
Covernya diganti ya sekarang, itu dapat dari official Noveltoon.
Happy Reading.
Arkan berlari ke apartemen Ciara setelah dia yakin jika Ciara tadi sudah bertemu dengan Jihan di apartemennya. Bukti dompet hitam yang berada di atas meja itulah yang Arkan yakini jika sang mantan istri tadi ke apartemennya.
Arkan tidak mau jika Ciara salah paham lagi, dia harus menceritakan semuanya jika Arkan tidak tahu apa-apa perihal Jihan yang sudah berada di apartemennya itu.
Tok, tok, tok!
"Cia, tolong buka pintunya! Ciara aku mau ngomong!" seru Arkan.
Pria itu masih mengetuk pintu apartemen Ciara, bahkan kali ini lebih keras. Arkan tahu jika pasti sulit untuk Ciara mempercayainya lagi. Entah apa yang dikatakan Jihat pada Ciara, karena dia tidak sempat bertanya pada Jihan karena sudah terlanjur menyeret wanita itu keluar dari dalam apartemen.
"Ciara, please! Kamu harus mendengarkan penjelasan ku, aku sama Jihan nggak ada apa-apa, aku juga nggak tahu kenapa dia ada didalam apartemen ku!"
Arkan masih terus mengiba, meminta agar Ciara membukakan pintu apartemen nya dan Arkan ingin menjelaskan.
Tapi hasilnya tetap sama, pintu itu tidak bergerak sedikitpun. Arkan akhirnya menyandarkan punggungnya di pintu itu, dia tidak mungkin membuat keributan di apartemen ini, masalahnya dia juga penghuni baru.
Di sudut lain, Jihan melihat kegigihan Arkan dengan ironi, sudut hatinya terasa miris mengetahui jika Arkan masih begitu mengunggu Ciara.
"Apa cintamu padaku sudah benar-benar hilang, Arkan!! Lalu apa artinya ucapan cinta yang dulu kau agungkan unyukku? Tidak hanya setahun, tapi sudah begitu lama kamu menginginkan ku, bukan?? Lalu kenapa sekarang kamu begitu tidak menyukaiku?" gumam Jihan.
Wanita itu memutuskan untuk pergi namun tidak pergi jauh, Jihan akan kembali menemui Ciara lagi.
__ADS_1
Sedangkan Ciara masih berdiam diri dikamarnya, dia mendengar teriakan Arkan didepan pintu apartemennya, tapi Ciara memang tidak berniat membukanya.
Biarlah dia menangisi keadaannya dulu, Ciara akan menumpahkan segala rasa sakit hatinya hanya untuk semalam. Ya, hanya semalam karena dia tidak akan menangis lagi esoknya.
***
Arkan memutuskan untuk pergi dari depan apartemen Ciara, dia rasa Ciara tidak akan membukakan pintunya, Arkan akan memberi Ciara waktu dan dia akan menemuinya besok kalau keadaan Ciara sudah membaik.
Keesokan hari, Ciara sudah bersiap untuk berangkat bekerja. Dia sudah siap menghadapi harinya setelah ini. Dia selama ini baik-baik saja tanpa ada Arkan, kali ini dia juga begitu. Sebenarnya Ciara sudah mendapatkan cuti dari Om Ferry karena kondisinya yang baru pulih, tapi Ciara tidak mau berdiam di apartemen dan memutuskan untuk masuk kerja.
Wanita itu berjalan menuju lift dan masuk ke dalam, dia merasa tenang ketika tidak mendapati Arkan di depan apartemennya. Entahlah, sekarang Ciara sudah tidak mau berhubungan dengan masa lalunya lagi.
Dua orang yang dulu pernah menorehkan luka di hidup Ciara, hadir kembali menyusul mereka sampai di Singapore. Sungguh Ciara tidak ingin lagi terjatuh dalam lubang yang sama seperti kemarin.
