Mendadak Jadi Sosialita

Mendadak Jadi Sosialita
Ternyata


__ADS_3

Saat ia menuju dapur untuk mengambil air minum Tyas di kejutkan dengan pesan di secarik kertas yang sepertinya tulisan tangan Ayu Art nya itu.{ Maaf  ini adalah karma anda!,  saya tahu anda adalah dalang di balik   kematian suami anda jangan cari saya atau kebusukan anda saya bongkar!} tulisan itu di tulis dalam huruf kapital dengan tanda seru yang banyak sekali.


Tyas  gemetaran membaca isi pesan yang di tulis Artnya itu nafasnya memburu di remasnya kertas itu  dengan perasaan  marah yang meledak ledak.


" Ayuuuu! berani beraninya kamu bermain main dengan  aku!."  Pekiknya histeris , ia terduduk  menggelosor di lantai dapurnya   tangisnya pecah  ia merasa dunianya benar benar kacau semua  tampak menyerang dirinya saat ini.


Ia segera bangkit mengusap air matanya nafasnya memburu karena ledakan emosi di dalam hatinya.


Dengan kasar ia menscrool kontak di smartphonenya untuk mencari nomor bli Made orang yang telah menghubung kannya dengan Ayu kala itu.


" Selamat siang ibu Alisha."Sapa Bli Made terdengar sangat santun dan ramah.


" Selamat siang Bli.." Tyas segera menjelaskan maksud nya.


Tanpa menaruh curiga sedikitpun Bli Made memberikan alamat rumah kedua orang tua Ayu Tyas sudah berniat untuk memberikan pelajaran pada Art nya itu.


Dengan menumpang Taxi online dia mendatangi rumah orang tua Ayu yang terletak di pinggiran kota ,  tidak butuh waktu lama ia  sudah berdiri di depan rumah  berasitektur bali yang megah  Tyas terpaku cukup lama di depan rumah itu ia ragu apakah benar itu rumah kediaman   Ayu artnya itu


" Permisi." Seru TYas dari luar pintu hatinya kembali di  sergap keraguan akan kebenaran informasi yang di berikan Bli Made tentang rumah kediaman Ayu. Saat is tengah asik dengan pikirannya ia di kejut kan dengan sosok seorang ibu   yang  sudah berdiri di depannya.


" Cari siapa?." Sapa perempuan itu dalam logat bali yang ramah .


" Maaf bu apa benar ini kediaman Ayu?." Jawab Tyas

__ADS_1


Perempuan itu memandangi Tyas dari atas  kepala sampai keujung kaki dengan pandangan menyelidik  dan penuh rasa curiga  air muka perempuan itu berubah menjadi tidak bersahabat setelah mendengar siapa orang yang ia cari.


Perempuan itu hendak menutup pintu rumah itu kembali, namun Tyas   sempat memasukan  tangannya ke sela pintu dan akhirnya terjadi  aksi saling dorong mendorong diantara keduanya.


"Pergi kamu! kamu salah  alamat.!." Usir  perempuan setengah baya itu  dengan ketus  sambil mendorong tangan Tyas dengan sekuat  tenaga Tyas hingga membuat Tyas terjengkang.


"Baik  kalau begitu  saya akan   melaporkan Ayu ke polisi polisi." Ujar Tyas setengah berteriak sambil berusaha bnagkit dari posisinya.


Mendengar kata polisi  membuat perempuan itu urung menutup pintu ia ,kembali membuka pintu itu dan bertanya pada Tyas.


"Apa maksud kamu dengan melaporkan  Ayu pada polisi?." Tanyanya  dengan nada yang sedikit melunak.


Tyas menceritakan ia mencari Ayu karena karena Ayu adalah dalang perampokan di rumahnya.


"Tidak mungkin  Ayu begitu, dia anak yang baik ..pergi !." Bu sukma bersikeras menolak semua apa yang Tyas ucapkan tentang Ayu.


 Dengan berbekal  alamat dari bu Sukma Tyas   menuju  ke alamat  yang ternyata tidak jauh dari kediaman orang tua Ayu.


