
Tyas tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauan abang angkatnya karena kartu nya sudah di pegang oleh Harsha.
Ia khawatir jika menolak maka kebusukannya akan sampai di telinga ibu angkatnya.Malam itu dia melayani nafsu birahi abang angkatnya yang sejujurnya juga sangat tampan.
Setelah puas melampiaskan nafsu birahinya Harsha tidak segera keluar dari kamar adik angkatnya itu.
Ia beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri sesaat kemudian Harsha telah duduk di sofa di sudut kamar adik angkatnya itu.
Di hisap nya asap rokok kretek itu dalam dalam Hembusan asap rokok itu memenuhi kamar membuat kamar Tyas pengap. Matanya menatap tajam kearah Tyas yang masih tergolek di atas ranjang.
" Tyas.. Sudah berapa lama kamu bermain gila dengan papa?." Tanya nya datar, ia tahu bahwa Tyas sudah sadar dari pengaruh alkohol.
" Selama ibu mengunjungi kamu."Sahut tyas tanpa beban.
" Kamu sering diajak mama keluar kamau tahu kan tentang kebejatan mama?." Sambung Harsha lagi sambil kembali menghembuskan asap rokok dari lubang hidung dan mulutnya.
Tyas syok mengetahui bahwa abang angkat nya sesungguhnya tahu kebobrokan orang tuanya.Tyas mencoba bangkit dari posisinya namun rasa pengar membuat dia kembali tergolek.
Harsha dengan cekatan membantunya untuk bangkit.
" Tunggu aku ambil kan juice jeruk supaya pengar nya berkurang." Harsha beranjak keluar kamar dan turun ke lantai satu untuk mengambil juice jeruk kemasan.
Namun saat kembali kekamar dia tidak mendapati Tyas di kasur.
" Tyas.. Are you okay." seru Harsha sedikit khawatir.
" I'm okay." Sahut Tyas dari dalam kamar mandi.
Sesaat kemudian Tyas keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono .
" Nich minum, by the way kamu ngantuk tidak, bisa temani aku ngobrol?." Pinta Harsha seraya menunjuk juice jeruk kemasan di meja Rias.
"Thank.. saya tidak ngantuk lagian besok tidak ngantor. Sahut Tyas sambil mencolokan kabel hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.
" Jadi Kamu tahu semua perbuatan kedua orang tua mu?." Celetuk Tyas di sela sela kegiatan mengeringkan rambutnya.
" Ya itu sebab nya aku dan andrew memilih study di Uk."
"Tuhan tidak adil kenapa aku dan adik ku mesti terlahir di keluarga laknat ini." Dengus Harsha penuh amarah.
Tyas mematikan Hairdryer dan membalikan badannya kini mereka duduk berhadapan.ia menatap abang angkatnya .
__ADS_1
" Sorry untuk semua yang sudah saya lakukan.. Semua terjadi begitu saja."Ujar Tyas lirih
" Kamu tidak perlu minta maaf sebelum kamu hadir di keluarga ini ,keadaannya memang sudah Chaos ." Timpal Harsha.
Mereka ngobrol hingga fajar menyingsing di ufuk timur.
Tyas mencuri curi pandang ke arah wajah abang angkatnya itu, wajah tampan dan sangat manly tapi seperti ada luka di sorot matanya yang setajam elang.
" Terus bagaimana study kamu disana kapan selesai."
" Kamu fikir aku serius kuliah disana?. Aku hanya menghindar dari pada muak melihat keluarga laknat ini." Timpal Harsha.
Tyas menghela nafas dalam dia tidak habis fikir Sekelam ini cerita di dalam keluarga Prasodjo yang di mata orang adalah keluarga terhormat.
Sekaligus miris dengan kelakuan anak keluarga Prasodjo di saat orang lain berjuang keras untuk bisa merasakan bangku kuliah, bahkan sekedar mengecap pendididikan yang layak tapi mereka menyepelekan fasilitas yang mereka dapat.
