Mengejar Cinta Ciara

Mengejar Cinta Ciara
Chapter 26


__ADS_3

Happy Reading.


Kyo tersenyum ke arah Ciara yang pagi ini menurutnya terlihat begitu cantik.


"Ayo masuk," pria itu membuka pintu mobil bagian samping kemudi untuk Ciara.


"Makasih, maaf ngerepotin," ucap Ciara tidak enak hati.


Ciara memang sengaja meminta Kyo untuk menjemputnya, kebetulan dia ada projek dengan pria itu dan mengharuskan mereka datang lebih awal di tempat shooting.


"Nggak ngrasa repot kok, santai aja," jawab Kyo kemudian masuk ke dalam mobil.


Pria berkulit putih itu menyalakan mobilnya, kemudian mereka keluar dari lobi apartemen.


Arkan hanya bisa mengepalkan tangannya, tapi dia harus sabar, tidak mungkin kan kalau Arkan harus sat set, pria itu yakin kalau dia bisa mengambil hati mantan istrinya itu.


Ciara dan Kyo saling ngobrol, keduanya terlihat cepat akrab.


Bekerja di perusahaan kosmetik dan menggarap produk baru membuat Ciara yang memang sebagai manajer pemasaran harus bisa mencari model yang menurutnya bagus masuk kriteria produknya.


Setelah melakukan shooting di tempat yang sudah disesuaikan, akhirnya Ciara dan Kyo memutuskan untuk langsung pergi menuju perusahaan.


"Berhenti di depan itu, ya, aku mau membeli sesuatu," ujar Ciara.


Sebenarnya Ciara akan membeli makanan cepat saji karena dia tadi belum sempat sarapan. Setelah sampai di depan MD Ciara langsung membeli 2 bungkus burger dan 2 minuman soda.


"Nih buat kamu," Ciara menyodorkan paper bag berisi burger dan soda.


"Eh, tapi aku tadi udah minum kopi dan makan roti," jawab Kyo.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, nanti dimakan di kantor," Ciara memaksa dan akhirnya Kyo pun menerima.


Saat di persimpangan jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang meluncur dengan kecepatan tinggi. Kyo yang terkejut membanting setir ke kiri dan mengakibatkannya menabrak pembatas.


"AAAKKKK!"


BRUKK!!


Ciara masih sadar karena benturan itu mengenai sisi dari Kyo. Ciara berusaha memanggil Kyosuke yang sepertinya sudah tidak sadarkan diri.


Lalu lintas pun mendadak macet karena adanya kecelakaan itu, beberapa orang menyelamatkan Ciara dan Kyo, sebelum kesadaran Ciara tiba-tiba menghilang.


*****


Arkan berlari untuk mencari dimana kamar rawat Ciara, dia mengetahuinya kecelakaan itu setelah sebuah berita muncul dan memperlihatkan wajah korban.


Arkan berlari dan langsung membuka pintunya, dia melihat ada seorang pria dan wanita paruh baya sedang mengobrol bersama Ciara.


"Alhamdulillah ya Allah, kamu baik-baik saja, Cia!" Arkan langsung berjalan ke arah Ciara dan akan memeluk nya, sebelum sebuah tangan menarik baju belakangnya dan berujar. "Kamu mantan suami Cia 'kan?" Ferry menatap tajam ke arah Arkan.


"Iya Om, saya adalah mantan suami Ciara, saya ke sini ingin melihat kondisi mantan istri saya," jawab Arkan yang merasa tidak asing dengan pria paruh baya itu.


"Sayang, biarkan saja, jangan halangi lagi!" Lia, istri Ferry menggelengkan kepalanya, meminta suaminya untuk memberikan waktu kepada kedua orang itu agar leluasa berbicara.


Akhirnya Ferry mengalah dan meninggalkan Arkan dan Ciara di dalam ruang rawat itu.


"Cia, aku benar-benar bersyukur jika keadaan mu baik-baik saja," ujar Arkan memandang wajah pucat sang mantan.


"Kenapa kamu bisa kesini?"

__ADS_1


Arkan lebih mendekat dan memegang tangan sang mantan, tapi Ciara nampak tidak suka jika Arkan memegang tangannya hingga Arkan akhirnya melepaskan nya.


"Aku melihat berita kecelakaan itu, dan disana ada gambar mu, jadi aku langsung ke sini," jawab Arkan memandang lekat wajah mantan istrinya yang untungnya tidak terluka sama sekali.


"Bagaimana keadaan Kyo? Aku ingin melihat nya," Arkan tidak suka dengan rasa khawatir yang ditunjukkan mantan istrinya pada pria lain.


Dia tahu jika pria itu adalah pria yang menjemput Ciara pagi tadi di apartemen.


"Aku belum tahu keadaan temanmu itu," jawab Arkan lesu.


"Aku ingin lihat keadaan Kyo, antar aku ke ruangannya, Arkan!" pria itu membulatkan matanya tidak percaya dengan permintaan Ciara.


Mungkin memang wajar jika Ciara menghawatirkan Kyo, karena tadi pas kecelakaan Ciara sedang bersama cowok itu, tapi tetap saja Arkan nggak terima dan nggak Sudi jika Ciara terlalu mengkhawatirkannya.


Pintu ruang terbuka, Arkan dan Ciara menoleh dan terkejut melihat siapa yang masuk ke dalam.


"Ayah!"


Doni terkejut melihat Arkan ada didalam ruang rawat itu.


"Kenapa kamu ada di sini? Dan Ciara, kamu korban kecelakaannya?"


Arkan berdiri dan berjalan mendekati Ayahnya. "Lalu kenapa Ayah ada disini?" Arkan balik bertanya.


"Aku ingin menjenguk korban kecelakaan gara-gara tadi menghindari mobilku," jawab Doni membuat Arkan dan Ciara saling memandang.


"Jadi, Ciara yang menjadi korban kecelakaannya?" tanya Doni.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2