
Happy Reading.
Ciara melihat siapa yang masuk ke dalam ruang rawatnya, wanita cantik itu tersenyum ketika melihat Kyo yang masuk bersama sang Mama dengan memakai kursi roda.
"Siapa yang memberitahumu kalau aku dirawat di sini lagi?" tanya Ciara
"Tadi Arkan menjengukku, jadinya aku tahu kalau dia sekarang berada di rumah sakit karena sedang menemanimu. Seharusnya kamu istirahat jangan melakukan aktivitas apapun, aku benar-benar khawatir, Ciara! jawab Kyo.
"Aku tidak apa-apa, hanya kelelahan, aku baik-baik saja!"
"Aku hanya tidak ingin selalu merasa bersalah kepadamu Cia, kamu tahu sendiri gara-gara aku menyebabkan kamu masuk rumah sakit!"
Ciara menggeleng pelan, "sudah jangan merasa bersalah terus, kamu juga harus segera memulihkan kondisi tubuhmu, apa kamu tidak mau balik kerja lagi?"
Kyo mendekatkan kursi rodanya ke arah ranjang Ciara. "Tentu saja aku ingin cepat sembuh, tapi sepertinya setelah ini aku akan ikut Mama ke Amerika, sepertinya Mamaku ingin menjodohkan ku dengan seseorang disana," ujar Kyo tersenyum.
Salma hanya menggeleng sambil bersedekap, "Mama hanya tidak mau jauh darimu lagi, nak, makanya Kyo Tante ajak ke Amerika, Cia!"
"Iya Tante, saya mengerti!" Ciara tersenyum.
"Arkan kemana?" tanya Kyo yang sejak masuk kamar rawat Ciara tadi tidak melihat adanya Arkan.
"Tadi dia pamit pergi sebentar," jawab Ciara.
Di sisi lain.
Arkan mencari keberadaan ayahnya di sebuah rumah yang tidak asing untuk pria itu.
__ADS_1
Sebuah rumah minimalis yang dulu pernah mereka jadikan rumah penginapan ketika berlibur ke Singapura saat dia masih kecil, rumah itu juga yang dijadikan tempat tinggal Hestia setelah perceraiannya bersama Doni.
Arkan bisa melihat sebuah mobil yang cukup familiar, mobil itu dulu juga sering dipakai oleh Doni dan Hestia ketika mereka berlibur ke Singapura.
Seorang satpam berjalan ke arah mobilnya yang masih berada di luar gerbang, mungkin satpam itu ingin menegur karena mobil sedan miliknya berhenti cukup lama di depan rumah minimalis itu.
Arkan menurunkan jendela kaca mobilnya, tersenyum kepada pak satpam yang terlihat terkejut melihat kedatangannya
"Tuan Arkan, Anda ada di sini?"
"Iya pak Tono, saya sudah beberapa hari tinggal di Singapura, sepertinya Ayah saya sedang berada di dalam sana," Arkan mengedikkan dagunya ke arah rumah. "Mobil itu biasanya tidak pernah keluar dari garasi, jadi saya yakin jika Ayah saya berada di dalam," Arkan menyeringai.
Pria paruh baya yang masih gagah itu menggaruk belakang kepalanya yang terasa gatal tiba-tiba.
"Eee ....."
Pak Tono terlihat menelan salivanya, tentu saja dia tergiur dengan upah yang diberikan oleh Arkan.
"Bagaimana? Apakah bapak masih ragu?"
"Ya Tuan anda benar, sebenarnya Tuan Doni berada di dalam rumah, beliau sudah berada di sini selama beberapa hari ini," jawab pak Tono.
Sepertinya dia hanya pasrah dengan bagaimana nasibnya setelah ini, karena pasti Doni akan menjadikannya sasaran kemarahan.
Arkan langsung saja masuk ke dalam gerbang rumah itu setelah Pak Tono membukakan pintu untuknya. Arkan sedikit berlari menuju pintu depan, dia harus bicara kepada sang Ayah mengenai masalah Jihan yang tiba-tiba ada berada di dalam apartemennya. Bukankah Ayahnya itu memiliki koneksi banyak hingga mudah saja dia mendapatkan kunci apartemen nya.
Arkan sudah tiba di depan pintu, kemudian dia memutar handle pintu tersebut, akhirnya pintu pun terbuka dengan mudah karena ternyata memang tidak dikunci.
__ADS_1
Mungkin ayahnya tidak menyadari jika Arkan akan berkunjung ke rumah itu.
Arkan masuk ke dalam dan melihat sepatu wanita dan laki-laki berada di ruang tamu, pria itu semakin masuk ke dalam dan sayup-sayup mendengar suara seorang perempuan yang sedang melenguh.
Arkan mengambil ponsel dan mencari aplikasi kamera. Pria itu berjalan perlahan dan suara itu berada di dalam kamar dilantai atas.
Arkan mengepalkan kedua tangannya, tentu saja dia tahu ayahnya sedang melakukan kegiatan apa dengan seorang wanita di dalam kamar itu.
Tapi sekarang saatnya Arkan harus bersikap tegas dan kalau perlu dia melawan sang Ayah yang selalu mempersulit jalan Arkan agar bisa rujuk dengan Ciara.
Arkan membuka pintu kamar yang sedikit terbuka, mungkin tadi Ayahnya terburu-buru hingga dia lupa untuk menutupnya.
BRAK!
Kedua orang yang sedang melakukan adegan dewasa itu pun terkejut ketika melihat siapa yang membuka pintu kamarnya.
Arkan tidak kalah terkejut lagi ketika melihat siapa wanita yang sedang berada di bawah kukungan sang Ayah.
"Jihan!!"
"Arkan, apa yang kau lakukan disini!" seru Doni mengambil pakaiannya dan segera memakainya.
Sedangkan Jihan sendiri hanya bisa menutupi wajahnya di balik selimut yang untung saja tadi bisa dia temukan.
"Cih, ternyata kelakuan kalian seperti ini!! Aku benar-benar tidak menyangka! Jadi mulai detik ini, aku tidak akan mau menuruti perintah mu Bapak Doni Irawan, dan kau Jihan, kalau kamu tidak mau video mu tersebar, sebaiknya kamu minta maaf pada Ciara dan mengatakan semua kebenaran pada wanitaku itu!"
Bersambung
__ADS_1