Mendadak Jadi Sosialita

Mendadak Jadi Sosialita
Jakarta i'm coming


__ADS_3

Benar saja apa yang di ucapkan oleh  Angel  ia mempromosikan  dagangan Tyas ke teman teman lainya ia banjir orderan ada 6 orang yang sudah confirm untuk memesan cincin berlian darinya.


Melihat banyak nya pesanan dan keuntungan yang ia akan raup akhirnya Tyas memberanikan diri untuk kembali ke jakarta menemui distributornya .


" Ayu,  kemari sebentar." Serunya pada Art nya itu.


Ayu dengan tergopoh gopoh menghampirinya.


"Iya bu ada yang bisa saya bantu?." Jawab Art nya.


Tyas membuka dua buah  smartphonenya dan memperlihat kan fotonya  yang dulu sebelum melakukan oplas  dengan dan smartphone lainnya foto dirinya setelah oplas.


Art nya itu tidak mengerti apa maksud majikannya dengan menunjukan dua foto   itu.


"Begini Ayu  kamu lihat foto saya sebelum oplas dan sesudah oplas maksud saya   apa kamu bisa mengenali saya dengan wajah baru ini jika sebelumnya kamu mengenal saya dengan wajah yang lama." Terang Tyas.


"Ooouh begitu maksud nya hehee tidak bu ,wajah ibu yang sekarang macam artis artis di tivi,  tapi dulu ibu juga sudah sangat cantik." Timpal Artnya sambil tertawa kecil menyadari dirinya yang lambat menangkap maksud majikannya.


"Serius Yu kamu tidak bisa mengenali?." Tanya Tyas seolah tidak yakin. Artnya mengangguk dan kembali menyakin kan dirinya bahwa orang tidak akan mengenali dirinya dengan wajah barunya itu.


Akhirnya Alisha /Tyas  merasa mantap untuk terbang kejakarta demi cuan.


Tyas  telah berada di bandara untuk terbang kejakarta   meski di dalam hati kecilnya masih terseli[  sedikit khawatir. Announcer  membuat woro woro bahwa pesawat  dari maskapai  sesuai yang tertera di tiketnya dengan tujuan jakarta   telah sampai di bandara dan penumpang di persilahkan memasuki pesawat.


Tyas  berjalan Anggun memasuki pesawat ia  sedikit tidak mengerti mengapa    para  warga + 62 punya kebiasaan unik yaitu mereka rela berdesak desakan saat akan memasuki atau turun dari pesawat toh pesawatnya tidak akan kemana .


"Execuse me, " seru seseorang di samping Tyas saat ia sedang memasukan koper kecilnya di  bagasi kabin diatas kepalanya.


Tyas menoleh kearah asal suara seorang  pria tampan berwajah oriental ingin  masuk ke deretan  kursi yang sama dengan dirinya.


Tyas tersenyum sambil mengangguk kemudian menggeser tubuhnya agar si passanger tadi bisa segera dudk di kursinya.


"Please." Ujar Tyas mempersilahkan si pria tadi .Aroma parfume mahal menguar dari tubuh si pria tampan saat  pria itu melintas di depannya."Baccarat no 65 ."  Gumamnya tentang parfume yang di gunakan si pria yang duduk di samping nya.


 Setelah  menyimpan kopernya ia pun segera  duduk di bangkunya tidak lama pramugari memberi tahukan  bahwa pesawat kan segera take off .


Baru 15 menit pesawat mengangkasa tiba tiba terjadi goncangan yang cukup keras di dalam kabin pesawat  semua penumpang menjerit jerit karena goncangan itu  cukup keras.

__ADS_1


Kru pesawat segera menenangkan para penumpang.


"Mohon perhatian saat ini pesawat  mengalami turbulence  tetap berada di kursi masing masing  dan  tetap gunakan sabuk pengaman!,"


Keadaan di pesawat kacau balau   barang bawaan penumpang di bagasi kabin berjatuhan


"Allah akbar ya Allah tolong selamat kan kami Allah akbar! pekik penumpang bersahutan."


Kru kabin berlarian kesana kemari menambah suasana semakin terlihat mencekam.


Sebagian penumpang  mulai menangis  histeris begitupan anak anak  menjerit jerit karena ketakutan.


Air mata mulai mengalir di pipi Tyas  ia merasa kematian sudah berada sangat dekat dengan dirinya  dalam hatinya ia melantunkan    dzikir .


 Ia memejamkan mata karena tidak sanggup melihat keadaan di dalam pesawat.


Seorang ibu dan anak kecil yang duduk di belakang Tyas terlibat perbincangan yang menyayat hati." Bu seandainya kita mati sekarang apa adek bisa bersama ibu?."


" Jangan ngomong yang aneh aneh berdoa saja, semoga  allah menyelamatkan kita nak." Bujuk si ibu.


