Mendadak Jadi Sosialita

Mendadak Jadi Sosialita
Karma


__ADS_3

Karena waktu transit yang tergolong cukup lama Tyas memutuskan keluar dari bandara karena tentunya akan sangat membosan kan selama 6 jam di bandara.


Ia menyetop taxi dan minta diantar ke Burj kalifa


" Sheik mohammed bin rashid boulevard please" Ucap nya pada sopir taxi.


" Oouh burj kalifa?." Sahut sopir


" Yeaah thats right, how much?". Tanya nya.


Tawar menawar berjalan Alot akhirnya karena tidak terjadi kesepakatan Taxi itu berlalu . Tyas melirik jam di ponselnya ia tidak ingin menyia nyiakan kesempatan untuk berkeliling di negara penghasil minyak ini.


beberapa saat kemudian ia sudah berada di dalam taxi sopirnya sangat ramah dan memberi tahu destinasi lainnya selain burj kalifa.


Karena Tyas menyukai tantangan ia langsung membeli tiket entri ke lantai 148 decak kagum tak henti hentinya keluar dari mulut Tyas .


Namun ia segera sadar bahwa waktunya terbatas , setelah puas selfie dan menikmati panorama dari ketinggian gedung mewah itu Tyas kembali ke bandara.


Namun naas saat tiba kembali di bandara pesawatnya sudah terbang dan dia tidak mendapat kompensasi apa pun.


Tyas merasa berang karena merasa di permainkan oleh pihak maskapai ia pun mencak mencak memaki dan menunjuk nunjuk muka petugas counter maskapai tersebut , sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewanya. Yang berakhir dengan di aman kannya ia oleh kepolisian bandaran setempat.


"Let me go! You know what happen to me hah!."Tyas meronta saat petugas bandara memegangi tangannya dan setengah menyeretnya untuk masuk ke kantor untuk diintrogasi.


Ber jam jam ia diintrogasi oleh petugas imigrasi setempat


" Ok i'm so sorry for your Inconvenience but you are not allowed to cursing in public place Mrs." Ujar petugas imigrasi mencoba memberi kan pengertian pada Tyas .


Akhirnya setelah 4 jam di introgasi dan di periksa karena di curigai dalam pengaruh alkohol atas sikapnya yang tidak terkendali akhirnya Tyas di saran kan membeli tiket pulang ke indonesia.


Tyas sudah tidak ada semangat untuk kembali meneruskan perjalanannya ke negara psman Sam dengan lesu akhirnya membeli tiket kembali ke indonesia.

__ADS_1


Setelah 12 jam penerbangan yang melelah kan akhirnya Tyas sampai di jakarta.


"Buyar semua mimpi ku" desisnya dalam hati akibat gagal terbang ke negeri paman Sam.


Tyas segera melangkah menuju ke counter sebuah maskapai di bandara untuk membeli tiket penerbangan ke bali.


," Selamat siang mbak masih ada tiket penerbangan ke bali hari ini?." Tanya nya pada mbak mbak yang bertugas.


" Oouh masih ada bu pukul 3.50 bagaimana mau bu?." Jawab petugas loket demgan ramah.


Tyas mengangguk petugas segera memproses tiket yang diinginkan Tyas.


" Baik bu ..ini tiketnya gate keberangkatannya di gate 4 ya bu terimaka kasih."


Tyas melangkah menuju ruang tunggu di lantai 2 pikirannya kacau balau karena rusaknya planning yang sudah ia susun akibat tertinggal pesawat di dubai.


karena pesawat mengalami delay ia iseng iseng membuka akun medsosnya yang sudah bertahun tahun tidak ia buka.


Isi Dm dari Amira Prasodjo ibu angkatnya itu membuat harga dirinya terinjak injak bagaimana tidak isi dm yang di kirim 6 bulan yang lalu itu isinya caci maki.


Ia tidak mengira wanita sekelas Amira Prasodjo sanggup mengeluarkan kata kata semacam itu rupanya Mbok Marni pembantu keluarga Prasodjo telah membocorkan rahasianya pada Amira.