Bunyi pintu lift terbuka, Ciara langsung buru-buru keluar dan berjalan ke arah lobi untuk mengambil mobilnya. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dengan keras.
Ciara menoleh dan melihat Jihan yang sudah berdiri jauh di hadapannya, sedetik tadi Ciara merasa ada yang menghantam dadanya karena melihat wanita itu benar-benar ada di sini, tetapi dia segera menormalkan ekspresi wajahnya kembali.
"Ada apa?" tanya Ciara.
Jihan berjalan semakin mendekat kemudian berhenti 3 meter di depan Ciara. "Aku hanya ingin kamu menjauhi Arkan, lepaskan Dia untukku, relakan Arkan karena sebentar lagi kita menikah, aku tahu kalau dia masih mengejarmu, tapi Arkan melakukan itu hanya karena dia merasa bersalah padamu, jadi Ciara, tolong jangan halangi langkahku dan Arkan ...!"
"Aku tidak menghalanginya apapun!" Sela Ciara. "Aku bahkan sudah melepas dia dua tahun yang lalu, aku merelakan dia, lalu apa yang harus aku lepaskan lagi? Apa belum cukup kalian membuat ku sakit hati?? Apa sebenarnya salahku Jihan!! Kenapa kamu dan Arkan terus-menerus melukai perasaan ku!! Dulu di saay masih kuliah aku tidak pernah protes jika Arkan lebih memilih mengantarkan mu daripada aku, padahal saat itu aku benar-benar pusing, tapi aku hanya diam ketika kalian meninggalkan ku, lalu sekarang kamu mau aku harus mengalah yang bagaikan? Sedangkan aku sendiri tidak memiliki Arkan, bukan aku yang mengambil Arkan darimu, tapi dia sendiri yang datang padaku!"
Jihan bungkam setelah mendengar suara hati Ciara yang mungkin baru bisa diungkapkan hari ini. Memang benar jika dulu Ciara tidak pernah mengambil Arkan darinya, tapi bukankah pernikahan mereka terjadi karena Jihan yang menyuruh Arkan.
__ADS_1
Ciara memijit keningnya yang tiba-tiba terasa pusing, sungguh dia tidak mau lagi jika harus terlibat dengan orang-orang masa lalu yang banyak menorehkan luka.
"Kamu tau kan kalau aku sudah kehilangan bayiku karena kamu menyuruh Arkan mengabaikan ku!! Kamu egois Ciara!"
"Jangan playing victim!! Di sini siapa yang egois! Bukan cuma kamu yang kehilangan bayi, aku juga! AKU JUGA KEHILANGAN BAYIKU DAN ITU GARA-GARA KAMU DAN ... !!"
Brukk!!
"Ciara!" Arkan yang baru saja keluar dari lift melihat perdebatan dua wanita itu dan langsung berlari ketika melihat Ciara yang sudah tidak sadarkan diri.
"Ciara!! Bertahan ya, aku akan bawa kamu ke rumah sakit!" Arkan mengangkat tubuh Ciara di bantu oleh seorang satpam yang membukakan pintu mobilnya.
"Terima kasih, pak!" Ucap Arkan pada satpam itu.
"Iya mas, sepertinya Mbak Cia masih sakit, cepat bawa ke dokter aja mas," Arkan mengangguk.
Setelah satpam itu kembali ke tempatnya, Arkan berjalan ke arah Jihan dengan tangan yang mengepal, sungguh jika bukan seorang perempuan pasti Arkan sudah memukul Jihan sampai babak belur.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Arkan tajam.
Jihan gugup dan tangannya bergetar takut, dia tidak menyangka jika Arkan melihatnya berbicara pada Ciara. "Arkan, ak-aku hanya menyapa Ciara.
"Sudah ku bilang kan pergi jauh dari sini, kalau kamu tetap di sini, aku pastikan akan membuat mu menyesal!" Arkan langsung masuk ke dalam mobil dan membawa Ciara ke rumah sakit.
bersambung
__ADS_1