Mengejar Cinta Ciara

Mengejar Cinta Ciara
Chapter 39


__ADS_3

Happy Reading.


"Saya terima nikah dan kawinnya Ciara Alfredo binti Farel Alfredo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan berlian senilai 3 miliyar di bayar tunai!"


"Bagaimana saksi?"


"SAH!"


"Sah...!


"Sah!"


"Alhamdulillah....!"


Lega sudah Arkan saat ini, setelah baru saja mengucap ijab qobul di hadapan Papa Farel dengan menjabat tangannya, dan melafalkannya kata ijab qobul yang sudah dia hapal sejak seminggu yang lalu. Sekarang dia lebih lega lagi karena sudah sah kembali menjadi suaminya Ciara.


Kemudian doa dilantunkan sebagai penutup prosesi ijab qobul agar kedua mempelai di beri keberkahan, keluarga sakinah, mawadah, warahmah.


Arkan dan Ciara menandatangani buku nikah yang baru, dan kemudian Ciara mencium tangan Arkan. Kali ini Arkan ikut mencuri ciuman di kening Ciara.


Pernikahan kali ini Arkan ingin merayakan dengan pesta meriah. Meskipun bukan yang pertama tapi Arkan ingin mengatakan pada dunia jika dia dan Ciara telah halal kembali.


Ciara tersenyum bahagia, sungguh kali ini dia benar-benar mengharapkan pernikahan yang terakhir bersama cinta pertamanya.


Arkan adalah pria yang dulu ia tinggalkan karena rasa cinta yang begitu besar, rasa kecewa dan sakit hati terlalu dalam menjadi satu.


Tapi ternyata Tuhan berkata lain, dia terjerat kembali oleh cinta pria yang begitu sabar dan penyayang seperti Arkan, yang tidak lelah mengejarnya kembali hanya agar bisa mendapatkan cinta nya.


"Selamat ya nak, Mama harap ini pernikahan terakhir kalian dan tidak ada kata pisah lagi!"


"Iya Ma, doain Cia, ya?" Ciara langsung memeluk Mamanya itu dengan rasa haru dan kelegaan yang luar biasa.

__ADS_1


"Selamat ya, mudah-mudahan kali ini kamu bahagia sampai kakek nenek, berdua bersama saling mendukung dan memberi kekuatan, intinya aku harap pernikahan kedua sahabat ku ini akan membuat kalian mengarungi kehidupan bahtera rumah tangga yang luar biasa," ujar Johan pada kedua mempelai.


"Aamiin!"


"Selamat ya Ciara, Arkan. Langgeng terus sampai anak-anak banyak!" Om Ferry dan Tante Lia dua orang yang berjasa juga memberikan selamat pada kedua pengantin.


Keduanya akan selalu mengamini setiap ucapan selamat yang terlontar dari semua orang yang hadir.


****


Malam ini Arkan benar-benar mengadakan resepsi pernikahan keduanya dengan orang yang sama.


Arkan dan Ciara nampak sangat serasi dengan balutan busana pengantin modern berwarna putih.


Raut wajah bahagia nampak di suguhkan oleh kedua pasangan tersebut, tentu saja bukan raut wajah yang di buat-buat seperti pernikahan awal dulu. Karena waktu itu Arkan memang belum mencintai Ciara. Tapi lihatlah sekarang, pria itu tidak akan bisa hidup dengan wanita yang pernah dia permainan kan perasaannya.


Arkan benar-benar memilih menduda seumur hidup jika tidak bersama Ciara.


"Lihat tamu di depan, jangan liatin ke sini terus," ujar Ciara tanpa menoleh.


Dia juga sudah tahu kalau Arkan sejak tadi hanya memandangi nya saja.


"Tidak mau, aku hanya ingin memandang pengantin ku, ingin menikmati kecantikan mu yang luar biasa ini," jawab Arkan.


"Sekarang jadi pinter gombal, ya? Belajar dari mana?"


"Sayang, aku nggak gombal, ini beneran dari lubuk hati yang paling dalam!" Arkan menarik Ciara daj mengecup bibir manisnya yang tidak akan pernah Arkan sia-siakan lagi.


"Lihat saja, sekarang kamu bisa merasakan cintaku itu nyata untukmu, aku sangat dan sangat mencintaimu, Ciaraku!"


*****

__ADS_1


Di sisi lain.


Jihan mendobrak pintu kamar Doni dan mendapati tempat itu begitu berantakan. Banyak botol minuman berserakan di mana-mana.


Jihan merasa jijik dengan tempat itu, dia bahkan mendapati beberapa pecahan kaca di sudut sana. Jihan ingin keluar tapi dia harus bertemu dengan Doni dan ternyata Jihan menemukan pria tua itu ada diatas ranjang dengan penampilan yang begitu berantakan.


"Doni!! Kamu tuh apa-apaan sih!! Gara-gara kamu aku jadi menderita HIV!!" Jihan memukul perut pria itu dengan keras. Sungguh perempuan itu begitu menyesal karena telah mengenal seorang Doni Irawan.


Wajah Doni menahan kesakitan ketika Jihan memukulnya.


"Aku akan mati!! Gara-gara kamu aku akan mati!! Huaaa!!" Jihan meronta dan mengamuk.


Sungguh dia sekarang merasakan karma yang luar biasa dari Tuhan.


"Diam! Aku juga akan Mati!! Kita berdua akan mati! Jadi jangan banyak mengoceh, lebih baik kau pergi atau aku akan membuatmu menyesal!"


Tubuh Jihan menegang ketika melihat smirk yang keluar dari mulut Doni.


"Dasar tua bangka!! Kenapa kau tidak tobat saja!! Aku juga akan pergi tanpa kau minta, aku tidak ingin di akhir hidupku ini tidak sia-sia, aku akan minta maaf pada Ciara dan Arkan! Apa kau tidak ingin meminta maaf pada anak mu!!"


Mata Doni melebar, tiba-tiba saja genangan air itu terlihat disudut nya. Bibirnya bergumam, dia benar-benar sendiri sekarang.


Dua anaknya tidak ada yang mau mengakuinya, semua karena keserakahan nya dan juga sifat gila wanita yang tidak bisa hilang dari sikap nya selama ini.


Di sisa akhir hidupnya, pria itu hanya sendiri tanpa ada yang menemani.


"Hestia, Arkan, Melisa dan Ciara, maafkan aku!" Pria itu akhirnya menutup matanya perlahan.


"Doni, bangun!!"


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2