
Tujuh hari setelah kematian Albert Tyas sibuk melengkapi dokumen untuk mencairkan kalim polis asuransi Almarhum suaminya.
Namun Tyas salah perhitungan perusahaan Asuransi Albert adalah perusahan Asuransi International mereka tidak begitu saja mencairkan polis asuransi nasabahnya tanpa melalui investigasi mendalam atas kematian clientnya.
Pihak Asuransi merasa curiga pada Tyas mereka menduga Tyas adalah dalang di balik peristiwa kematian nasabah mereka.
Bukan tanpa alasan nilai asuransi Nasabahnya sangat fantastis jadi kecurigaan mereka sangat mendasar.
Polisi segera menjemput Tyas di kediamannya atas laporan yang di ajukan pihak asuransi.
Namun mereka tidak tahu yang mereka hadapi adalah bergelar master hukum dan mantan pengacara yang cukup di perhitungkan di jakarta.
Berbekal latar belakang pendidikan dan profesinya dulu dengan mudah Tyas dapat berkelit dari pertanyaan dari penyidik yang cenderung menjebak dan berputar putar di situ situ saja.
Berkat kelihaiannya menjawab pertanyaan penyidik dan tidak kuatnya bukti yang di ajukan pihak asuransi akhirnya Tyas dibebaskan.
Setelah melalui proses yang panjang dan berliku akhirnya pihak asuransi setuju untuk mencairkan polis asuransi mendiang suaminya
Tyas terperangah melihat nominal transferan dari pihak Asuransi jumlahnya bisa untuk hidup bertahun tahun tanpa perlu bekerja. Ditambah lagi dengan aset lain peninggalan Almarhum suaminya.
Disisi lain tidak ada sedikit pun rasa penyesalan dihati Tyas atas apa yang terjadi pada suaminya dan teman satu circlenya.
Ia terus mengikuti jalannya persidangan terkait kematian suaminya yang sebenarnya ia adalah dalang tunggal di balik peristiwa itu.
Wina harus membayar mahal atas pengkhianatan yang di lakukannya karena semua bukti bukti memang mengarah padanya.Begitu rapi permainan Tyas sehingga ia lolos dari jerat hukum.
Hari ini ia menghadiri sidang atas kematian suaminya itu sebagai saksi karena dendamnya yang mendalam ia sengaja memberikan jawaban yang membuat posisi Wina semakin terpojok.
" Saudara saksi bisa di jelaskan kronologi kejadian nya?."Tanya hakim ketua.
Dengan lancar Tyas memberikan keterangan lagi lagi ia gunakan ilmunya untuk menjatuhkan lawan nya .
Hakim ketua manggut manggut dan merasa yakin dengan jawaban Tyas karena mereka tidak tahu latar belakang Tyas sebagai seorang pengacara.
Yang kadang bisa membuat yang benar tampak salah dan yang salah tampak benar.
Terlebih lagi Tyas memberikan foto foto keduanya saat mereka tengah kencan.
__ADS_1
" Saya rasa sebenarnya Wina ingin meracuni saya Yang Mulia, namun salah sasaran yang bersangkutan mengira bahwa kopi itu adalah milik saya."
" Namun faktanya kopi itu adalah milik mendiang suami saya." Jawab Tyas sambil melirik kearah Wina.
Mendengar keterangan Tyas, Wina merasa geram ia tidak menyangka jika temannya itu tega memfitnahnya.
Wina hanya sanggup tertunduk selama persidangan ia tampak kurus dan tidak terawat selama dalam tahanan. Di kalangan teman temannya terjadi pro dan kontra ada yang pro ke Wina ada yang pro ke dirinya.
Sore itu mereka kembali berkumpul di sebuah Cafe setelah lama mereka tidak ngumpul karena kasus yang menimpa Wina dan Tyas.
" Ckckck gw tidak nyangka beb Wina akan sejahat itu ya." Ucap Rasti sahabatnya.
" Ya namanya saja manusia beb rambut smaa hitam hati tidak ada yang tahu." Timpal Tyas.
" Tapi Gw masih gak percaya kalau Wina bisa sejahat itu, kalau berselingkuh i dont know ya, tapi kalau untuk membunuh ini benar benar di luar dugaan."