Tok.. Tok ..Tok!


  Tyas mengetuk rumah itu berkali kali  , tak  kunjung  ada  tanda  tanda akan di bukakan   sejenak tyas  berfikir  bahwa bu sukma membohongi dirinya dengan memberikan alamat palsu namun dugaan nya ternyata salah karena   pintu pagar yang terbuat dari kayu jati itu perlahan bergeser.


Alangkah terkejutnya Tyas saat tahu siapa  yang membuka pintu itu seseorang yang amat sangat dia kenal teman satu circlenya  di geng sosialitnya Amy!, sama halnya dengan Tyas Amy pun tampak shock melihat siapa yang berdiri di depan rumahnya.

__ADS_1


"Alisha?." Ujar Amy tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya  namun ia berusaha mengatasi rasa terkejutnya dengan  tatapan yang menantang kearah Tyas.


 " Ada apa kamu kesini?." Tanya nya dengan nada yang tidak suka.


" Ada apa aku kesini? justeru aku yang seharusnya bertanya  sedang apa kamu disini atau  jangan jangan kamu yang memperalat Ayu?." Bentak Tyas.


Amy tampak geram  dengan sikap Arogan Tyas yang di kenalnya  dengan nama Alisha."  Kalau seandainya benar apa yang mau kamu lakukan hah?! dasar pembunuh manusia licik!."  Cecar Amy tak kalah sengit. Darah Tyas mendidih adrenalinnya menjadi naik karena merasa tertantang  mendengar kata kata Amy ia merangsek  maju kearah Amy dan segera melakukan serangan.


Amy  yang tidak  menduga akan mendapat serangan brutal  hendak lari  masuk kedalam namun langkahnya kalah gesit dengan Tyas yang  sudah terlebih dahulu mencengkeram baju nya.


"Dasar kurang ajar ajar kamu,  kamu iri  dengan kehidupan aku hah!." Pekik Tyas sambil terus melayangkan tamparan ke wajah Amy, Amy pun tidak mau kalah berkali kali ia melayang kan tendangan ke tubuh Tyas.


Kedua perempuan cantik itu kini terlihat saling baku hantam  hingga menimbulkan suara berisik akibat teriakan dari kedua nya  tampaknya suara berisik di depan  membuat Ayu terpancing keluar, Ia terperangah melihat majikan nya terlibat baku hantam ia bingung harus di pihak siapa.


Ayu hanya bisa berdiri mematung sambil ketakutan menyaksikan kedua perempauan cantik itu saling menyerang satu sama lainnya." Tolong berhenti ..tolong berhenti! ." Jerit Ayu tampak ketakutan wajahnya terlihat pucat pasi, mendengar suara Ayu Tyas menghentikan serangannya kedua wanita itu menggelepar di lantai garasi dengan keadaan yang awut awutan, dengan nafas yang ngos ngosan.


Amarah Tyas kembali meledak ia berusaha bangkit dan menyerang Ayu yang dianggap nya sebagai pengkhianat.


" Kurang ajar kamu , tidak tahu diri saya perlakukan kamu dengan sangat baik begini balasan kamu?." Pekik Tyas tepat di depan wajah Ayu  yang membuat Ayu semakin ketakutan.


" Maafkan saya bu , saya hanya di suruh bu Amy." Ujar Ayu dengan suara gemetar sambil menunjuk kearah Amy yang masih terduduk lesu bersandar di samping mobil Tyas yang di larikannya.


Plaak!

__ADS_1


Tyas melayang tamparan yang cukup ke arah  kewajah Ayu, saat Tyas hendak melayangkan tamparan untuk ke dua kalinya Amy berteriak  mencegah nya.


" Hentikan bukan salah dia, aku yang menyuruh dia melakukan semuanya lepaskan dia!."Seru Amy sambil bangkit berdiri menghampiri keduanya Tyas mendorong tubuh Ayu, hingga tubuh ringkih Ayu tak urung terjerembab  ke lantai garasi rumah Amy.


__ADS_2