihan mereka. saat itu michael sudah memiliki seorang putra yang bernama David Alexander, usia nya saat itu sudah menginjak empat tahun selisih empat tahun dari usia sang keponakan. Robert yang mendengar pernyataan dari putra bungsu nya bahwa dia telah menikahi gadis miskin membuat nya benar benar murka, apalagi saat melihat seorang bocah buah cinta sang putra dengan si gadis miskin. Beruntung saat itu nyonya ale berada di samping nya sehingga robert masih bisa sedikit mengontrol emosi nya.


"Kau sudah membuat daddy kecewa michael, dan kau gadis miskin selamat karna kau telah berhasil menjadi cinderella di keluarga Alexander, tapi jangan harap aku mau mengakui mu sebagai menantu ku, cih melihat mu saja aku sudah muak" kata robert tajam lalu setelah berkata seperti itu dia melenggang pergi.


Bunga yang mendengar perkataan ayah mertua nya itu hanya bisa tertunduk dalam, hati nya terasa ngilu, mata nya sudah berkaca kaca, namun dia sudah bertekad untuk tidak menangis di hadapan mertua nya, demi jagoan kecil nya dia harus kuat.


"Kalian tinggal lah di sini bersama mommy" ucap Ale sesaat setelah suami nya pergi. Sebenar nya dia juga merasa kecewa pada putra nya itu, namun dia juga sadar kalau itu bukan sepenuh nya kesalahan sang putra.


"Tidak mom, kami tidak mau membuat daddy semakin marah" ujar michael.


"Michael, mommy mohon, apa kau tak ingin mommy mu ini menikmati kebersamaan bersama cucu cucu mommy? untuk daddy mu biar mommy yang urus" ucap Ale bijak, sungguh dia tak mampu bila harus berjauhan dengan putra nya itu. Lalu ale berdiri mendekati putra nya, di gendong nya bocah yang berada di pangkuan putra nya, di pandangi nya wajah lucu itu yang sangat mirip dengan michael saat kecil, hanya rambut dan iris mata nya yang mengikuti gen ibu nya.


"Hay tampan, mulai sekarang kau cucu ku, dan panggil aku grandma ok" ucap ale sambil menatap hangat bocah yang berada dalam gendongan nya, sesekali dia menciumi pipi nya yang gembul.


"Nama nya david mom" ujar michael sambil mengulas senyum, dia sedikit lega karna mommy nya mau menerima anak dan istri nya, dia yakin daddy nya perlahan pasti juga bisa menerima keluarga kecil nya itu.


"Ya ya ya siapa pun nama nya dia adalah cucu ku, sekarang biarkan aku membawa nya jalan jalan mengelilingi mansion kita ini, sebentar lagi antoni pulang sekolah, dia pasti sangat senang karna memiliki adik baru yang sangat lucu" ucap ale tersenyum ceria.


"Dan kau son, bawalah istri mu beristirahat, dia pasti lelah" ucap nya lagi sambil melangkah pergi.

__ADS_1



Suatu hari seusai makan malam nampak semua anggota keluarga tengah bercengkrama di ruang keluarga.


"Apa besok kau jadi pergi ke Canada son" tanya robert pada putra nya marvel.


"Tentu dad, perusahaan kita yang ada di sana tengah mengalami permasalahan yang cukup serius, dan rencana nya besok aku juga akan mengajak istri ku" ucap marvel yang di angguki robert.


"Dan untuk masalah kantor kita yang di sini aku sudah mempercayai nya pada adik ku ini" ucap marvel lagi sambil merangkul bahu adik nya yang ada di samping nya.


"Baik lah kakak ku tersayang, kau nikmati saja hari hari mu di sana berdua bersama kakak ipar, tapi pulang nanti kau harus membawakan keponakan baru untuk ku ok" ucap michael sambil mengedipkan sebelah mata nya pada sang kakak.


"Heyy aku pergi untuk bekerja bukan honey mun, kau fikir membuat anak itu bisa seinstan yang kau mau" ucap marvel sambil menoyor pelan wajah adik nya itu. Semua yang ada di situ hanya menggelengkan kepala melihat kekonyolan dua bersaudara itu.


Keesokan hari nya mereka semua pergi ke bandara untuk mengantar kepergian marvel dan istri nya ke Canada.


"Kau tenang saja menantu, daddy dan mommy akan menjaga antoni dengan baik" ucap robert sambil mengulas senyum hangat pada menantu kesayangan nya. Bunga yang melihat itu hanya menghela nafas nya panjang, sikap ayah mertua nya itu sangat lah berbeda jika pada dia dan putra nya. Sudah enam tahun lama nya dia tinggal bersama mertua nya itu, namun ayah mertua nya itu masih acuh akan keberadaan nya dan putra nya, tak jarang dia dan putra nya akan menjadi pelampiasan emosi nya jika sedang marah, cacian, makian dan hinaan sudah biasa dia dan putra nya dapatkan, bahkan ayah mertua nya itu tak segan segan untuk memukul putra kecil nya jika dia melakukan sebuah kesalahan. Bunga hanya bisa menangis jika mengingat perlakuan ayah mertua nya itu pada putra nya. Di rumah itu tak ada yang tau tentang ketidak adilan yang dia dan putra nya dapat, karna ayah mertua nya itu selalu mengancam nya.


