Mengejar Cinta Ciara

Mengejar Cinta Ciara
Chapter 36


__ADS_3

Happy Reading.


Arkan mengeluarkan smirknya ketika melihat Jihan yang ketakutan, dia tentu tidak menyangka jika Arkan telah merekam dirinya yang sesaat tadi sedang melayani Ayah dari pria tersebut.


"Tidak!! Jangan Arkan, tolong jangan sebarkan video itu!! Ini semua salah paham, aku dipaksa pria tua itu untuk melayaninya!! Aku hanya dijebak!" Jihan menangis tersedu-sedu.


Doni mendekati Arkan, berusaha membujuk putranya itu agar tidak melakukan tindakan bodoh dengan menyebarkan video mereka.


"Nak, sudah ya, anggap saja kamu tidak pernah melihat apa yang baru saja kau lihat, Jihan benar, aku yang telah memaksanya, dia tidak bersalah!"


Arkan berdecih, kalau saja memutuskan hubungan darah antara anak dan Ayah itu tidak dosa, pasti sudah Arkan lakukan sejak dulu. Dia benar-benar tidak bangga memiliki Ayah seperti Doni


"Itu bukan urusan ku! Terserah anda mau melakukan apa sama wanita itu," Arkan menatap Jihan, kemudian kembali menatap Ayahnya. "Di sini yang ku sayangkan adalah kenapa kalian sampai harus menyeret ku dan Ciara ke dalam hidup kalian yang ternyata begitu busuk!" Kini wajah Arkan terlihat menggelap, matanya menatap tajam ke arah Doni tanpa ada rasa takut sama sekali.


Bagi Arkan, pria seperti Doni tidak patut di hormati, karena sikap dia tidak mencerminkan pria terhormat.


"Apakah kau sekarang ingin menjadi anak yang membangkang pada orang tua! Ayah tidak pernah mengajari kamu menjadi pembangkang, Arkan!"


"Apakah sekarang anda menyebut diri anda sebagai Ayah? seharusnya kalau memang anda itu mengakui sebagai seorang ayah, anda harus bisa membuat anak anda bahagia, bukan malah menghancurkan kebahagiaannya!" ujar Arkan sinis.


Tidak ingin berlama-lama ditempat ini, akhirnya Arkan memutuskan keluar dari rumah itu. Rumah yang dulu pernah menjadi saksi keharmonisan keluarganya ketika masih kecil. Tetapi sekarang rumah itu bagai neraka untuk Arkan dan dia berjanji tidak akan pernah datang ke rumah itu lagi.


*****


Ciara membuka matanya ketika merasakan kepalanya dipegang, wanita itu bisa melihat Arkan yang tengah mengelus rambutnya.


Ingin sekali Ciara menanyakan keberadaan Arkan seharian ini dimana, tetapi gengsi nya lebih tinggal sehingga ia urungkan saja.

__ADS_1


"Besok kamu sudah boleh pulang, tapi kata Om Ferry kamu tidak usah masuk kerja dulu," ucap Arkan menghentikannya elusan tangannya.


Padahal tadi Ciara sudah merasa nyaman dengan apa yang dilakukan Arkan pada kepalanya.


"Kenapa?" tanya wanita itu.


Arkan mengambil buah apel lalu mengupasnya. "Karena kamu tidak perlu bekerja lagi," jawab pria itu.


"Kenapa kamu masih di sini?"


"Aahh!" Tangan Arkan tergores pisau. Membuat darah keluar dari jarinya.


"Kenapa kau ceroboh sekali!" seru Ciara marah.


"Aww! Perih!" Ciara menarik tangan Arkan kemudian membungkus luka itu dengan tissue yang ada di meja.


"Kamu itu masih saja ceroboh, tidak pernah berubah!" Arkan begitu bahagia bisa mendapatkan perhatian seperti ini dari mantan istrinya.


Akan mengambil ponselnya dan membuka galeri, "kamu harus siap mental ya hanya dengan begini kamu pasti bisa percaya sama aku."


Ciara mengerjab kala melihat Video tidak senonoh yang dilakukan dua orang yang dia kenal.


Ciara menutup mulutnya dengan kedua tangan ketika melihat pria yang berada di titik itu adalah Doni mantan Ayah mertuanya.


Ciara menatap Arkan, mulutnya terbuka ingin mengatakan sesuatu tetapi terkatup kembali ketika bingung ingin mengatakan hal apa.


Sungguh dia begitu shock ketika melihat apa yang ada dalam video itu.

__ADS_1


"Jadi kita hanya dipermainkan oleh dua orang ini, selama ini semuanya sia-sia karena merekalah yang menghancurkan kita, menghancurkan pernikahan kita, jadi Ciara, tolong terimalah aku! Kali ini ayo kita buktikan kepada mereka kalau kita tidak akan pernah bisa terpisahkan!"


Ciara menarik nafas dalam-dalam, masih berusaha untuk menstabilkan perasaannya.


"Entahlah Arkan, aku masih belum bisa memutuskan, semuanya butuh proses jadi beri aku waktu untuk menjawab," jawab Ciara.


Arkan tersenyum dan mengangguk, setidaknya Ciara sekarang sudah tidak marah lagi padanya.


"Aku akan menunggumu, sampai kapanpun!"


Akhirnya Arkan memindahkan kasih kepada dokter untuk membalut lukanya. Dia masih harus terus berusaha untuk meyakinkan sang mantan istri agar mereka bisa bersama kembali.


Sedangkan di sisi lain.


Jihan membanting semua yang ada diatas meja, dia tidak menyangka jika semua rencananya akan digagalkan oleh Arkan.


Padahal tekad wanita itu sudah begitu kuat, dia ingin bisa menjadi istrinya Arkan, sangat ingin. Sungguh penyesalan selalu ada di akhir. Dulu dia terlalu percaya diri bisa membuat Arkan mencintainya lagi.


Ya, dia dengan percaya dirinya menolak lamaran pria itu dulu, dan setelah hidupnya berantakan, dia tidak rela ketika melihat Arkan dan Ciara bahagia.


Dan dari situlah awal mula Jihan ingin merebut Arkan dari Ciara. Namun, kenyataannya memang Arkan sudah tidak mencintainya lagi. Cinta pria itu sekarang sudah beralih pada Ciara.


Padahal dia sudah hampir bisa membuat Ciara menyerah dan meninggalkan Arkan, tetapi setelah kejadian ini, apalagi yang tersisa?


Arkan sudah tahu kebusukannya, hubungannya dengan Doni selama ini yang berusaha dia sembunyikan akhirnya ketahuan juga.


Jihan aku jika dia memang gila karena berhubungan dengan Doni, tapi meskipun begitu dia masih tetap mencintai Arga dan menginginkan pria itu untuk menjadi suaminya.

__ADS_1


"Doni!! semua ini gara-gara kamu!! Seandainya kamu bisa menahan hasrat mu itu, aku yakin kejadiannya pasti tidak akan seperti ini!"


Bersambung.


__ADS_2