Mendadak Jadi Sosialita

Mendadak Jadi Sosialita
Musuh dalam selimut


__ADS_3

Wina teman satu circle lainnya turut menimpali.Mendengar  ucapan kagum teman teman satu circlenya membuat Tyas merasa jumawa ia merasa dirinya wanita paling beruntung diatas jagat raya ini atas apa yang di  milikinya.


  3 tahun berjalan mulai terjadi goncangan dalam kehidupan rumah tangga mereka,  perangai Albert yang semulai lemah lembut penuh kasih sayang dan romantis  perlahan mulai berubah  menjadi sedikit acuh tak acuh bahkan cenderung kasar.


Sore ini  Tyas sudah berdandan cantik  siap menyambut suaminya pulang dari kantor  ia berharap Albert tidak lupa bahwa  hari ini adalah hari ulang tahunnya ,berbagai hidangan  lezat sudah tersaji di meja makan lengkap dengan  hiasan bunga segar dan lilin beraroma .


Rencananya ia akan merayakan  ulang tahunnya candle light dinner di rumah saja dengan suami tercinta. Namun  hingga pukul 7 malam suaminya tak kunjung menampakan kan batang hidung nya Tyas masih mencoba bersabar mungkin saja Albert suaminya itu masih di sibukkan dengan urusan pekerjaan.


Tunggu punya tunggu    tifak ada tanda tanda suaminya itu pulang ia mulai gelisah ketika jarum jam mulai bergeser kearah angka 10 malam .


Tyas mencoba menghubungi nomor suaminya ternyata tetap tidak mendapat response.


Detik berganti menit menit berganti jam  Albert tak kunjung pulang  Tyas tidak bisa lagi menahan kesedihannya air matanya mengalir deras .


Bahunya turun naik karena isak yangbtertahan dadanya terasa sesak sekali bagaimana mungkin di hari sepenting ini Albert lupa?  tahun tahun sebelumnya ia selau memberikan surprise  saat dirinya merayakan hari jadinya.


BLuuuuuuuuk! .


Tyas membanting pintu kamarnya sekuat tenaga hingga menimbulkan suara berdebum yang   bisa membuat sport jantung bagi yang mendengar nya .


Di bukanya gaun  mewah itu dengan kasar  dan di campakannya begitu saja ke lantai lantas ia menggantinya dengan piyama  dan langsung menghambur kekasur diatas kasur itu ia tumpahkan  segela kesedihannya. Akhirnya ia terlelap di tengah kesedihannya.


 Keesokan harinya  saat dirinya terbangun mendapati suaminya sudah terbaring di sisinya ia memandangi suaminya yang masih  terlelap  , tanpa sempat menggati pakaiannya  itu  dengan perasaan marah  sedih kecewa bercampur baur.


 Ia sengaja menutup pintu kamar mandi dengan keras dengan harapan suaminya terbangun  karena mendengar suara pintu yang di banting namun nyatanya hingga ia selesai  mandi suaminya masih tertidur pulas .


Tyas   memoles wajahnya dengan sapuan make up tipis di saat  bersamaan  ia melihat  dari pantulan cermin di hadapannya  suaminya menggeliat dan bangkit dari tempat tidur .


Jika biasanya Tyas akan langsung menyapanya dengan ucapan good morning kali ini Tyas acuh tak acuh dan meneruskan kegiatannya menyapukan  bedak kewajahnya.


Albert menghampiri Tyas dan memeluk nya dari belakang mencoba mencium pipinya namun Tyas yang masih memendam kekecewaan  memaling kan wajahnya dan bangkit dari posisinya. Albert shock dengan sikap Tyas yang tidak seperti biasanya yang manja .


"Honey what's going on?." Seru Albert tanpa merasa bersalah karena telah melewatkan perayaan hari jadi istrinya.

__ADS_1


"What's going on? last night dont you remember is my birth day!."Pekik Tyas mulai berkaca kaca karena suaminya tidak menyadari kesalahannya.


Alih alih minta maaf karena telah melewatkan hari bersejarah istrinya Albert justru  berbalik ngamuk.


"Come on its only birthday  dont  behave like  small kid!." sergah Albert dengan mimik muka kesal.


" Fine its only birth day, my question is  if you on my side  would you still be calm when your partner forget about hah?." Cecar Tyas meradang.


 "I dont have enough time for this kind of ****!." Timpal Albert seraya melenggang masuk  ke kamar mandi.