Kini mereka sudah tiba di mansion, namun baru saja mereka melangkah kan kaki nya ke dalam mansion ponsel michael berdering, dan saat dia menjawab panggilan itu alangkah terkejut nya dia kala mendengar kabar kalau pesawat yang di naiki kakak dan kakak ipar nya mengalami kecelakaan. Nyonya ale yang mendengar semua itu langsung tak sadarkan diri. Dan semenjak itu penderitaan bunga dan putra nya david semakin menjadi, nyonya alesya jadi sakit sakitan, antoni berubah menjadi anak yang pendiam dan pemarah, keceriaan serta senyuman nya yang ramah tak lagi ada pada diri anak itu.


Suatu hari bunga tengah membujuk antoni untuk makan, namun antoni malah marah maarah dan melempar semua makanan yang di bawa bunga. Bahkan antoni mendorong bunga keluar dari kamar nya hingga membuat bunga terjatuh ke lantai. David yang melihat ibu nya di perlakukan seperti itu merasa tak terima. terjadilah pertikaian antara david dan antoni. david yang memang postur tubuh nya lebih kecil kalah telak dengan antoni yang saat itu tengah di lingkupi amarah, dia tidak sadar kalau anak kecil yang tengah dia pukul adalah adik yang sangat dia sayang.


Bunga yang melihat keponakan nya yang sudah seperti iblis itu segera mendorong antoni agar menjauh dari putra nya yang sudah tak berdaya. Bersamaan dengan itu robert datang dan melihat cucu kesayangan nya di dorong oleh bunga hingga kepala nya membentur sisi tempat tidur. Seketika itu emosi robert membuncah, di dekati nya tubuh menantu yang sangat di benci nya itu, lalu di jambak nya rambut bunga dari belakang.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada cucu ku hah!" bentak robert keras.


Tubuh bunga sudah bergetar ketakutan, air mata nya sudah membanjiri wajah nya. Pelayan yang melihat nyonya muda nya kembali di siksa segera menelfon michael yang saat itu tengah berada di kantor, pelayan itu sudah tak perduli lagi jika setelah itu dia harus kehilangan pekerjaan nya itu, sungguh dia sudah tidak bisa lagi jika harus melihat nyonya muda nya yang sangat baik terus menerus di siksa.

__ADS_1


Saat itu michael tengah berkutat dengan pekerjaan nya, semenjak kakak nya pergi dia semakin sibuk di kantor.


Drtt Drtt Drtt


Ponsel michael bergetar, di lihat nya yang ternyata dari telephone dari rumah nya.


"Hallo" ucap michael.


"Tuan, cepat lah pulang tuan, nyonya hiks nyonya bunga tuan dia"


Tutt tutt tutt


panggilan terputus, secara sepihak michael memutus panggilan, dengan tergesa gesa michael keluar dari kantor menuju mobil nya. Fikiran nya sudah berkecamuk, sewaktu pelayan nya tadi menelfon dia mendengar jeritan istri nya yang merintih kesakitan dan juga suara tangisan putra nya yang sangat jelas di pendengaran nya. Dengan kecepatan penuh michael melajukan mobil nya, dia sudah tidak peduli dengan umpatan para pengendara lain yang dia salip.


Lima belas menit kemudian michael sudah tiba di mansion nya dan dia langsung melangkah cepat ke arah kamar nya. Michael terkejut bukan main kala melihat istri nya tengah di cambuk oleh sang ayah, darah nya semakin mendidih kala melihat pelayan pelayan nya hanya melihat sambil menangis tanpa ada satu pun yang menolong istri nya.


"Hentikan dad!" seru michael keras, dia berlari ke arah istri nya. Rahang nya mengeras, tangan nya mengepal kuat saat melihat istri nya yang sudah kacau dengan bekas cambukan di sekujur tubuh nya.


"Apa yang sudah kau lakukan pada anak dan istri ku hah!" bentak michael keras. wajah robert memucat saat melihat kilatan amarah dari mata sang putra yang tengah menatap nya tajam, namun dengan segera mungkin dia merubah raut wajah nya menjadi setenang mungkin.


"Kau tanya saja pada perempuan pembawa sial itu" ucap robert angkuh.


"Cukup! kau sudah keterlaluan tuan robert alexander yang terhormat, sudah cukup kau menghina istri ku hanya karna status sosial nya, masih beruntung darah mu mengalir dalam darah ku, kalau bukan karna itu aku sudah menyeret mu ke penjara" ucap michael pelan tapi tajam. Lalu dia mengambil dompet nya dan melempar semua uang dan kartu yang ada di dompet itu ke arah robert yang tengah berdiri.


"Aku lebih baik hidup miskin dari pada harus membiarkan anak istri ku di siksa oleh iblis berwajah manusia seperti kau" ujar michael dengan wajah merah padam menahan amarah. Setelah itu dia menggendong istri nya yang sudah sangat lemah untuk keluar dari mansion itu yang di ikuti david di belakang nya.


Semenjak kejadian itu michael sudah tak mau lagi berurusan dengan ayah nya, dia memutuskan untuk pindah ke tanah kelahiran istri nya.

__ADS_1


Flash back Of~


__ADS_2