
Benar saja apa yang di ucapkan oleh Angel ia mempromosikan dagangan Tyas ke teman teman lainya ia banjir orderan ada 6 orang yang sudah confirm untuk memesan cincin berlian darinya.
Melihat banyak nya pesanan dan keuntungan yang ia akan raup akhirnya Tyas memberanikan diri untuk kembali ke jakarta menemui distributornya .
" Ayu, kemari sebentar." Serunya pada Art nya itu.
Ayu dengan tergopoh gopoh menghampirinya.
"Iya bu ada yang bisa saya bantu?." Jawab Art nya.
Tyas membuka dua buah smartphonenya dan memperlihat kan fotonya yang dulu sebelum melakukan oplas dengan dan smartphone lainnya foto dirinya setelah oplas.
Art nya itu tidak mengerti apa maksud majikannya dengan menunjukan dua foto itu.
"Begini Ayu kamu lihat foto saya sebelum oplas dan sesudah oplas maksud saya apa kamu bisa mengenali saya dengan wajah baru ini jika sebelumnya kamu mengenal saya dengan wajah yang lama." Terang Tyas.
"Ooouh begitu maksud nya hehee tidak bu ,wajah ibu yang sekarang macam artis artis di tivi, tapi dulu ibu juga sudah sangat cantik." Timpal Artnya sambil tertawa kecil menyadari dirinya yang lambat menangkap maksud majikannya.
"Serius Yu kamu tidak bisa mengenali?." Tanya Tyas seolah tidak yakin. Artnya mengangguk dan kembali menyakin kan dirinya bahwa orang tidak akan mengenali dirinya dengan wajah barunya itu.
Akhirnya Alisha /Tyas merasa mantap untuk terbang kejakarta demi cuan.
Tyas telah berada di bandara untuk terbang kejakarta meski di dalam hati kecilnya masih terseli[ sedikit khawatir. Announcer membuat woro woro bahwa pesawat dari maskapai sesuai yang tertera di tiketnya dengan tujuan jakarta telah sampai di bandara dan penumpang di persilahkan memasuki pesawat.
Tyas berjalan Anggun memasuki pesawat ia sedikit tidak mengerti mengapa para warga + 62 punya kebiasaan unik yaitu mereka rela berdesak desakan saat akan memasuki atau turun dari pesawat toh pesawatnya tidak akan kemana .
"Execuse me, " seru seseorang di samping Tyas saat ia sedang memasukan koper kecilnya di bagasi kabin diatas kepalanya.
Tyas menoleh kearah asal suara seorang pria tampan berwajah oriental ingin masuk ke deretan kursi yang sama dengan dirinya.
Tyas tersenyum sambil mengangguk kemudian menggeser tubuhnya agar si passanger tadi bisa segera dudk di kursinya.
"Please." Ujar Tyas mempersilahkan si pria tadi .Aroma parfume mahal menguar dari tubuh si pria tampan saat pria itu melintas di depannya."Baccarat no 65 ." Gumamnya tentang parfume yang di gunakan si pria yang duduk di samping nya.
Setelah menyimpan kopernya ia pun segera duduk di bangkunya tidak lama pramugari memberi tahukan bahwa pesawat kan segera take off .
Baru 15 menit pesawat mengangkasa tiba tiba terjadi goncangan yang cukup keras di dalam kabin pesawat semua penumpang menjerit jerit karena goncangan itu cukup keras.
__ADS_1
Kru pesawat segera menenangkan para penumpang.
"Mohon perhatian saat ini pesawat mengalami turbulence tetap berada di kursi masing masing dan tetap gunakan sabuk pengaman!,"
Keadaan di pesawat kacau balau barang bawaan penumpang di bagasi kabin berjatuhan
"Allah akbar ya Allah tolong selamat kan kami Allah akbar! pekik penumpang bersahutan."
Kru kabin berlarian kesana kemari menambah suasana semakin terlihat mencekam.
Sebagian penumpang mulai menangis histeris begitupan anak anak menjerit jerit karena ketakutan.
Air mata mulai mengalir di pipi Tyas ia merasa kematian sudah berada sangat dekat dengan dirinya dalam hatinya ia melantunkan dzikir .
Ia memejamkan mata karena tidak sanggup melihat keadaan di dalam pesawat.
Seorang ibu dan anak kecil yang duduk di belakang Tyas terlibat perbincangan yang menyayat hati." Bu seandainya kita mati sekarang apa adek bisa bersama ibu?."
" Jangan ngomong yang aneh aneh berdoa saja, semoga allah menyelamatkan kita nak." Bujuk si ibu.
