Mengejar Cinta Ciara

Mengejar Cinta Ciara
Chapter 22


__ADS_3

Happy Reading.


Apakah Jihan tidak takut jika akan merasakan sakitnya kehilangan. Apalagi kehilangan orang-orang yang sangat dicintainya. Arkan dan bayinya adalah termasuk orang-orang yang dicintai oleh Ciara.


Apakah Jihan juga tidak merasa jika apa yang dia lakukan dengan terus meminta Arkan datang kepadanya itu akan sangat melukai hati Ciara. Bukan hanya hati, tapi juga fisik Ciara yang kenyataannya pergi berlari dari mereka dan terhempaskan oleh sebuah mobil yang akhirnya menghilangkan nyawa bayinya.


"Aku salah apa sama kamu!!" Ciara mendudukkan dirinya di kursi rias, mengenang semua orang yang telah menyakitinya.


Mungkin Jihan tidak tahu betapa banyak harapan yang ditempatkan dalam pernikahannya. Ketika pernikahan itu hancur, Ciara bukan hanya kehilangan Arkan dan bayinya.


Namun juga masa depan yang dia impikan sejak saat pertama kali Arkan mengucapkan namanya saat ijab qobul.


Kini semuanya telah hancur, Ciara hanya berharap jika dia bisa melupakan semuanya dan melangkah maju. Membuat dirinya sendiri bahagia dengan versinya.


Dua tahun kemudian.


Ciara baru saja selesai rapat dengan calon model yang akan digunakan oleh perusahaan. Dia dipercaya sebagai penanggung jawab iklan produk pembersih wajah yang tengah diminati di Singapura.


Wanita itu semakin mandiri dengan jabatan pekerjaan nya yang lumayan tinggi. Ciara tidak menggunakan kekuatan Papanya untuk sampai di puncak itu.


"Jadi bagaimana Cia, apakah kamu sudah menemukan model yang tepat untuk produk terbaru kita yang akan diluncurkan bulan depan itu?" tanya Tante Lia.

__ADS_1


Pemilik Co & Beauty, perusahaan yang sudah 2 tahun ini menampung Ciara untuk bekerja. Sebuah perusahaan pembuatan kosmetik dan juga skin care milik Ferry dan Lia.


"Sebenarnya ada dua kandidat yang cocok dan memenuhi syarat, Tante. Mereka juga akan mencoba sampelnya terlebih dahulu, jadi di antara dua model itu hanya satu yang akan kita pilih," jawab Ciara.


Lia nampak mengganggukan kepalanya, dia percaya jika Ciara bisa menangani semua ini.


"Tapi katanya yang model dari Jepang itu lebih cocok untuk produk kita, karena dia memiliki wajah yang bagus, kalau tidak salah namanya Kyo K," ujar Tante Lia.


Ciara hanya mengangguk, "nanti bisa minta tolong Aurel, dia yang mengurus masalah itu," ucap Ciara membuka pintu ruangannya.


"Oke deh, aku percayakan proyek iklan ini kepada kalian dan sekarang aku mau pulang, bye sayang!" Tante Lia mencium pipi kanan dan kiri Ciara.


"Bye, Onty!"


"Ciara!" Membuat Ciara menoleh seketika.


"Kyo? What is it?"


"Boleh bicara sebentar nggak?"


Ciara melongo mendengar ucapan Kyo yang begitu mahir berbicara bahasa Indonesia.

__ADS_1


"Kamu bisa bicara bahasa saya?" tanya Ciara masih tidak percaya.


Modelnya dari Jepang itu ternyata bisa bahasa Indonesia? Bahkan sangat fasih


"Tentu saja bisa, Mama selalu pakai bahasa Indonesia kalau sedang mengajakku bicara, bahkan Papa juga bisa bahasa Indonesia," jawab Kyo tersenyum.


"What?? Really?" Kyo mengangguk.


"Mama asli orang Indonesia, dan Papa asli Jepang, tapi menetap di Amerika kecuali aku," jawab Kyo tersenyum.


"Oh, astaga!! Aku kira kamu asli Jepang!" seru Ciara.


Entah kenapa dia merasa senang ketika bisa bertemu dengan sesama orang Indonesia di negara lain.


"Apa kamu keberatan?" tanya Kyo.


"Tentu saja tidak, aku malah senang, oh ya tadi pengen bicara apa?"


"Ehm,, aku cuma ingin menyapamu, sejak kemarin sebenarnya ingin sekali ngobrol bareng Bu ketua, tapi masih gugup!" Ciara tertawa kecil mendengar ucapan Kyo.


"Aku bukan Bu ketua, cuma mengetuai proyek iklan produk terbaru perusahaannya kami," jawab Ciara masih tertawa.

__ADS_1


Meskipun terkadang Ciara bisa tertawa lepas seperti ini, tidak dipungkiri jika ada jiwa yang kosong disisi hatinya.


Bersambung.


__ADS_2