Mengejar Cinta Ciara

Mengejar Cinta Ciara
Chapter 21


__ADS_3

Happy Reading.


Farel dan Nada menatap tamu mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. Kedua pasangan itu tidak menyangka jika akan bertemu kembali dengan sahabat baik mereka ini setelah sekian tahun.


"Nada, maaf gue baru kesini setelah hampir 24 tahun, gue benar-benar minta maaf sama elo! Gue-gue kangen ... Hiks!" Salma memeluk Nada sambil menitikkan air matanya.


Nada sempat terpaku sesaat, tapi kemudian dia membalas pelukan dari Salma dengan erat. "Gue udah maafin elo kok, Sal! Kemana aja lo selama ini?" kedua wanita yang sudah tidak muda itu sama-sama menangis.


Mereka melepas kangen dan rindu yang dalam karena hampir 24 tahun tidak bertemu.


Salma melepaskan pelukan mereka, mengusap air matanya yang tidak mau berhenti mengalir. Rasanya dia begitu lega bisa mendapat maaf dari salah satu sahabat nya itu. Butuh waktu 24 tahun untuk Salma berani bertemu dengan Nada dan Farel.


"Gue pergi ke Amerika dan bertemu Nagi, ini suami gue, dia yang nampung gue selama ini," Salma menarik lengan Nagi.


Pria Jepang itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Nada dan Farel.


Farel yang sejak tadi diam saja akhirnya merasa lega ketika mengetahuinya jika Salma sudah menikah.


Mengingat bagaimana kisah mereka dulu yang berakhir tidak baik, Farel merasa begitu bersalah terhadap Salma. Teman masa kecilnya.


(Kalau penasaran dengan kisah mereka, baca karya othor yang judulnya Gamon Gagal Move on)


Nagi tahu siapa kedua pasangan ini, pria bermata sipit itu sudah mendengar seluruh cerita dari sang istri jika dia pernah membuat masalah dalam hubungan Farel dan Nada.

__ADS_1


Tetapi semua itu telah berlalu, Salma yang awalnya belum bisa mencintai Nagi Kosuke, akhirnya sekarang benar-benar mencintai pria yang begitu tulus dengannya itu.


"Ini putra kedua ku, namanya Ryo," Nada dan Farel beralih menatap seorang pemuda tampan yang wajahnya begitu mirip dengan Nagi.


Usianya sekitar 20 tahun.


"Putra kedua? Jadi lo sudah udah punya dua anak?" kini Farel yang bertanya.


Salma tersenyum, dia senang jika Farel sudah terlihat biasa terhadapnya. "Iya, yang satu sudah berumur 22 tahun, dia juga cowok, tapi sekarang menetap di Jepang," jawab Salma menatap Nagi.


Pria Jepang itu merangkul bahu istrinya, Nagi tahu ketika dia bertemu dengan Salma, wanita itu telah mengandung, dan Nagi tidak pernah mempermasalahkan nya, dia juga yang menolongnya Salma yang akan bunuh diri karena depresi.


Ya, Salma telah mengandung anak Doni Irawan, Ayah dari Arkan ketika mereka melakukan One night stand dan saat itu Doni tidak memakai pengaman.


Lagipula mereka baru saja bertemu tanpa Salna duga, sungguh Salma sudah benar-benar berdamai dengan masa lalunya.


*****


Arkan kembali mengelola perusahaan nya dengan semangat 45. Kini dia harus menjadi sukses agar bisa mendapatkan cinta dari mantan istrinya kembali.


Mendengar petuah ibunya yang mengarahkan agar Arkan harus bisa lebih semangat lagi, hidup dan perjuangan Arkan menjadi tidak sia-sia.


Tidak ada keraguan lagi untuk membuatnya bekerja lebih keras, meskipun dia sudah tidak memiliki keluarga kecil yang dia impikan bersama Ciara, tetapi Arkan berharap jika suatu saat nanti dia berhasil membawa kembali Ciara dan menemukan wanita itu secepatnya.

__ADS_1


Arkan harus bisa meyakinkan Ciara jika dia benar-benar telah berubah. Dia tidak hanya mencintai Ciara, tetapi juga ingin memilikinya sepenuh hati. Ciara harus tahu jika semua yang dia lakukan hanya untuk dirinya.


"Bagaimanakah sektor wisata di daerah ubud? Apakah hotel kita masih bisa bersaing?"


"Tentu saja masih bisa Pak, kita nanti akan membangun restoran yang menghadap ke laut dengan pemandangan sunset di sana," Arkan menganggap mendengar penjelasan dari karyawannya itu.


"Kalau begitu jangan tunda pembangunan nya, aku ingin di tahun ini, penyewa hotel kita meningkat, karena target kita akan di perbesar!"


Arkan dan beberapa staff jajaran pengurus perusahaan baru saja selesai rapat. Pria itu menghempaskan tubuhnya di atas kursi kebesaran yang kini akan menjadi tempat favoritnya selain di rumah.


"Semoga semuanya berjalan lancar, aku tidak akan membuat mu malu, sayang! Aku akan membuatmu bangga karena memiliki mantan suami seperti ku!" seperti biasa Arkan selalu bicara dengan foto Ciara yang kini ada di meja kerjanya. Dengan figura yang tidak lumayan besar, Arkan memajang foto pernikahannya dengan Ciara.


"Aku benar-benar merindukan mu, anak buahku masih berusaha mencarimu, sayang!"


Sedangkan di sisi lain.


Ciara menatap pantulan dirinya didepan cermin, tiba-tiba terlintas sekelebat bayangan masa lalu.


Di mana dirinya dan Jihan saling berbagi tempat tidur, bahkan mereka juga berbagai selimut.


Tetapi sungguh tidak pernah menyangka jika suatu saat nanti sahabatnya itu menikamnya dari belakang.


"Jihan, gue nggak tau kalau ternyata lo jahat banget sama gue!"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2