
"Aku tahu semua rahasia mu kamu adalah dalang tunggal di balik kematian suami mu," Cetus Amy saat mereka kembali berhadapan, hati Tyas ketar ketir mendengar ucapan Amy namun ia tidak ingin lawannya tahu jika ia merasa terintimidasi.
" Jangan asal bicara kamu, apa kamu punya bukti yang valid? kamu bisa aku tuntut!." Tantang Tyas, Amy tersenyum sinis mendengar gertakan Tyas ia tahu, Tyas sesungguhnya sedang merasa terancam.
"Hahhaahhah, bukti? fine aku kasih buktinya !."
Amy masuk kedalam rumahnya berapa saat ia sudah kembali dengan memakai sarung tangan dan di tangannya ada botol berisi cairan bening , Jantung Tyas berdegup dengan kencang ketika melihat apa yang di pegang Amy.
" Kamu kenal kan dengan botol ini? ini yang mengantarkan suami mu ke alam baka." Ucap Amy sambil tersenyum menyeringai.
" Jaga mulut kamu! ." Meskipun ia merasa sakit hati atas pengkhiantan yang di lakukan mendiang suaminya namun entah mengapa hati nya terasa sakit mendengar kata kata Amy.
Didalam hatinya ia merutuk mengapa ia begitu bodoh sehingga begitu teledor dengan barang bukti yang bisa saja menyeretnya kepenjara.
sejenak ia berusaha mengingat ingat sesuatu, akhirnya dia ingat kalau dia telah memerintahkan artnya itu untuk membuang tas itu.
Matanya tampak beringas menatap kearah artnya itu, ia bertanya tanya dalam hati mengapa artnya masih menyimpan tas itu alih alih membuangnya seperti yang ia perintahkan
" Maaf bu saya tidak membuang nya karena tas itu sangat bagus jadi saya simpan, saya tidak tahu kalau ada botol itu." Celetuk Ayu menimbrung pembicaraan diantara keduanya.
"Ayuuu! kamu benar benar ya."Seru Tyas menahan emosi sebelum Amy segera melindungi Ayu dengan badannya dari serangan Tyas.
" Sekarang Apa mau mu!." Ujar Tyas matanya tajam mengawasi Amy ia mencari celah supaya Amy lengah untuk merebut botol itu dari tangan nya Namun Amy sepertinya sudah memperhitungkan segala sesuatunya.
" 2 milyar barang bukti aku musnahkan sekarang juga di depan mu." Ucap Amy seenak udelnya.
__ADS_1
" Gila kamu!, itu bukan jumlah uang yang sedikit." Gerutu Tyas
" Kenapa uang Asuransi mendiang suami mu jumlahnya fantastis bukan? 2 milyar aku rasa bukan masalah buat kamu!."
Tyas tampak terdiam beberapa saat ,ya uang yang di sebutkan Amy memang terbilang sedikit jika di lihat dari seluruh aset peninggalan mendiang suaminya.
Yang membuatnya ragu adalah apakah Amy bisa di percaya? Ia takut setelah ia memberikan uang itu ia akan menjadi atm berjalan Amy.
"Gimana, pilih keluarkan 2 milyar atau kamu membusuk di penjara."Ujar Amy lagi.
"Ok fine aku transfer uang mukanya dan sebagian lagi cash, sekarang kita ke bank untuk tarik tunai." Sahut Tyas namun di benak nya sudah tersusun sebuah rencana jahat.
Agar tidak terlihat ada yang terlihat janggal ia rela mengeluarkan sejumlah uang sebagai pancingan , tidak lama ia mentransfer sejumlah uang ke rekening Amy sebagai uang muka.
Sepanjang perjalanan mereka tidak banyak terlibat pembicaraan asyik dengan jalan pikiran masing masing.
Amy tampak menggenggam erat tas Tyas yang di dalam nya terdapat barang bukti kematian mendiang suamin nya itu, di dalam benak Amy sudah terbayang apa yang ia bisa lakukan dengan uang yang akan ia dapat.
