
Saat ia menuju dapur untuk mengambil air minum Tyas di kejutkan dengan pesan di secarik kertas yang sepertinya tulisan tangan Ayu Art nya itu.{ Maaf ini adalah karma anda!, saya tahu anda adalah dalang di balik kematian suami anda jangan cari saya atau kebusukan anda saya bongkar!} tulisan itu di tulis dalam huruf kapital dengan tanda seru yang banyak sekali.
Tyas gemetaran membaca isi pesan yang di tulis Artnya itu nafasnya memburu di remasnya kertas itu dengan perasaan marah yang meledak ledak.
" Ayuuuu! berani beraninya kamu bermain main dengan aku!." Pekiknya histeris , ia terduduk menggelosor di lantai dapurnya tangisnya pecah ia merasa dunianya benar benar kacau semua tampak menyerang dirinya saat ini.
Ia segera bangkit mengusap air matanya nafasnya memburu karena ledakan emosi di dalam hatinya.
Dengan kasar ia menscrool kontak di smartphonenya untuk mencari nomor bli Made orang yang telah menghubung kannya dengan Ayu kala itu.
" Selamat siang ibu Alisha."Sapa Bli Made terdengar sangat santun dan ramah.
" Selamat siang Bli.." Tyas segera menjelaskan maksud nya.
Tanpa menaruh curiga sedikitpun Bli Made memberikan alamat rumah kedua orang tua Ayu Tyas sudah berniat untuk memberikan pelajaran pada Art nya itu.
Dengan menumpang Taxi online dia mendatangi rumah orang tua Ayu yang terletak di pinggiran kota , tidak butuh waktu lama ia sudah berdiri di depan rumah berasitektur bali yang megah Tyas terpaku cukup lama di depan rumah itu ia ragu apakah benar itu rumah kediaman Ayu artnya itu
" Permisi." Seru TYas dari luar pintu hatinya kembali di sergap keraguan akan kebenaran informasi yang di berikan Bli Made tentang rumah kediaman Ayu. Saat is tengah asik dengan pikirannya ia di kejut kan dengan sosok seorang ibu yang sudah berdiri di depannya.
" Cari siapa?." Sapa perempuan itu dalam logat bali yang ramah .
" Maaf bu apa benar ini kediaman Ayu?." Jawab Tyas
__ADS_1
Perempuan itu memandangi Tyas dari atas kepala sampai keujung kaki dengan pandangan menyelidik dan penuh rasa curiga air muka perempuan itu berubah menjadi tidak bersahabat setelah mendengar siapa orang yang ia cari.
Perempuan itu hendak menutup pintu rumah itu kembali, namun Tyas sempat memasukan tangannya ke sela pintu dan akhirnya terjadi aksi saling dorong mendorong diantara keduanya.
"Pergi kamu! kamu salah alamat.!." Usir perempuan setengah baya itu dengan ketus sambil mendorong tangan Tyas dengan sekuat tenaga Tyas hingga membuat Tyas terjengkang.
"Baik kalau begitu saya akan melaporkan Ayu ke polisi polisi." Ujar Tyas setengah berteriak sambil berusaha bnagkit dari posisinya.
Mendengar kata polisi membuat perempuan itu urung menutup pintu ia ,kembali membuka pintu itu dan bertanya pada Tyas.
"Apa maksud kamu dengan melaporkan Ayu pada polisi?." Tanyanya dengan nada yang sedikit melunak.
Tyas menceritakan ia mencari Ayu karena karena Ayu adalah dalang perampokan di rumahnya.
"Tidak mungkin Ayu begitu, dia anak yang baik ..pergi !." Bu sukma bersikeras menolak semua apa yang Tyas ucapkan tentang Ayu.
Dengan berbekal alamat dari bu Sukma Tyas menuju ke alamat yang ternyata tidak jauh dari kediaman orang tua Ayu.
Tok.. Tok ..Tok!
Tyas mengetuk rumah itu berkali kali , tak kunjung ada tanda tanda akan di bukakan sejenak tyas berfikir bahwa bu sukma membohongi dirinya dengan memberikan alamat palsu namun dugaan nya ternyata salah karena pintu pagar yang terbuat dari kayu jati itu perlahan bergeser.
Alangkah terkejutnya Tyas saat tahu siapa yang membuka pintu itu seseorang yang amat sangat dia kenal teman satu circlenya di geng sosialitnya Amy!, sama halnya dengan Tyas Amy pun tampak shock melihat siapa yang berdiri di depan rumahnya.
__ADS_1
"Alisha?." Ujar Amy tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya namun ia berusaha mengatasi rasa terkejutnya dengan tatapan yang menantang kearah Tyas.
" Ada apa kamu kesini?." Tanya nya dengan nada yang tidak suka.
" Ada apa aku kesini? justeru aku yang seharusnya bertanya sedang apa kamu disini atau jangan jangan kamu yang memperalat Ayu?." Bentak Tyas.
Amy tampak geram dengan sikap Arogan Tyas yang di kenalnya dengan nama Alisha." Kalau seandainya benar apa yang mau kamu lakukan hah?! dasar pembunuh manusia licik!." Cecar Amy tak kalah sengit. Darah Tyas mendidih adrenalinnya menjadi naik karena merasa tertantang mendengar kata kata Amy ia merangsek maju kearah Amy dan segera melakukan serangan.
Amy yang tidak menduga akan mendapat serangan brutal hendak lari masuk kedalam namun langkahnya kalah gesit dengan Tyas yang sudah terlebih dahulu mencengkeram baju nya.
"Dasar kurang ajar ajar kamu, kamu iri dengan kehidupan aku hah!." Pekik Tyas sambil terus melayangkan tamparan ke wajah Amy, Amy pun tidak mau kalah berkali kali ia melayang kan tendangan ke tubuh Tyas.
Kedua perempuan cantik itu kini terlihat saling baku hantam hingga menimbulkan suara berisik akibat teriakan dari kedua nya tampaknya suara berisik di depan membuat Ayu terpancing keluar, Ia terperangah melihat majikan nya terlibat baku hantam ia bingung harus di pihak siapa.
Ayu hanya bisa berdiri mematung sambil ketakutan menyaksikan kedua perempauan cantik itu saling menyerang satu sama lainnya." Tolong berhenti ..tolong berhenti! ." Jerit Ayu tampak ketakutan wajahnya terlihat pucat pasi, mendengar suara Ayu Tyas menghentikan serangannya kedua wanita itu menggelepar di lantai garasi dengan keadaan yang awut awutan, dengan nafas yang ngos ngosan.
Amarah Tyas kembali meledak ia berusaha bangkit dan menyerang Ayu yang dianggap nya sebagai pengkhianat.
" Kurang ajar kamu , tidak tahu diri saya perlakukan kamu dengan sangat baik begini balasan kamu?." Pekik Tyas tepat di depan wajah Ayu yang membuat Ayu semakin ketakutan.
" Maafkan saya bu , saya hanya di suruh bu Amy." Ujar Ayu dengan suara gemetar sambil menunjuk kearah Amy yang masih terduduk lesu bersandar di samping mobil Tyas yang di larikannya.
Plaak!
__ADS_1
Tyas melayang tamparan yang cukup ke arah kewajah Ayu, saat Tyas hendak melayangkan tamparan untuk ke dua kalinya Amy berteriak mencegah nya.
" Hentikan bukan salah dia, aku yang menyuruh dia melakukan semuanya lepaskan dia!."Seru Amy sambil bangkit berdiri menghampiri keduanya Tyas mendorong tubuh Ayu, hingga tubuh ringkih Ayu tak urung terjerembab ke lantai garasi rumah Amy.