Melihat reaksi suaminya yang tetap merasa tidak bersalah Tyas menghapus air matanya," Ok kamu akan tahu siapa aku." Ujarnya dalam hati sambil menyunggingkan senyum yang menyeramkan .


 Pertengkaran demi pertengkaran kini menjadi rutinitas di dalam rumah itu, Albert semakin sering pulang malam dan acuh tak acuh  hal ini memicu kecurigaan di hati Tyas  bahwa suaminya sedang terpikat wanita lain.


Namun ia tidak mau asal menuduh jika tidak ada bukti yang valid Tyas berusaha mengatur emosinya dan tetap berusaha melayani suaminya dengan baik.


Saat sedang berada di kamar tidur Tyas berusaha memancing gairah suaminya dengan memberikan cumbuan cumbuan mesra lagi lagi.


Albert menolak padahal biasanya Albert akan langsung menerkamnya bagai singa kelaparan jika sudah di pancing seperti itu.


Degggh! Jantung Tyas berdegup lebih kencang darahnya terasa mendidih mendapat penolakan seperti itu.


"Fix ada yang lain di hatinya." Gerutu Tyas kesal dalam hatinya. Tyas merebahkan dirinya dengan membelakangi badan suaminya fikirannya menerawang kemana mana .


Mencoba mencari tahu di mana letak kekurangannya dari segi wajah dan perhatian , ia merasa sudah all out melayani suaminya sebagai seorang istri.


Tapi dalam hatinya ia tertawa karena ia telah menaruh Gps dan aplikasi pelacak di handphone suaminya.


Albert pulang dari kantor seperti biasanya meski sempat berbasa basi sebentar Tyas mencium ada yang tidak beres.


Benar saja 30 menit berlalu Albert keluar kamar dan sudah berganti pakaian dengan baju casual ia menyambar kunci mobil dan melangkah keluar rumah.


" Where you going honey?." Tanya Tyas berbasa basi.

__ADS_1


" I have an appointment with a friend to hang out at the café." Sahut Albert.


"Can I come with you? I'm bored at home ."Pancing Tyas ia ingin tahu reaksi suaminya.


" I'm really sorry but you cant joint please gave me some space."Elak Albert.


" Ok, have fun" Timpal Tyas mencoba menegarkan diri karena Albert menolak untuk mengajaknya.


Sepeninggal Albert Tyas menukar pakaian nya ia bertekad untuk menemukan bukti bahwa suaminya sedang bermain gila dengan perempuan lain.


Diam Diam ia telah memasang GPS di mobil dan tracker application di handphone suaminya jadi kemanapun suaminya pergi selalu dalam pantauannya.


"Ayu kunci pintu rapat rapat ibu mau pergi mungkin malam ini tidak pulang." Pesan Tyas pada Art nya.


" Baik bu."


Ia membuka smarphone nya ia tersenyum sinis melihat suaminya berada di sebuah cafe ia melaju kan kendaraannya menuju cafe dimana Albert berada.


Ia melakukan penyamaran sehingga tidak ada satupun yang bisa mengenali nya ia masuk ke cafe , ia memilih posisi di pojok agar leluasa mengamati setiap sudut ruangan dalam cafe itu.


Layak nya elang yang sedang mengintai mangsa ia mengedarkan pandangan setiap sudut tanpa terlewatkan.


Matanya nya nyaris melompat keluar saat pandangannya menangkap dua sosok yang amat sangat dia kenal sedang bercengkerama di satu spot dalam cafe itu.


"Wina?.. Teganya kamu." Desis Tyas. Ia sama sekali tidak menyangka teman satu circlenya tega menusuk nya dari belakang.


" Apakah ini adalah karma ku?." Gumam Tyas ia teringat bahwa ia juga menjadi duri dalam daging bagi Amira Prasodjo ibu angkatnya.


Wina dan suaminya tengah bercengkerama senyum menghiasi wajah keduanya begitu sumringah layaknya pasangan yang sedang di landa asmara.


Darahnya berdesir dengan kencang , ia mengepalkan telapak tangannya yang di hiasi kuku panjang dan runcing itu, rasanya ingin mencabik cabik keduanya dengan kuku panjang nya itu.


Namun Tyas adalah wanita cerdas ynag penuh dengan trik ia menghela nafas panjang untuk meredakan emosinya lagi lagi ia tersenyum yang hanya dia yang tahu arti dari senyuman itu.

__ADS_1


Setelah membayar minumannya ia keluar dari cafe itu namun ia tidak menuju kerumah ia pergi menemui seseorang untuk memesan sesuatu.


__ADS_2