
Tyas memilih sebuah cafe lain ia tampak gelisah menunggu seseorang yang dia hubungi melalui telfon.
Bolak balik ia melirik jam tangannya karena yang ia tunggu tidak kunjung menampak kan batang hidung nya.
Namun tidak lama orang di tunggu tunggu akhirnya muncul mereka tampak berbisik bisik untuk beberapa saat,kemudian melambaikan tangan kearah waitres untuk membayar minuman yang ia pesan.
Setelah menyelesaikan pembayaran di cafe itu mereka berjalan beriringan keluar dari cafe.
Tyas mengekor di belakang mobil berjenis hardtop itu menyusuri jalan yang berkelok hingga akhirnya berhenti di sebuah bangunan mangkrak di dekat pantai
" Kalau sampai terjadi hal hal yang tidak
dinginkan jangan pernah libatkan saya mengerti?." Tegas lelaki yang selalu menggunakan masker itu.
Tyas mengangguk tanda menyetujui permintaan laki laki itu.
Tyas menyerahkan sejumlah uang ketangan laki laki itu dan beranjak menuju mobilnya .
Didalam mobil ia memandangi botol kecil berisi cairan putih bening dan tidak berbau itu sambil tersenyum sinis.
" Kalian harus menerima akibatnya." Gumamnya sambil memukulkan tangannya ke stir mobil nafasnya turun naik karena ledakan emosi di dalam hatinya.
Sejenak ia terdiam ia sandarkan kepalanya pada sandaran kursi pandangan nya kosong Perlahan airmatanya mengalir.
Tyas tidak menyangka jika Ambisinya mengantarkan nya pada di titik ini , titik dimana ia menjadi manusia yang akan menghalal kan segala cara.
Tanpa terasa waktu beranjak menjelang dini hari Tyas melirik jam 2.00 Ia segera menghidupkan mesin mobilnya dan beranjak meningalkan bangunan mangkrak di tepi pantai itu.
Sesampainya dirumah ia tidak mendapati mobil suaminya " Lanjutkan selagi kamu masih bernafas." Desis Tyas.
Setibanya di dalam kamar ia meraih cairan di dalam botol kecil itu dari dalam tasnya dan menyimpan di tempat yang paling aman.
Menjelang pukul 3 dini hari Albert pulang , Tyas pura pura tidak mengetahui apa yang sebenarnya suaminya lalukan di luar tadi malam.
" How was your reunion honey? Fun?." Tanya nya sambil menyunggingkan senyum kepalsuan.
" Yeahh its fun i miss them so much been long time i didnt see them." Sahut Albert. Kedua manusia itu tengah memainkan perannya dengan sempurna.
__ADS_1
" Honey i miss you so much." Ucap Alex sekeluarnya dari kamar mandi ia menubruk tubuh Tyas dan melancarkan cumbuan cumbuan mesra .
Tyas mengesampingkan rasa kesalnya karena memergoki suaminya yang telah berkencan dengan teman satu circlenya.
Ia terpaksa membalas cumbuan cumbuan dari suaminya dan sesaat mereka telah terlibat dalam permainan panas.
Ia menjalan kan rencananya dengan perhitungan yang sangat matang , selama satu bulan ia melakukan pengintaian berkali kali pula ia memergoki suaminya kencan dengan wanita yang sama Wina! salah satu teman teman di geng sosialitanya.
Ia semakin mantap untuk membalaskan dendamnya pada keduanya terlebih lagi jika suaminya lenyap , kekayaan nya akan jatuh ketangan nya dan masih ada asuransi jiwa yang bernilai fantastis milik suaminya.
Di depan ke duanya Tyas berusaha terlihat semua baik baik saja, ia masih tetap berteman dan kongkow dengan Wina dan pada suaminya ia masih melayani suaminya seperti biasa.
Hingga suatu hari ia melaksanakan aksinya karena sudah tidak bisa lagi menahan emosinya karena pengkhianatan keduanya.
Sore itu ia menjebak keduanya bertemu di cafe .
Ia dan suaminya lebih dulu tiba di cafe ia memesan minuman sambil mengobrol tidak lama ia menghubungi Wina untuk join dengan dirinya.
