
Brondong itu melirik tuan rumah dengan tatapan penuh arti.
Selama ini Tyas tidak percaya bahwa cerita tante tante kesepian yang arisan dengan hadiah lelaki muda tentu saja berwajah tampan itu benar benar ada.
Tapi kini cerita itu terjadi di depan matanya.
Meskipun ia juga melakukan perbuatan terlarang dengan ayah angkatnya namun tak urung Tyas bergidik ngeri dengan apa yang terlihat di depan matanya sekarang.
Separah ini kah degradasi moral yang terjadi di tengah tengah kaum elit di belantara ibukota?.Sepanjang acara Amira sibuk bercumbu dengan lelaki simpanannya itu melihat adegan itu isi perut Tyas terasa ingin meronta keluar.
Tapi dia segera sadar bahwa ia pun tidak kalah menjijikan dengan ibu angkatnya itu dalam hati ia tertawa licik.Diam diam dia mengambil foto saat ibu angkatnya itu tengah berpelukan dan bercumbu mesra dengan brondong simpanan nya itu.
Tyas Yakin foto itu akan berguna suatu saat nanti.. Tidak lama tuan rumah dan juga ibu angkatnya itu naik ke lantai atas dengan laki laki yang bukan pasangannya.
Satu jam kemudian mereka turun kembali dengan senyum yang mengembang di wajah mereka.
"Gimana jos gak?." Celetuk salah satu dari mereka.
Tuan rumah mengacungkan dua jempolnya dengan wajah yang sumringah.
Tyas benar benar tidak mengerti ternyata di balik megahnya jakarta dengan gemerlap gedung gedung pencakar langit yang berdiri angkuh menjulang tinggi itu. Ada kehidupan yang tidak ubahnya kehidupan manusia primitif yang permisif.
"Welcome to the another level of ibukota" .Lagi lagi Tyas bergumam sekaligus bergidik ngeri tanpa ia sadari sesungguhnya ia pun salah satu bagian dari manusia yang melegalkan sikap permisif.
Setelah puas memadu kasih dan acara berakhir Ibu angkatnya itu mengajaknya pulang dalam perjalanan pulang ibu angkatnya memintanya untuk mampir ke sebuah mall mewah yang tempo hari ia sambangi.
" Tyas kita mamapir ke×××× dulu ya ada yang mau ibu cari." Ujar ibu angkatnya memecah keheningan diantara mereka.
" Baik bu."
Tyas segera mengarahkan mobilnya menujumall mewah sesuai permintaan ibu angkatnya.
Tyas segera mencari parkiran sesampainya di mall tersebut, mereka berjalan beriringan masuk kedalam mall.
Tanpa di duga ibu angkatnya itu membawa ia ke toko berlian yang sama Tyas berdoa dalam hati semoga karyawan toko itu tidak mengenali dirinya.
__ADS_1
Ibu angkatnya itu sibuk memilih milih perhiasan bertahtakan berlian yang terpampang di etalase mewah itu.
Tidak lama ibu angkatnya itu meraih tangannya dan menyematkan cincin di jemarinya.
" Suka tidak?." Ucap ibu angkatnya sambil tersenyum.
Tyas tidak menyangka dia akan mendapat hadiah mewah itu sedikit terkejut dengan terbata bata ia menjawab.
" Su..su ..ka bu.."
" Beb bungkus." Seru Amira prasodjo pada karyawan toko berlian itu.
Tyas serasa bagai mimpi di siang bolong mendapat hadiah mewah itu . Meski tempo hari ayah angkatnya juga memberikan kartu kredit black card padanya dan ia bisa membeli cincin di toko yang sama.
Tanpa di jelaskan Tyas mengerti bahwa itu adalah sebagai tutup mulut. Setelah menyelesaikan transaksi mereka pun keluar dari toko berlian mewah itu dan seperti biasa mereka di perlakukan layaknya raja.
Sementara itu karirnya semakin cemerlang banyak kasus kasus besar yang ia tangani relasi dari kalangan high society pun sudah tidak terhitung lagi.
Uang seperti tidak berharga bagi Tyas karena dengan mudahnya ia mendapatkan nya namun ia tidak mau terlena ia tetap pada komitmen awal nya bahwa mimpi nya harus terwujud.
Pergaulannya semakin luas tidak hanya di kalangan high society tapi juga di kalangan yang boleh di katakan mafia.
Hanya para kolektor sejati dan ahlinya yang dapat melihat perbedaanya.Tyas mulai menawarkan dagangannya itu melalui media sosial pribadinya yang hanya di ikuti oleh orang orang yang setaraf dengan dirinya.
