
Happy Reading.
Rencananya Juwita akan menjenguk sahabatnya ke rumah sakit, tapi ternyata Ciara sudah pulang dan sekarang lihatlah, dia sudah duduk di pinggiran ranjangnya dengan cengiran khasnya.
"Kenapa nggak bilang kalau kamu kecelakaan dan masuk ke rumah sakit? Kalau bukan karena aku nyari kamu di apartemen dan langsung telepon sendiri, pasti kamu nggak akan kasih tau, 'kan?" Juwita ngomel-ngomel. Merasa tidak berarti karena Ciara tidak memberitahukan masalah kecelakaannya.
"Maaf, masalahnya aku nggak apa-apa, cuma menginap semalam dan sekarang udah boleh pulang," jawab Ciara merasa tidak enak hati.
Juwita menghirup udara dalam-dalam, kemudian duduk di samping Ciara masih dalam mode ngambek.
"Lalu siapa yang jaga kamu?"
Ciara menghadap Juwita dan menarik tangannya. "Ada Om Ferry sama Tante Lia yang langsung datang, ada Arkan juga yang nemenin aku," jawab Ciara menutup mulutnya.
Dia keceplosan, padahal Ciara masih belum ingin cerita jika Arkan adalah mantan suaminya.
"Arkan?" cicit Juwita. "Arkan siapa?"
"Ehmm .... !"
"Ciara!! Aku akan benci kamu kalau sampai kamu nggak cerita!"
Ciara menghela nafas, sepertinya dia harus menceritakan siapa Arkan itu.
"Arkan, tetangga baru kita ... Dia yang jagain aku!"
Juwita langsung loncat berdiri. "What!! Arkan si cowok tampan itu!! OMG!! Demi apa??"
__ADS_1
"Ck, nggak perlu heboh, Juwita!"
"Oke-oke, jadi kalian sudah dekat satu sama lain?"
"Ya," jawab Ciara, dia tidak akan berbohong pada sahabatnya itu.
"Jadi, kamu dijaga semalaman sama tetangga baru kita yang tampan itu?" Lagi-lagi Ciara mengangguk.
"Udah jangan tanya lagi, aku akan cerita semuanya padamu!" ujar Ciara.
****
Kyo membuka matanya perlahan, hal yang pertama kali dilihatnya adalah sang Mama yang sedang menatap depan dengan pandangan kosong. Nampak lingkaran hitam dibawah matanya dan wajah yang lesu.
"Mma ... Maa!" Salma langsung menoleh ketika mendengar suara Kyo yang memanggilnya.
"Sayang, kamu akhirnya sadar! Mama panggilkan dokter dulu!" Salma bangkit dan memencet tombol untuk memanggil dokter. Perasaan nya sungguh lega luar biasa karena melihat sang putra sulung yang sudah sadar setelah dua hari memejamkan matanya.
Beberapa orang masuk ke dalam ruangan Kyo, kemudian sang dokter memeriksa keadaan pemuda itu.
Kondisi Kyo sudah membaik, dia hanya terkena gegar otak ringan karena benturan tapi tidak membuatnya harus sampai hilang ingatan.
Doni yang mengetahui kondisi Kyo yang sudah sadar akhirnya menemui putra biologis nya itu setelah dokter selesai memeriksa keadaan Kyo.
Doni bisa melihat mata hitam itu menatap matanya, mungkin dia bertanya-tanya siapakah pria tua ini.
"Namaku Doni, dan aku yang menyebabkan mu menjadi seperti ini, maaf," ujar Doni pada putranya yang baru saja dia ketahui itu.
__ADS_1
Kyo menatap ibunya seakan meminta penjelasan. Salma langsung berjalan mendekat dan mengelus rambut putranya. "Iya, Pak Doni sudah menanggung semua biaya rumah sakit kamu dan Ciara," ujar Salma.
Kyo langsung teringat pada Ciara, "Ma, Ciara dimana? Gimana keadaan Ciara?" seru Kyo menarik lengan Salma.
"Ciara baik-baik saja, dia bahkan sudah pulang, tadi dia menitipkan salam padamu," jawab Salma.
Doni merasa jika Kyo dan Ciara memiliki hubungan karena melihat kekhawatiran di wajah pemuda itu.
"Syukurlah, Ma! Aku senang jika mendengar kabar bahwa Ciara baik-baik saja," ucap Kyo memperlihatkan wajah lega.
"Nak, apakah kamu ada hubungannya dengan Ciara?" tanya Doni pada Kyo.
Jika memang Kyo dan Ciara ada hubungan, dia pasti akan merestui Kyo dan meminta putranya yang baru saja ia ketahui ini untuk segera menjeratku dalam pernikahan.
Fokusnya adalah menikahkan Arkan dengan Jihan, karena sebuah misi agar seluruh aset milik keluarga Jihan bisa jatuh ditangannya.
Salma dan Kyo sama-sama mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan Doni.
"Apa anda mengenal Ciara?" tanya Salma.
"Ya, Ciara adalah mantan menantuku!"
*****
Jihan menatap gedung apartemen didepannya, Doni mengatakan jika Arkan menempati apartemen di gedung tersebut.
Wanita cantik itu menarik kopernya dan segera masuk kedalam lift. Jihan juga sudah mengetahui dimana unit Arkan berada. Berbekal informasi dari Doni, Jihan juga mendapatkan kartu akses apartemen Arkan.
__ADS_1
"Arkan, i'm coming!"
Bersambung.