"Ya allah jika pesawat ini akan jatuh  hamba minta  tetap bersama ibu ya  allah baik hidup atau meninggal Aamiin!." Si anak berdoa cukup keras .


" Dont worry  it will be okay soon." ujar pria di samping nya mencoba menenangkan kan dirinya  . Benar saja  perlahan pesawat mulai  stabil  awak kabin memunguti barang barang bawaaan penumpang yang berjatuhan dan pesawat pun mulai kondusif.


"Alhamdullilah Allahakbar! Allah akbar"   seruan takbir  bersahutan . Tyas membuka mata saat  pesawat mulai normal lagi matanya menjadi sembab karena  menangis ia menoleh dan menyunggingkan senyum kearah pria yang duduk di samping nya ,  si pria menyodorkan tissue ke arahnya.


"Thank you." Ucap Tyas  seraya meraih tissue dari tangan si pria yang duduk di samping nya.


" Albert." Ucap pria tampan yang duduk di samping nya memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan.


" Alisha." Sahut Tyas saat mata mereka beradu Tyas merasakan desiran di hatinya ynag belum pernah ia rasakan saat berkenalan dengan pria lain.


Pesona pria berwajah oriental ini sangat berbeda


Sejurus kemudian mereka telah terlibat percakapan  seru hingga tanpa terasa  pesawat landing di bandara Jakarta.


Mereka berjalan beriringan  keluar dari pesawat  dan berpisah di pintu kedatangan  mereka telah bertukar telfon dan kartu nama.

__ADS_1


Tyas berjalan  menyusuri koridor  bandara  kemudian menyetop sebuah taxi  menuju sebuah hotel .


Setelah membayar ongkos taxi ia masuk kedalam hotel untuk memesan kamr selama dua hari.


Ia menghambur keatas kasur  untuk menenangkan diri  ia masih  bergidik ngeri  dengan peristiwa yang baru saja di alami ia tak henti hentinya mengucapkan syukur masih  di beri kesemptan hidup.


Keesokan harinya ia memutuskan pergi menemui  distributor berlian palsu langganannya hal tidak terduga terjadi distributor langgananya itu  awalnya mengusirnya karena tidak mengenali dirinya.


Setelah  menjelas kan siapa dirinya baru di persilahkan masuk.


"Oh my god cantik sekali kamu beb  seperti dua orang yang berbeda! in benar Alisha kan?."


Distributor langganannya masih setengah tidak percaya.


Akhirnya setelah yakin  distributor baru berani mengeluarkan koleksi terbarunya. Tyas memesan sebanyak 10 pcs dengan  karat yang berbeda.


" Thanks ya beb." ujar distributor langgananya saat mengantar dirinya sampai   di mobil yang ia pesan.  Alisha /Tyas memutuskan kembali ke hotel setelah mendapat barang pesanan genk nya.


Tiba tiba terbersit keinginan untuk mengunjungi rumah keluarga angkatnya itu  ia menyuruh sopir menuju  kearah daerah perumahan elit dimana dulu ia tinggal dan berjanji akan memberikan bonus pada sang sopir.


Sopir pun setuju setibanya di gerbang perumahan  elit itu mobil mereka di cegat  di periksa secara detail karena perumahan itu memang perumahan exclusive penjaganya pun  tidak sembarangan mengizinkan yang bukan penghuni perumahan itu wara wiri masuk dan keluar perumahan itu tanpa pemeriksaan ketat.


"Selamat siang  bisa di lihat identitasnya dan  kemana tujuannya? ." Ucap penjaga perumahan itu


Tyas memberikan  ktpnya untuk di tahan sementara.


"Rumah keluarga Prasodjo saya ponakannya." Sahut Tyas   akhirnya penjaga membuka kan portal  mereka telah tiba di depan rumah keluarga angkatnya sejenak Tyas memandangi rumah besar dan megah milik orang tua angkatnya.


Tiba tiba dari dalam rumah keluar seorang lelaki yang mirip dengan Harsha dan di susul  Harsha   Tyas segera merunduk."Oouh mungkin itu Andrew gumamnya.


Ada  desir aneh saat  melihat wajah Harsha ada kerinduan yang membuncah tanpa terasa airmata Tyas mengalir karena desakan rasa rindu terhadap abang angkatnya setelah puas melepaskan rasa rindunya ia meminta sopir keluar dari perumahan itu.


"Jalan pak" ucap nya sedikit parau   sang sopir melirik melaui kaca diatas kepalanya.dan  menuju hotel tempatnya menginap.


Ia sempat menengok kebelakang  ketika mobil yang ia tumpangi belum begitu jauh.


Dengan jelas melihat Wajah Harsha abang angkatnya itu kakak beradik itu rupanya  akan  lari sore mengelilingi kompleks.

__ADS_1


" Maafkan aku mas!." desis tyas.


__ADS_2