Mengejar Cinta Ciara

Mengejar Cinta Ciara
Chapter 37


__ADS_3

Happy Reading.


Setelah serangkaian kejadian yang tiba-tiba hadir di hidup Ciara akhir-akhir ini, dan semua itu tidak terlepas dari kehadiran kembali Arkan dan Jihan yang membuatnya hampir drop, kini Ciara sudah bisa bekerja lagi dengan tenang.


Awalnya Ferry dan Lia melarang Ciara untuk bekerja, secara dia tidak akan kekurangan harta karena Papanya juga memiliki bisnis yang luar biasa besar di kawasan Bali.


Tetapi yang namanya Ciara, dia adalah si keras kepala yang sulit untuk dilarang. Apapun yang dia inginkan, harus didapatkan.


Meski Arkan juga masih selalu mengganggu nya, tapi Ciara sekarang bisa mengatasi mantan suaminya itu. Kini memang keduanya memutuskan untuk menjalin persahabatan kembali seperti dulu ketika mereka masih kuliah.


Tetapi jangan ditanya ketengilan Arkan, jika dulu Ciara yang selalu ingin bisa dilihat oleh Arkan dan diperhatikan, sekarang dunia terbalik. Arkan yang menginginkan perhatian dari Ciara. Bahkan pria itu tidak malu untuk Caper di depan banyak orang.


Semalam bahkan Ciara dan Arkan mengantarkan Kyo dan Mama Salma ke bandara untuk mengucapkan perpisahan pada keduanya. Kyo sudah memutuskan untuk ikut Mamanya ke Amerika, dia memang tidak pernah tahu apa yang terjadi dengan sekelilingnya ketika masih berada dirumah sakit. Tapi Kyo bisa melihat jika Mamanya selalu gelisah dan tidak tenang.


"Cia, ada tamu untukmu," Tante Lia mendekati Ciara yang sedang fokus menatap laptopnya.


"Siapa tante?" Ciara mendongak menatap ke depan, matanya melotot sempurna ketika melihat siapa yang berdiri di samping Lia.


"Mama!" Ciara berdiri dan langsung berlari ke arah sang Mama.


"Katanya kamu baru sembuh ya? habis kecelakaan?" tanya Nada pada sang putri.


Membuat Ciara menatap Lia dengan mata yang memicing. Sedangkan yang di tatap hanya nyindir kuda saja.


"Jadi Mama ke sini karena tahu aku baru saja kecelakaan gitu? Pasti Tante Lia yang ember kasih tau Mama, padahal aku kan sudah bilang kalau hal itu harus dirahasiakan!"


"Tidak, siapa bilang Mama ke sini karena tahu kamu baru saja kecelakaan? Mama taunya barusan, dikasih tahu sama Tante Lia," jawab Nada.

__ADS_1


Ciara mengalihkan pandangannya pada Lia, "seharusnya tante tidak perlu cerita, lalu ada acara apa Mama ke sini?" tanya Ciara.


"Mama ikut Papa ke Singapore untuk mengurus bisnis, mumpung deket sama kantornya Ferry, jadi Mama ke sini dulu, kalau Papa katanya habis meeting baru ketemu kamu," jawab Nada. "Kapan kamu balik ke Indonesia? Mama dan Papa sudah kangen banget, sayang?"


Ciara menutup laptopnya, kemudian mengajak Mama dan Tante Lia duduk di sofa yang ada di ruangannya. "Cia masih betah disini, Ma!"


"Dia sekarang ada pawangnya, Nad, jadi bisa dipastikan kalau betah tinggal disini!" ucap Lia memberikan Nada mengerutkan keningnya.


"Pawang?" cicit Nada.


"Tante apaan sih, pawang apa??" Ciara juga ikut bingung.


"Hah, sudahlah, nanti kamu juga tau sendiri, sebaiknya kita makan siang dulu, aku traktir di restoran dekat sini!" Lia mengajak sahabat dan putrinya itu keluar dari ruangan itu.


Akhirnya ketiga wanita cantik beda generasi itu menyambangi sebuah restoran di bintang Lima di kawasan Singapore city.


Setelah duduk dan memesan makanan, ketiganya asyik mengobrol sambil menunggu hidangan makanan yang mereka pesan.


Ciara dan Mama Nada terbelalak ketika melihat siapa yang berdiri di depan mereka itu.


Sedangkan Lia hanya tersenyum, karena dia tahu sejak pertama kali masuk ke dalam restoran sudah melihat kedua orang itu.


"Papa, Arkan!" seru Ciara.


Tentu dia shock, kaget, terkejut ketika melihat Papanya berjalan berdampingan dengan Arkan.


"Kok kalian bisa bersama?" Kini Nada yang juga sama tidak percaya.

__ADS_1


Arkan menggaruk kepalanya yang terasa gatal, sebelumnya dia tidak tahu jika Ciara akan makan siang di restoran ini.


"Sebenarnya sudah dari beberapa bulan yang lalu, aku dan Arkan melakukan kerja sama, dan dia sukses besar menjalankan bisnis ini," jawab Farel.


Ciara memicingkan mata menatap sang Papa, bukankah setahu Ciara jika Papanya ini tidak menyukai Arkan, lalu kenapa sekarang mereka terlihat jalan bersama


"Papa sedang waras 'kan? kepalanya tidak terbentur benda keras?" Farel langsung menggeleng.


"Bukankah Papa tidak suka sama Arkan, tapi kenapa sekarang kalian ... !" ucapan Ciara menggantung, ketika melihat senyum khas milik Arkan.


"Ada yang Papa sembunyikan pada kami?" tanya Nada bersedekap dada.


Tentu dia merasa di curangi, Farel tidak pernah menceritakan hal apapun tentang Arkan dan Ciara padanya.


"Tidak ada yang Papa sembunyikan,, sudah hampir setahun ini Papa memaafkan Arkan, dia berani menemui Papa secara langsung ke perusahaan dan meminta maaf pada Papa, Arkan juga minta doa restu untuk mengejar kembali cinta Ciara!"


"Nah, nah! Itu aku tidak pernah tahu, tapi kamu juga tidak cerita!" Nada merasa dicurangi. Dia akan membuat perhitungan pada Farel.


Sedangkan Ciara hanya diam saja karena masih bingung dengan kejadian yang baru saja terjadi dihadapannya.


'Jadi ini artinya Papa dan Arkan sudah baikan?'


Bersambung.


Hai semuanya, aku ada rekomendasi karya keren banget, coba baca deskripsi nya dulu ya..


Judul : Kemarau Biduk Cinta

__ADS_1


Author : Mphoon



__ADS_2