Meski sejujurnya di dalam hati Amy sudah di hinggapi perasaan tidak enak mengingat ia tidak mengenali jalan jalan yang di lalui, namun ia memilih untuk tetap tenang dan berdoa semoga Tyas tidak berbuat aneh aneh.
Amy tampak terkejut ketika menyadari bahwa mereka telah berhenti di dekat sebuah lahan kosong yang menyerupai savana dengan rumput ilalang setinggi lutut orang dewasa di kelilingi tebing yang curam dan sekitarnya tampak sunyi sepi .
Tyas terlebih dulu turun dan berteriak teriak seperti orang tidak waras berputar putar sambil merentangkan tangan, tidak lma Amy pun menyusul turun.
"Kenapa kita berhenti disini bukan kah kita mau ke bank?." Tanya Amy dengan perasaaan tidak mnegerti mengapa tyas membawanya ke tempat ini.
__ADS_1
" Sebentar aku perlu udara segar untuk merefresh otak ku, tidak usah takut aku biasa kesini untuk healing " Sahut Tyas berusaha sesantai mungkin ia pura pura merentangkan tangan membiarkan hembusan angin menerpa rambut panjang nya kemudian memejamkan matanya seolah olah sedang menikmati susana alam sekitar.
Melihat tingkah Tyas akhirnya Amy merasa tenang, ia yakin bahwa Tyas memang sedang butuh merefresh fikirannya ia pun mengikuti apa yang di lakukan Tyas dengan polosnya.
'Woow i"am so amaze ." Teriaknya , diam diam Tyas melirik kearah nya dan menyeringai, " Dasar bodoh!." Desis Tyas, perlahan Tyas menggeser tubuh nya ia meraih sebuah batu karang runcing berurukan cukup besar.
Tanpa menunggu waktu sekuat tenaga ia
hantamkan batu itu ke belakang kepala Amy.
Praaak!
Suara batu yang beradu dengan tulang tengkorak kepala Amy terasa mengerikan darah segar mengucur deras dari kepala bagian belakang Amy, tubuhnya terlihat limbung ia terlihat kesakitan sambil memegang kepala bagian belakang.
" Arrr gggh!." Erang Amy kesakitan Tyas langsung mendorong tubuh Amy kedasar jurang yang terjal yang di tumbuhi semak belukar dan pohon pohon yang tinggi. yang Tyas yakin tidak pernah di jamah oleh manusia sebelum nya.
Tyas memandangi tubuh Amy ynag terguling guling menuruni tebing terjal itu hingga akhirnya tidak terlihat lagi. "Sudah ku bilang, jangan pernah bermain main dengan aku!." desis Tyas sambil menyeringai ia segera membuka mobil teringat dengan tas yang berisi cairan beracun yang bisa membawanya kepenjara itu. ia meraih tas itu dan melemparkannya kebawah menyusul jasad Amy.
Setelah semua di rasa aman ia masuk mobilnya hendak meninggalkan tempat itu, sejenak ia duduk terdiam menyandarkan kepalanya kebelakang tatatpannya kosong, hidup nya benar benar terasa hampa.
Tyas sadar betul apa yang telah mengantarkannya di titik ini , ambisi !ya ambisi nya membuat ia menjadi manusia yang menghalalkan segala cara.
"Aapa yang sudah aku lakukan?arghhhhhhh!." Ucapnya dengan tangan dan suara yang gemetar ia buru buru menurun kan hand rem dan perlahan ia memundurkan mobilnya hendak memutar namun karena grogi , kakinya refleks menginjak pedal gas dalam dalam.
Alhasil mobil melaju kearah jurang dengan tidak terkendali akhirnya mobil itu terguling guling bebarapa kali sebelum menghantam kedasar jurang dan akhirnya menimbulkan ledakan yang cukup keras.
__ADS_1