"Jadi rencana selanjutnya apa? Apa kamu mau kembali ke sana?."
" Entah lah .."Timpal Harsha seraya menggilas puntung rokok di asbak.
Harsha beranjak keluar dari kamar Tyas tanpa sepatah kata pun.
Ia memutuskan membuka jendela kamarnya dan membiarkan udara pagi masuk agar terjadi sirkulasi udara di .Kamarnya yang terasa pengap akibat asap rokok.
Matanya menerawang melihat pemandangan sekitar namun yang hanya atap atap rumah penduduk sekitar yang tertangkap oleh matanya.
Tanpa terasa waktu terus berjalan matahari mulai menunjukan taring nya hawa khas jakarta terasa memulai menusuk kulit Tyas yang sehalus sutra.
Ia teringat bahwa ada janji siang ini untuk mengantarkan pesanan tas dan berlian dari koleganya bergegas ia berganti pakaian dan memoles wajah ayunya dengan sapuan make up tipis.
Saat turun kelantai bawah Abang angkatnya tengah menikmati sarapan di meja makan.
" Mau kemana kamu ."Seru abang angkatnya.
Tyas menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah meja makan.
Jantung nya berdegup kencang ia kini dapat melihat dengan jelas badan abang angkatnya nya yang atletis, dan dada bidang itu di tumbuhi bulu bulu halus .
Tyas dapat melihat jelas karena abang angkatnya itu hanya menggunakan singlet tampaknya baru saja selesai fitness.
Sebuah perpaduan sempurna tubuh yang kekar atletis di padu dengan wajah yang tampan dengan jambang yang tercukur rapi
__ADS_1
Tyas teringat dengan dada bidang ayah angkatnya yang juga di tumbuhi bulu bulu halus.
Gleek..
Tak urung Tyas menelan ludah saat teringat dada bidang ayah angkatnya.
" Ada janji dengan teman." sahutnya seraya meneruskan langkahnya.
Tidak lama Tyas memarkirkan mobilnya di depan rumah koleganya.
" Ini asli kan jeng." Celetuk pelanggan setianya.
Tak urung celetukan pelanggannya itu membuat hatinya kecut ,tapi ia segera menguasai keadaan agar pelanggan nya tidak curiga.
" Off course ,tidak mungkin saya jual barang palsu, basic saya ini lawyer loch jeng jangan lupa."Sahut Tyas berusaha mengintimidasi pelanggan nya.
Mendengar jawaban Tyas pelanggannya merasa tidak enak hati.
" Ya ampun jeng jangan tersinggung dong saya kan hanya nanya saya percaya kok hi hi hi." Timpal pelanggan nya sambil tertawa kecil.
Setelah terdengar notif ada transferan masuk pembayaran Tyas segera pamit undur diri.
" Saya tidak bisa lama lama jeng ,terima kasih loh ya sudah menjadi pelanggan setia."Tyas ber basa basi
" Iya jeng sama sama hati hati di jalan."
Dalam perjalan pulang Tyas menghubungi salah satu agen property di bali diam diam dia membeli aset di sana semua sudah Tyas prepare dengan matang.
Ia sadar tidak selamanya apa yang ia lakukan akan berjalan mulus. Untuk itulah ia merencanakan segala sesuatunya dengan perhitungan yang sangat matang.
" Selamat pagi saya dengan Alisha Prasodjo bagaimana dengan progres pembangunannya pak?." Tanya nya pada agen property di pulau bali itu.
" Selamat pagi bu Alisha sudah 90 persen , satu bulan lagi sudah bisa serah terima kunci."Sahut agen property yang ia percayai.
" Baik keep contact ya pak."
" Baik bu Alisha."
Untuk sebagian orang Tyas menggunakan identitas palsu yang ia buat setelah tinggal di keluarga Prasodjo hanya sebagian kecil yang tahu identitas asli Tyas.
Tyas memang cerdas dan penuh perhitungan meski kini ia telah bergelimang uang namun hatinya belum merasa puas.
__ADS_1