" Gw tahu benar siapa Wina melihat kucing kelaparan saja tidak tega." Celetuk Amy tampak membela Wina.
" Sudah sudah kan proses hukum sedang berlangsung biarkan hukum yang bicara, kita tidak boleh membuat asumsi sendiri."
"Loch gw bukan berasumsi sembarangan tapi berdasarkan fakta, gw mengenal wina dari lama loh." Lanjut Amy lagi masih belum puas.
Mendengar perkataan Amy, Tyas jadi meradang.
" Apa maksud kamu di korban kan? Siapa yang mengorbankan? aku yang kamu maksud?." Cecar Tyas.
" Loh saya tidak menuduh! Kok tersinggung? Merasa ya ?!." Tantang Amy tidak merasa gentar.
" Jelas saya tersinggung dalam kasus ini hanya ada aku dan Wina, kalau bukan aku siapa lagi? yang kamu maksud Pakai logika dong kalau ngomong!." Sergah Tyas ketus.
Melihat suasana jadi semakin tidak kondusif membuat Rasti dan yang lainnya serba salah .
" Hey hey aduh kok jadi ribut sich? kita disini kan untuk enjoy refresh our mind kalau gini malah jadi gak asyik." Rasti menengahi.
" Gw no commen dech karena gw gak tahu duduk permasalahan nya lagian hidup gw udah ribet gw tidak mau meribetkan diri dengan urusan yang gak ada untung nya buat gw."Celetuk Amel.
" Betul apa yang di bilang Amel." Sahut yang lainnya.
__ADS_1
" Daripada berdebat mending kita bersulang, hidup ini sudah ribet jangan dibuat semakin ribet ach."
Cheers!.".Rasti berusaha mencairkan suasana yang sempat memanas
"Cheerss!" sahut yang lain sambil membenturkan gelas masing masing.
Tidak terasa sudah 6 bulan kematian suaminya dan 5 bulan Wina di tahan akhirnya hari ini nasib Wina di tentukan.
Tyas dengan semangat menghadiri sidang pembacaan putusan.
" Dengan Ini menyatakan bahwa Wina Ariana anak dari ahmad junaedi dengan bukti bukti yang di ditemukan dan saksi saksi ."
"Secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan kejahatan sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum maka dengan ini pengadilan memutuskan hukuman penjara semur hidup di potong masa tahanan."
Tok Tok tok! Hakim mengetuk kan palu sebanyak 3 kali dan sidang pun akhirnya di tutup.Di kursi pengunjug Tyas tersenyum menyeringai.
"Itu hukuman untuk pengkhianat."
Tyas yang telah di kuasai Ambisi laknat belum juga merasa puas dengan kehidupannya dengan berbekal uang asuransi dan penjualan aset aset mendiang suaminya ia berniat migrasi keluar negeri.
Negara tujuan nya adalah negara paman Sam.
Ia mengurus visa dan ***** bengek nya demi bisa hidup di negara liberal itu.
Ia berpesan pada Art nya agar menjaga rumahnya, sesekali ia akan pulang dan gajinya akan di transfer tiap bulan.
Akhirnya ia terbang ke amerika dengan modal nekad padahal ia tidak punya teman atau saudara yang tinggal di negara paman Sam itu.
Ia lebih dulu terbang kejakarta kemudia dari sana melanjutkan penerbangan ke Amerika ia sudah mempersiapkan mental karena ini adalah penerbangan terpanjang dalam sejarah hidupnya.
Paramugari menjelaskan bahwa penervangan ini akan transit di negara ynag terkenal dengan bangunan yang menembus langit alias Burj Kalifa alias dubai.
Tyas merasa sangat excited mengetahui hal ini sudah lama ia bercita cita mengunjungi negara sultan hasanah bolkiah namun selalu tertunda.
Kini ia bisa berkunjung ke negara ini walaupun sekedar Transit sebelum melanjutkan penerbangan ke JFK.
Tyas segera terlelap tanpa terasa pesawat telah mendarat di dubai salah satu negara yang ingin dia kunjungi
__ADS_1
Pramugari mengeluarkan woro woro penumpang di persilahkan turun karena pesawat telah sampai di dubai mereka punya waktu sekitar 6 jam sebelum melanjutkan penerbangan.