Mendadak Jadi Sosialita

Mendadak Jadi Sosialita
oplas


__ADS_3

Kedalam bagasi mobilnya  setelah semua barang barang nya masuk kedalam bagasi ia bergegas menstater mobilnya dan meninggal kan rumah besar dengan sejuta cerita bahagia dan sisi kelam di dalamnya .


" Selamat tinggal, maafkan saya , mas, pak bu." Ucap Tyas seraya memandangi rumah tempatnya berteduh selama ini . Ia mengarahkan mobilnya keluar dari kompleks perumahan elit itu.


 Dia mampir di sebuah pom  bensin untuk mengisi bahan bakar karena perjalananan yang ia tempuh akan sangat panjang dan membeli beberapa cemilan dan kemasan instant ia butuh asupan cafein agar tetap terjaga sepanjang perjalanan.


Ia menempuh perjalanan darat karena begitu mendadak sehingga tidak sempat menjual mobilnya akhirnya ia terpaksa membawa mobilnya dalam pelarian ini.


Toh nanti bisa di pergunakan untuk alat transportasi di temapt baru.


Ia benar benar tampak merasa seperti seorang buronan besar  saat ini Tyas menuju  kampung halamannya melalui jalur darat, untuk kemudian menyebrang ke pulau dewata melalui pelabuhan di banyuwangi sempat terbersit ingin menyambangi rumah ibunya namun niatnya segera ia urungkan.


Akhirnya perjalanan panjang dan melelahkan itu berakhir .Ia kini berada di rumah miliknya  di pulau dewata yang ia beli dari hasil berjualan berlian dan tas palsu. Ia menarik nafas dalam dalam  ada rasa lega yang luar biasa yang ia rasakan kini.


Sesaat ia termenung saat membayangkan kekacauan yang terjadi di rumah keluarga Prasodjo setelah mereka tahu bahwa dirinya telah keluar dari rumah itu secara diam diam dan tidak kan pernah kembali lagi.


Tyas meraih ponselnya dari dalam tas begitu di aktifkan puluhan pesan dan miscall melalui whatsapp datang bertubi tubi . Tidak mau mengambil resiko keberadaanya di ketahui ia mencabut  kartu selularnya dan mengganti  dengan nomor yang baru .


Namun ia sempat membaca pesan pesan whatsapp  dari keluarga angkatnya  itu terutama dari Harsha yang menanyakan keberadaanya mereka tampak sangat kehilangan.


Otak nya yang cerdas cenderung licik teringat pada satu hal. Yap iya Plat mobil ia harus mendapatkan plat mobil palsu untuk mobilnya.


Ia begitu mengantisipasi sampai hal hal terkecil sorenya ia menyusuri jalanan bali untuk menemukan pembuat plat mobil palsu yang ia takutkan korban korbannya bisa melacak keberadaanya melalui plat mobil nya.


Ia berhenti di sebuah kioas yang menjual jasa pembuatan plat dan kunci duplikat itu. awalnya penjual menolak membuatkan plat mobil palsu namyn setelah diming imingi imbalan yang tinggi akhirnya di capai kesepakatan.


1 bulan pertama ia habis  kan untuk menikmati hidup di pulau dewata itu tanpa memikirkan banyak hal uang tabungannya  lebih dari cukup untuk membiayai kehidupannya  .


Dengan bantuan Agent propertynya ia mendapat seorang Art yang sangat baik yang menemaninya  dan mengurus segala keperluannya.


Tyas adalah gadis yang ambisius  dia tidak berhenti sampai disini. dia berencana untuk terbang ke  negara gajah putih untuk merombak  wajahnya secara total. tujuannya satu untuk menghilangkan jejak!


Wajahnya sudah sempurna namun untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan ia sudah bertekad merubah wajahnya.

__ADS_1


Dengan referensi yang ia dapat dari koleganya di bali ia mendapat contact dokter yang bisa merealisasikan keinginannya.


Setelah melakukan persiapan yang matang ia  akhirnya terbang   ke negeri gajah putih di temani Artnya.Setibanya di bandara suvarnabhumi Ia menghubungi dokter yang akan mengerjakan operasi wajah nya .


" Good after noon Mr Tanawat I'am Alisha from indonesia xxxx." Ia menjelas tentang siapa dirinya pada dokter Tanawat.


"Ok my assisten will pick you up soon. "  Sahut  dokter bedah nya . Benar saja setelah menunggu sekitar 45 menit mereka di jemput oleh staff sang dokter dan membawa mereka ke tempat praktek sang dokter.


