Mencintai Dalam Kesunyian

Mencintai Dalam Kesunyian
Balas Dendam


__ADS_3

**Dia yang mencintaimu, bukan berarti dia tidak lagi mempedulikan mu.


Dia yang merelakan mu bukan berarti dia berhenti untuk mencintaimu.


Dia masih, akan, dan juga tetap mencintai.


Namun yang membedakan nya sekarang hanya lah dia yang tidak lagi akan memperlihatkan dan sekaligus yang memberikan nya.


Tetap lah bahagia duhai cinta, meski kini bukan lagi dia yang jadi penyebab nya.


Tetap bahagia wahai cinta, meski sekarang bukan lagi dia yang memberikan nya**



Saat ini nissa tengah duduk di bangku kelas nya menunggu bel sekolah berbunyi yang di rasa nya sangat lah lama, entah karna dia yang datang terlalu pagi saking semangat nya karna ini merupakan hari terakhir dia mengikuti Ujian Nasional.


Dia terus menerus mengingat apa yang sudah dia pelajari semalam, meski dia masih memikirkan tentang masalah nya dengan dewi tapi nissa masih akan menyempatkan untuk tak meninggalkan tamggung jawab nya untuk belajar, apalagi itu menyangkut masa depan nya. Sambil mengetuk ngetuk kan jari telunjuk nya ke meja sesekali dia melihat ke arah pintu setiap kali teman kelas nya ada yang datang.


"Hayy nis, tumben pagi banget kamu udah datang" sapa lala yang baru saja memasuki kelas.

__ADS_1


"Kamu nya aja yang datang nya kesiangan" tukas nissa dengan menggelengkan kepala.


"Hehe iya juga sih" sambil senyum lima jari.


Tak selang beberapa lama setelah itu alin dan naya datang yang bersamaan dengan bell yang berbunyi.



Di tempat lain tepat nya di bandara internasional Osaka Jepang nampak seorang pria tengah berjalan menuruni pesawat, dari kejauhan sudah nampak pria tegap tengah menunggu kedatangan nya.


"Selamat datang tuan" sapa nya dengan sedikit membungkuk. Antoni hanya mengangguk menanggapi nya, dengan langkah lebar nya dia berjalan menuju mobil yang sudah di sediakan orang kepercayaan nya.


"Bagaimana dengan tugas mu yeko?" tanya antoni dari kursi penumpang.


"Bagus" sahut antoni, dia berencana akan mengajak dewi untuk menemui nissa, dia sudah tidak sabar melihat raut kegembiraan yang terpancar dari wajah gadis yang sangat dia cintai itu saat nanti dia telah berhasil membawa dewi ke hadapan nya.



Seorang gadis cantik tak henti henti nya mengulas senyum di setiap langkah nya, dia sangat bahagia karna malam nanti dia akan bertemu dengan pujaan hati nya.

__ADS_1


"Selamat datang nona" sapa seorang pegawai butik


"Ya, apa mama ada?" tanya dewi pada pegawai itu ramah. Ya kini dia tengah berada di butik ibu nya.


"Ibu ada di ruangan nya, mari saya antar" tawar nya pada anak bos nya itu.


"Tidak usah saya bisa pergi sendiri, kamu lanjutkan pekerjaan mu saja" ucap nya lalu berlalu pergi,


"Mama?" ujar nya kala sudah memasuki ruangan ibu nya.


Seorang wanita yang masih terlihat cantik meski sudah tak muda lagi menghentikan gerakan pensil di tangan nya yang tengah menggambar sketsa sebuah gau. Dia agak sedikit heran melihat kedatangan putri nya yang tiba tiba dengan raut wajah bahagia, pasal nya semenjak acara pertunangan nya beberapa minggu yang lalu gagal putri nya itu selalu murung.


"Ada apa sayang, seperti nya hari ini kamu terlihat sangat bahagia"


"Ahhhh mama hari ini aku seneng banget karna nanti malam aku di ajak dinner sama kak Antoni" pekik nya kegirangan.


"Wahh bagus dong sayang, apa mama bilang dia pasti bakal kembali sama kamu, kamu gak boleh sia siain kesempatan ini, kamu harus tampil cantik malam ini" ujar zoya pada putri kesayangan nya itu.


"Iya mama benar, aku gak boleh menyianyiakan kesempatan ini, kak antoni harus jadi milik aku, harus!" ujar nya ambisius.

__ADS_1


Zoya yang melihat putri nya sangat berambisi tersenyum menyeringai, perlahan putri nya itu mulai bisa ia kendalikan, dan perlahan rencana balas dendam nya akan segera tersampaikan pada orang yang sangat dia benci.


*TBC*


__ADS_2