Setelah minuman datang ia melancarkan aksinya dia menelfon nomor suaminya dengan nomor lain berkali kali sehingga suaminya meminta izin untuk menerima telfon .
"Honey pardon i have to answer this call."Ucap suaminya.
Dengan gemetaran Tyas menuangkan dua tetes cairan yang sangat beracun itu ke gelas minuman suaminya.
Tyas kembali menekan nomor suaminya dari handphone di salam tas nya hingga suaminya kembali minta izin untuk menerima panggilan itu.
Di saat bersamaan Wina tampak sedang menuju kemeja mereka.
"Hai beb apa kabar." Sapa Tyas sambil cipika cipiki .
" Baik beb." Sahut wina berusaha menutupi rasa groginya.
Setelah Wina duduk Tyas menawari nya untuk memesan minuman saat menunggu minumannya datang Wina tampak tertarik dengan Art di kopi milik suami Tyas.
Tanpa di duga Wina mengangkat cangkir kopi milik suaminya untuk memfoto tampilan busanya yang tampak artistik.
"Sempurna sidik jarimu akan mengantarkan mu pada penderitaan yang tidak berujung!." Desis Tyas dalam hati.
__ADS_1
Tidak lama suaminya kembali dengan wajah gusar karena ternyata setelah diangkat tidak ada yang berbicara.
Baik Wina mau pun Albert tampak canggung saat berhadapan Tyas dengan jelas dapat melihat rasa grogi di mata keduanya.
" Eeeh iya beb kenalkan ini suami gw." Ujar Tyas sambil tersenyum
Dengan grogi Wina mengulurkan tangan pada Albert. Dan suaminya pura pura baru bertemu Wina.
" Hallo nice to meet you." Ucap Albert .Tyas menahan mual melihat adegan yang di perankan oleh dua manusia munafik di depannya.
"Yuk minum yuk." Seru wina.
Mereka menyeruput minuman masing masing selang beberapa detik Albert mengeluh pusing dan sesaat kemudian kejang kejang dari mulutnya keluar busa putih yang kental.
Tyas pura pura panik dan menghambur kearah suaminya yang duduk berseberangan dengan dirinya.
" Tolong tolong panggil ambulance Seru Wina dan Tyas berbarengan seisi cafe menjadi kacau orang berlarian kesana kemari untuk memberikan pertolongan.
Tidak lama ambulance pun datang Albert segera di bawa kerumah sakit terdekat. Tyas dan wina menyusul dibelakang Ambulance dengan menumpangi mobil Tyas.
Sesampainya di rumah sakit Albert segera di larikan keruang igd namun selang 10 menit tim medis menyampaikan kalau Albert sudah tidak bernyawa.
Tyas pura pura berteriak Histeris.
" No Honey no! dont leave me alone." Tyas menghambur ke jenazah suaminya yang sudah terbujur kaku.
Polisi berdatangan rupanya pihak rumah sakit menghubungi polisi katena meliaht ada ymag janggal dengan kematian pria malang itu.
Tyas dan wina di mintai keterangan oleh polisi namun Tyas di bebaskan namun tetap harus siap jika sewaktu waktu di butuhkan keterangannya tinggal Wina yang mendekam dalam tahanan.
Wartawan mewawancarai Tyas terkait kematian suaminya, apalagi mereka adalah orang terpandang di bali suaminy pengusaha terkenal.
" Bu boleh di jelaskan bagaimana perasaanya setelah kepergian suami tercinta?." Tanya salah satu wartawan.
" Pertanyaan goblok macam apa itu?! Emang nya apa perasaan kamu kalau di tinggal mati pasangan mu?." Serang Tyas pada wartawan yang mewawancarai nya.
Tak ayal jawaban Tyas membuat nyali wartawan itu menciut.
__ADS_1
" Maaf bu maaf."
" Bikin pertanyaan yang bermutu dong! tidak tahu ya saya sedang berkabung?!." Lanjut Tyas lagi seraya membalikan badan dan bergegas masuk kedalam mobil.