Mencintai Dalam Kesunyian

Mencintai Dalam Kesunyian
Tugas Asisten


__ADS_3

Hari hari sibuk nissa pun di mulai.


Antoni menyesuaikan dengan jadwal belajar nissa, jika nissa tak ada kelas maka harus bersamanya.


Sudah seminggu ini nissa bisa berjam jam berada di ruangan antoni untuk membantunya mengoreksi tugas tugas para murid dalam mata pelajaran fisika yang di ajarkan antoni. Semenjak nissa menjadi asistennya antoni lebih sering memberikan tugas pada muridnya, dia berdalih agar mereka lebih mudah mengerjakan soal jika ujian nanti. Namun hal itu semakin membuat nisa sibuk saja, bahkan untuk bersua di luar kelas dengan teman teman nya saja sudah tidak bisa. Waktu senggang nya dia habiskan untuk bergelut dengan lembar jawaban yang tak kunjung ada habisnya.


Seperti saat ini, nissa nampak serius mengoreksi lembar jawaban yang adadi tangan nya. Sedang antoni nampak tengah mengintip nissa dari sudut buku yang dia baca, lalu di lihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangan nya yang sudah menunjukan pukul 17:00


"Ayo, teruskan pekerjaanmu besok lagi". ucap antoni sambil merapikan buku buku yang berserakan di meja nya.


"Emm baik pak" jawab nissa sambil merapikan kertas yang tadi di koreksi nya.



Kini nissa tengah menunggu ojek yang sudah dia pesan sebelumnya. Antoni yang melihat nissa tengah berdiri di depan sekolah itupun segera menghampiri dengan mengendarai mobil nya.


Tinnnn Tinnnnn


perlahan antoni menurunkan kaca mobil nya.


"Butuh tumpangan gak?" tawar antoni

__ADS_1


"Emmm terimakasih pak, tapi saya sudah memesan ojek tadi, sebentar lagi juga datang" ucap nissa sambil tersenyum ramah ke arah antoni.


"Yakin masih mau nunggu? sebentar lagi maghrib loh, dan nampak nya juga akan turun hujan" ujar antoni, dia berharap nissa mau pulang bersamanya.


Terlihat nissa nampak berfikir, menimbang nimbang perkataan antoni tadi. Di lihat nya jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, ternyata dia sudah menunggu lebih dari 15 menit tapi si ojek tak kunjung datang. Di angkatnya pandangannya ke arah langit, nampak awan hitam tengah menyelimuti langit senja, terlihat pula kilatan petir dari kejauhan yang di iringi dengan suara guntur yang menggelegar


Tinnnn !!!


suara klakson mobil antoni membuyarkan lamunan nissa.


"Gimana?" tawar antoni sekali lagi


"Emmm baik lah" ucap nissa akhirnya. Dan benar saja tak beberapa lama mobil berjalan, hujan sudah turun dengan deras nya.


"Seperti nya kamu akan telat sampai rumah deh niss" ucap antoni kala mobil yang dia kemudikan terjebak macet.


"Sebaik nya kamu hubungi orang tua kamu dulu, takut nya khawatir" ucap nya lagi.


"Emm baik pak" ucap nissa. Lalu nissa mengirimkan pesan untuk mama nya mengabarkan kalau dia akan terlambat pulang.


__ADS_1


30 menit kemudian mobil berhenti di depan rumah nissa. Antoni melihat gadis di sampingnya yang tengah tertidur pulas. Di dekati nya wajah cantik yang nampak tenang itu. Lalu di sibaknya anak rambut yang mberantakan. Kemudian di pandangi nya dengan lekat wajah gadis nya itu, gadis yang selalu terbayang di fikiran nya, gadis yang tatapan nya mampu menggetarkan hati nya yang telah lama mati.


Cuppppp


Satu kecupan mendarat di pipi cabi nissa. Di elus nya pipi itu menggunakan ibu jarinya, rasa nya antoni ingin menghentikan waktu saat itu juga. Dia ingin selalu berada di dekat gadis nya itu.


Antoni nampak tersenyum kala mengingat raut wajah nissa yang kesal maupun cemberut saat antoni selalu memberi nya tugas lebih kepada nya. Sebenarnya semua itu dia lakukan juga demi gadis nya itu. Antoni tau kalau nilai sekolah nissa tidak cukup baik, dan antoni ingin nissa bisa mendapatkan nilai yang memuaskan jika UN nanti. Antoni berharap itu akan memudahkan nya untuk memasuki Universitas yang nissa inginkan.


Dan antoni melihat dalam beberapa hari ini nilai nissa ada kemajuan, terlebih dalam mata pelajaran yang antoni ajarkan.


"Emmm Hoammm" tiba tiba saja nissa terbangun dan menggeliat. Antoni yang terkejut buru buru menjauhkan tubuh nya dari nissa.


"Maaf saya ketiduran pak, udah sampek dari tadi yah? kok saya gak di bangunin sihh pak" cerocos nissa dengan suara serak khas bangun tidur.


"Baru sampek kok" ucap antoni tanpa menoleh ke arah nissa.


"Ohh iya, makasihh ya pak atas tumpangan nya" ucap nissa lalu beranjak keluar setelah mendapat anggukan dari antoni.


Setelah nissa keluar antoni menghela nafas nya kasar


"Huftt hampir saja ketahuan tadi" gumam nya, lalu menginjak gas mobil nya dan berlalu pergi.

__ADS_1


**TBC**


__ADS_2