Setelah berdiskusi panjang lebar  mengenai bentuk wajah ia inginkan  akhirnya  di putuskan keesokan harinya  operasi kan di lakukan.


Dan atas bantuan dokter mereka di antarkan   di hotel yang aman  selama mereka di thailand.


"Khob khun ka.. ucap nya setibanya mereka di hotel pada staff sang dokter yang telah mengantar ia dan Artnya  ke hotel.


Keesokan harinya ia dan Artnya pergi ke daerah phuket yang terkenal menuju sebuah rumah sakit yang terkenal dengan teknologinya yang canggih.


Sebelum pergi ia puas puas kan diri berselfi ria dengan wajah aslinya, karena mulai besok dan hingga ajal menjemput ia akan hidup dengan wajah baru wajah ciptaan dokter.


Assisten dokter Tanawat memeriksa tensi dan suhu tubuhnya sebelum di lakukan prosedure operasi wajah nya.


Setelah sadar dari bius ia meminta cermin ia ngeri melihat penampakan sosok di dalam cermin itu.


Jidat yang menojol pipi yang menggelembung hidung yang di balut perban penampilannya pasca operasi itu begitu mengerikan di seluruh wajah nya di bebat semacam penyangga membuat penampilannya tambah horror. Tapi sejujurnya lebih mengerikan kelakuannya di banding wajahnya pasca operasi.


Hari demi hari perubahan tampak semakin nyata sedikit demi sedikit wajahnya mulai mengempis mulai terlihat hasil kreatifitas tangan dokter Tanawat.


1 bulan, 2 bulan waktu berjalan dan kini ia tampak sangat bahagia dengan perubahan wajahnya. wajah ynag tampak di cermin ynag terletak di depannya tampak jauh berbeda dengan Tyas yang dulu yang berwajah cantik alami.


Berganti dengan sosok wanita berwajah oval berhidung mancung, bermata bulat, bibir sedikit jebleh di tambah gigi tonggos karena veener. Seandainya orang yang satu kampung dengan nya berpapasan demgan nya temtunya tidak akan bisa mengenalinya lagi.


Ia tidak bosan bosan berselfie ria dengan wajah barunya.


Akhirnya ia menutuskan kembali ke indonesia setelah hampir 2, 5 bulan ia menghabiskan waktu di negeri gajah putih tersebut.

__ADS_1


Semua koleganya tampak terkejut dan bahkan hampir tidak mengenalinya.


" Omg perfect ini sih." Komentar mereka. Genk nya segera mengintrogasinya berapa biaya yang ia keluarkan untuk wajah barinya itu dan semua tercengenag mendengar deretan angak yang Tyas sebut kan.


" Tapi worth it sich beb."


Sejak hari Tyas tidak lagi di Landa ketakutan berkeliaran di bali karena orang tidak akan mengenali dirinya lagi.


Di pulau dewata itu hidup nya tidak lebih baik dari sewaktu ia tinggal di rumah megah keluarga Prasodjo.


Malam malamnya di habis kan untuk Clubbing  dan nongkrong nongkrong dengan genk sosialitanya. 


Dia menggunakan identitas palsunya  selama tinggal di pulau dewata.


Alisha Prasodjo! ya ia memperkenalkan diri dengan identitas palsu.


 Saat sedang kongkow kongkow dengan genk sosialitanya  ternyata perhiasan yang ia pakai menarik perhatiannya teman teman di exclusive circlenya itu.


" Woow  cantik sekali beb." Ujar  rekannya sembari  meraih jemari Alisha / Tyas.


Tyas hanya tersenyum sambil menggerak gerakan jemarinya  dua cincin  berlian  yang ia dapat dari orang  tua angkatnya   itu tampak gemerlapan di timpa sinar lampu.


"Kenapa naksir ya beb?."


"Banget.."


" Kalau mau bisa pesan di saya loh beb."Alisha mulai mempromosikan  dagangannya seperti dulu sewaktu masih di jakarta.


"Ohya ?   mau dong beb kapan  barang nya ready?."


" kalau banyak yang ambil soon saya akan terbang ke jakarta untuk ambil barangnya." Sahut Alisha.


" Ok  nanti eike kasih tahu yang lain tapi you kasih harga special dong kan eike promosiin."

__ADS_1


"Sip  dont worry  buat   you apa sich yang enggak."  Mereka  terkekeh kecil sembari menenggak tequila sunrise nya .


__ADS_2