"Ya allah jika pesawat ini akan jatuh hamba minta tetap bersama ibu ya allah baik hidup atau meninggal Aamiin!." Si anak berdoa cukup keras .
" Dont worry it will be okay soon." ujar pria di samping nya mencoba menenangkan kan dirinya . Benar saja perlahan pesawat mulai stabil awak kabin memunguti barang barang bawaaan penumpang yang berjatuhan dan pesawat pun mulai kondusif.
"Alhamdullilah Allahakbar! Allah akbar" seruan takbir bersahutan . Tyas membuka mata saat pesawat mulai normal lagi matanya menjadi sembab karena menangis ia menoleh dan menyunggingkan senyum kearah pria yang duduk di samping nya , si pria menyodorkan tissue ke arahnya.
"Thank you." Ucap Tyas seraya meraih tissue dari tangan si pria yang duduk di samping nya.
" Albert." Ucap pria tampan yang duduk di samping nya memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan.
" Alisha." Sahut Tyas saat mata mereka beradu Tyas merasakan desiran di hatinya ynag belum pernah ia rasakan saat berkenalan dengan pria lain.
Pesona pria berwajah oriental ini sangat berbeda
Sejurus kemudian mereka telah terlibat percakapan seru hingga tanpa terasa pesawat landing di bandara Jakarta.
Mereka berjalan beriringan keluar dari pesawat dan berpisah di pintu kedatangan mereka telah bertukar telfon dan kartu nama.
__ADS_1
Tyas berjalan menyusuri koridor bandara kemudian menyetop sebuah taxi menuju sebuah hotel .
Setelah membayar ongkos taxi ia masuk kedalam hotel untuk memesan kamr selama dua hari.
Ia menghambur keatas kasur untuk menenangkan diri ia masih bergidik ngeri dengan peristiwa yang baru saja di alami ia tak henti hentinya mengucapkan syukur masih di beri kesemptan hidup.
Keesokan harinya ia memutuskan pergi menemui distributor berlian palsu langganannya hal tidak terduga terjadi distributor langgananya itu awalnya mengusirnya karena tidak mengenali dirinya.
Setelah menjelas kan siapa dirinya baru di persilahkan masuk.
"Oh my god cantik sekali kamu beb seperti dua orang yang berbeda! in benar Alisha kan?."
Distributor langganannya masih setengah tidak percaya.
Akhirnya setelah yakin distributor baru berani mengeluarkan koleksi terbarunya. Tyas memesan sebanyak 10 pcs dengan karat yang berbeda.
" Thanks ya beb." ujar distributor langgananya saat mengantar dirinya sampai di mobil yang ia pesan. Alisha /Tyas memutuskan kembali ke hotel setelah mendapat barang pesanan genk nya.
Tiba tiba terbersit keinginan untuk mengunjungi rumah keluarga angkatnya itu ia menyuruh sopir menuju kearah daerah perumahan elit dimana dulu ia tinggal dan berjanji akan memberikan bonus pada sang sopir.
Sopir pun setuju setibanya di gerbang perumahan elit itu mobil mereka di cegat di periksa secara detail karena perumahan itu memang perumahan exclusive penjaganya pun tidak sembarangan mengizinkan yang bukan penghuni perumahan itu wara wiri masuk dan keluar perumahan itu tanpa pemeriksaan ketat.
"Selamat siang bisa di lihat identitasnya dan kemana tujuannya? ." Ucap penjaga perumahan itu
Tyas memberikan ktpnya untuk di tahan sementara.
"Rumah keluarga Prasodjo saya ponakannya." Sahut Tyas akhirnya penjaga membuka kan portal mereka telah tiba di depan rumah keluarga angkatnya sejenak Tyas memandangi rumah besar dan megah milik orang tua angkatnya.
Tiba tiba dari dalam rumah keluar seorang lelaki yang mirip dengan Harsha dan di susul Harsha Tyas segera merunduk."Oouh mungkin itu Andrew gumamnya.
Ada desir aneh saat melihat wajah Harsha ada kerinduan yang membuncah tanpa terasa airmata Tyas mengalir karena desakan rasa rindu terhadap abang angkatnya setelah puas melepaskan rasa rindunya ia meminta sopir keluar dari perumahan itu.
"Jalan pak" ucap nya sedikit parau sang sopir melirik melaui kaca diatas kepalanya.dan menuju hotel tempatnya menginap.
Ia sempat menengok kebelakang ketika mobil yang ia tumpangi belum begitu jauh.
Dengan jelas melihat Wajah Harsha abang angkatnya itu kakak beradik itu rupanya akan lari sore mengelilingi kompleks.
__ADS_1
" Maafkan aku mas!." desis tyas.