Antusiasme mereka cukup tinggi terlihat dari banyak nya pesanan yang ia terima pundi pundi nya pun makin tebal.Entah mengapa sejak tinggal di rumah keluarga prasodjo dia merasa seperti di naungi dewi fortuna.
Tring!. Notifikasi pesan masuk di smart phonenya.
" Jeng sudah saya transfer ya sisanya, mantap pokoknya semoga kerja sama ini lancar ya." Pesan yang di kirimkan pelanggan berlian palsunya membuat ia tersenyum , meski terbersit rasa khawatir kalau suatu saat kebohongannya akan terbongkar.
" Ok ..makasih ya jeng nanti kalau ada koleksi baru saya kabari." Balasnya
Tapi di sisi lain hidupnya semakin larut dalam gelimang dosa. Kesibukan Amira Prasodjo sebagai woman entrepreuner, pemilik yayasan dan sekaligus kegiatan lainnya. yang banyak menyita waktu tak jarang ibu angkat nya ini meninggalkan suaminya di rumah hanya berdua dengan Tyas dan para pembantu rumah tangga mereka.
Kesempatan ini di manfaatkan sebaik mungkin oleh Tyas dan ayah angkatnya untuk melampiaskan gairah terlarang mereka. Mereka layaknya kekasih yang sedang di mabuk asmara.
__ADS_1
Siang itu mereka tengah melampiaskan hasrat terlarang mereka di kamar tyas karena Amira Prasodjo sedang berada di luar kota sedangkan para pembantu dan sopir serta tukang kebun tinggal di paviliun samping.
Mereka tidak bebas mengakses rumah induk terkecuali untuk urusan pekerjaan ataupun di panggil untuk sesuatu hal.Keadaan ini membuat ayah dan anak angkat merasa bebas meski sempat terpergok oleh Mbok Marni beberapa waktu yang lalu.
Setelah melihat kelakuan ibu angkatnya di luar Tyas semakin merasa tidak bersalah menggantikan tugas ibu angkatnya untuk menyalurkan hasrat biologis ayah angkatnya.
Mereka tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang menyaksikan adegan mesum antara insan yang berlainan jenis yang berstatus sebagai ayah dan anak angkat.
Namun pemilik sepasang mata yang menyaksikan adegan mesum itu memilih untuk bungkam sudah lama dia tahu bahwa hubungan antara ayah dan ibunya tidak sehat. Kemesraan diantara mereka hanya sekedar sandiwara.
Pemilik sepasang mata itu adalah Harsha Prasodjo anak lelaki sulung dari keluarga Prasodjo.
Malam malamnya sering di habiskan untuk menghadiri pesta dari para koleganya. Tyas bagai berubah 1000 derajat Tyas yang sekarang adalah pribadi yang berbeda dengan Tyas yang dulu.
Tyas yang sekarang adalah Tyas seorang lawyer dari sebuah firma hukum terkenal dan hidup hedon.
Seperti biasa Tyas kembali menerima undangan pesta yang mengharuskan ia menenggak minuman beralkohol.
Ia pulang dalam keadaan setengah sadar tidak sempat berganti baju ia langsung Ambruk di kasurnya.
Tiba tiba dia merasakan ada tangan kekar yang bergerilya menggerayangi tubuhnya semula ia mengira bahwa itu adalah ayah angkatnya.
Dengan kekuatan yang tersisa ia berusaha membuka matanya. Betapa terkejutnya ia saat menyadari sosok yang mengerayangi tubuhnya bukan lah ayah angkatnya tetapi adalah Harsha Prasodjo abang angkatnya.
Ia mencoba mengingat ingat sepulang nya dari pesta.
" Bisa bisanya aku lupa mengunci pintu." Gumam nya dalam hati .
Tyas berusaha meronta namun dengan sigap Tangan Harsha menindih tubuhnya dan membekap mulutnya.
" Shhhht diam!.. kamu jangan munafik aku tahu apa yang kamu lakukan dengan papa siang itu."
Mendengar Ucapan abang angkatnya Tyas bagai di sambar petir di siang bolong dia berusaha duduk di atas tempat tidurnya.
" Ka..mu me..lihat se..muanya?." Tanya nya terbata bata
__ADS_1
" Ya.. semuanya tapi tenang rahasia kalian aman selagi kamu mau melayani aku seperti kamu melayani papa." Ucap Harsha sambil tersenyum culas.
Tyas terpaku beberapa saat dia benar benar tidak menyangka bahwa permainan kotornya , di ketahui oleh abang angkatnya yang notabene adalah anak dari lelaki yang sekaligus jadi ayah angkat nya.