Mengejar Cinta Ciara

Mengejar Cinta Ciara
Chapter 28


__ADS_3

Happy Reading.


Doni berjalan tergesa menuju kamar rawat satunya, salah satu korban yang satu mobil dengan Ciara.


Salah seorang perawat memberitahu di mana kamar rawat Kyo, dia mengalami kondisi cukup parah. Doni tentu saja merasa sangat bersalah. Hanya karena dia mengejar seseorang membuatnya mengendarai mobil ugal-ugalan dan mengakibatkan salah satu mobil menghindari nya sampai menabrak pembatas jalan.


Alhasil, Doni merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan mobil yang mengalami kecelakaan itu.


"Bapak Doni?" sebuah suara tidak asing memanggil pria paruh baya itu.


Doni menoleh dan melihat wajah wanita yang pernah dilihatnya di suatu tempat.


"Anda?"


"Salma, kita pernah bertemu di Bali," ujar wanita yang tidak lain adalah Salmafina.


"Owh, iya, saya ingat!" jawab Doni. "Kok anda berada di sini?"


"Putra saya kecelakaan di Singapore."


Netra Doni terbelalak, tidak mungkin 'kan kalau putra dari wanita ini adalah korbannya.


"Lalu, kenapa anda berada dirumah sakit ini?" tanya Salma.


Doni menghela nafas. "Sebenarnya saya ke sini untuk melihat kondisi korban kecelakaan karena perbuatan saya," jawab pria paruh baya yang masih tampak gagah itu.

__ADS_1


"Jadi, di mana ruangan orang itu dirawat?"


"Di sini, tadi perawat sudah memberitahukan pada saya," tunjuk Doni pada kamar rawat Kyo.


Kening Salma mengkerut, " tapi kamar rawat yang anda tunjuk itu adalah kamar rawat Putra saya," ucap Salma.


Doni terkejut, tentu saja dia tidak menyangka jika orang yang menjadi korbannya adalah putra dari wanita ini.


"Maafkan saya, Salma!"


Salma merasakan tangannya bergetar, dia harus segera melihat Kyo, putra pertamanya yang juga putra dari Doni Irawan, pria yang telah membuat Kyo berbaring di tempat ini


Perlahan Salma masuk dan melihat kondisi putranya yang masih terbaring lemah. Doni Irawan pun ikut masuk ke dalam dan melihat bagaimana kondisi pria yang telah menjadi korbannya.


Deg!


Deg!


Jantung Doni seperti ingin lepas dari tempatnya, jangan sampai apa yang dia pikirkan benar kembali. Bukankah Salma pernah mengatakan padanya jika mereka dulu pernah bertemu dan Doni memang tidak asing dengan wajah Salma.


"Kyo, buka matamu, Nak!" Lirih Salma memegang tangan putranya. Tentu saja dia merasa sangat sedih dan khawatir melihat keadaan Kyo yang seperti ini.


Padahal mereka belum bertemu selama 2 bulan, karena memang Kyo tidak ikut ke Amerika bersamanya. Putranya itu mengatakan jika dia akan bekerja di Singapura karena ada audisi untuk menjadi model di sebuah perusahaan skincare dan kosmetik.


Doni mendekati keduanya, dan semakin menatap dalam pada wajah anak muda yang berbaring lemah dengan perban di kepalanya itu.

__ADS_1


'Tidak mungkin!! Apakah laki-laki ini adalah darah dagingku? wajahnya begitu mirip dengan diriku di saat masih muda, jadi apakah wanita ini telah mengandung anakku dan menyembunyikannya selama bertahun-tahun?'


"Salma, Apakah ada yang ingin kamu jelaskan padaku?" tanya Doni membuat Salma mematung.


Tidak, apakah dia akan mengatakan yang sebenarnya pada Doni, jika Kyo adalah darah dagingnya?


Bukankah dulu Doni memberikan nya cek 1 Miliyar untuk membuatnya tidak terhubung dengan pria itu lagi.


"Memangnya apa yang harus saya jelaskan pada anda, Bapak Doni?" Salma tidak berani menatap ke arah pria tua itu dia hanya berfokus kepada putranya.


"Mungkin hubungan One night stand diantara kita!" Doni to the poin, dia tidak suka berbasa-basi karena merasa jika Salma masih ingin menyembunyikan fakta sudah ada di depan mata.


Doni bisa melihat mata Salma bergerak gelisah, dan hal itu sudah cukup menjelaskan bahwa Salma memang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Huh, baiklah aku akan mengatakan sesuatu, tapi kamu harus berjanji untuk tidak marah dan mendengarkan penjelasan ku hingga akhir!" ucap Salma.


Mungkin memang lebih baik dia mengatakan kepada Doni yang sebenarnya karena sepertinya pria tua itu sudah curiga terhadapnya.


"Baik!" jawab Doni tenang.


Salma menghirup nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskan perlahan.


"Kyo adalah putra anda!"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2