Dan suami istri itu mereka sedang di ambang Perceraian.Darah Tyas terasa mendidih membaca caci maki dari Amira yang tidak lain adalah ibu angkatnya.


Tangannya mengepal bibirnya bergetar menahan amarah karena Amira prasodjo berani menghina ibu kandung nya.


Tyas tidak terima ibu kandung nya di libatkan atas semua apa yang ia lakukan.


Akhirnya ia memutuskan membalas caci maki ynag di lontarkan Amira Prasodjo mantan ibu angkatnya itu.


" Nyonya Prasodjo yang terhormat sebelum anda berbicara tolong lihat lah cermin."

__ADS_1


"Jika kaca di rumah anda sudah buram biar saya kirim yang baru supaya anda bisa bercermin dengan jelas."


" Jangan pernah libatkan ibu saya atas tindakan saya! Atau anda akan menyesal." Ancam Tyas dalam Dm itu.


Rupanya Amira sedang Active di medsosnya story dan feednya berisi sindiran yang di arahkan pada dirinya.


Rupanya pesannya langsung berbalas


" Apa kamu mengancam saya? Dasar tidak tahu diri, Jangan lupa yang kamu hadapi adalah Amira Prasodjo." Balas mantan ibu angkatnya itu merasa diatas angin.


" Baik! Akan saya ingat baik baik! kita lihat saja siapa yang akan hancur!." Balas Tyas.


Lounge yang terasa sejuk mendadak terasa panas bagi Tyas setelah membaca isi pesan dari mantan ibu angkatnya itu.


" Jangan lupa aib anda ada di tangan saya lengkap dengan foto dan video." Balas Tyas lagi sesaat sebelum ia menonaktifkan smart phone dan akun medsosnya.


Tyas gemetar saat mengirim pesan  terakhir ia sadar betul siapa yang di hadapinya  tentunya dengan uang dan kekuasaan  apapaun bisa di lakukan oleh Amira prasodjo. Tapi prinsip Tyas adalah tidak ada satupun mahluk di muka bumi ini yang boleh menghina ibunya, kebejatan dirinya semata mata murni kesalahannya tidak ada sangkut pautnya dengan  keluarganya apalagi ibunya.


Saat berada di dalam pesawat fikirannya benar benar kacau selain rencananya yang gagal total, tapi juga  isi dm dari mantan ibu angakatnya itu.


"Bodoh nya aku ,wanita ****** itu bisa saja menyewa  tracker untuk tahu aku dimana !." Ujar  Tyas   dalam hati  sambil menepuk jidat nya menyadari kesalahan yang baru saja.


Sesampainya di bali ia  tergesa gesa keluar dari bandara dan segera memesan  taxi online untuk mengantarkannya di kembali menuju rumah pribadinya. Namun  kejutan lain telah menyambutnya begitu ia sampai di kediamannya  rumahnya tampak sangat berantakan  dan seperti tidak  berpenghuni  daun daun dari pohon peneduh di  depan rumahnya  tampak berserakan  mengotori  mobilnya tidak ada di tempat gerbang rumahnya rusak .


Tyas tidak sabaran  untuk tahu apa yang sebenarnya telah terjadi ia masuk kedalam rumah pintu depan tampak tidak terkunci keadaan di dalam rumah lebih kacau ia sangat cemas dengan keadaan Artnya.


" Ayuu?  yuuu ... ayuu dimana kamu!." Serunya sambil membuka setiap ruangan dalam rumahnya namun yang di carinya tidak menyahut ataupun di temukan. Kepanikan jelas tergambar di wajah nya ia masuk kedalam kamar pribadinya keadaan nya pun sama saja dengan ruangan lain tampak berantakan seisi lemarinya di  acak acak.


Ia memutuskan untuk menghubungi nomor ayu ternyata di luar  jangkauan, berbagai prasangka buruk   menari nari di benak nya entah mengapa ia tiba tiba terlintas di fikirannya bahwa semua ini adalah rekayasa.


" Ayu? apakah ia dalang dari semua ini? tidak mungkin gadis itu terlalu polos ." Tepisnya

__ADS_1


__ADS_2