
Happy Reading.
Arkan menatap nasi Padang dihadapannya itu dengan senyum tersungging di bibirnya. Masakan Padang kesukaannya Ciara, yang di buat oleh orang Padang asli, sahabatnya yang tinggal di Singapore beberapa tahun ini.
Meskipun Arkan tidak bisa menikmatinya bersama Ciara, dia sudah merasa cukup senang ketika Ciara mau menerimanya. Bisa tinggal bersisian seperti ini saja Arkan sudah sangat bahagia apalagi melihat sang mantan istri baik-baik saja.
"Aku benar-benar senang bisa melihat mu langsung setelah dua tahun ini Cia, aku senang melihatmu baik-baik saja dan masih seperti dulu." Gumam Arkan.
Ciara di dalam apartemennya hanya bisa memegang dadanya yang tidak menentu, Kenapa mantan suaminya itu bisa ada di sana.
Apakah ini kebetulan, ataukah memang Arkan selama ini masih mencarinya.
Ciara sebenarnya belum sepenuhnya bisa melupakan masa lalu yang menyakitkan itu, lalu kenapa Arkan masih bisa muncul di hadapannya dengan keadaan yang baik-baik saja.
Apakah pria itu tidak mengalami hal terburuk dalam hidupnya, bahkan Arkan masih bisa tersenyum lebar di hadapannya seolah mereka tidak pernah memiliki masa lalu yang kelam.
Drrrttt!
Ponsel Ciara berdering, wanita itu melihat Juwita meneleponnya.
Dengan terpaksa Ciara mengangkat panggilan dari sahabat sekaligus tetangga apartemennya itu.
"Halo!"
"Halo, CIA!!!! demi apa, demi apa!!! tuh, tetangga ganteng barusan kasih aku makanan Padang!! OMG Helloow....! dia baik banget sumpah!! dia juga ramah!! ya Tuhan!!"
__ADS_1
Ciara menjauhkan ponselnya dari telinga ketika mendengar teriakan dari Juwita.
"Nggak usah teriak, aku udah denger, suara kamu 'kan cempreng kayak bebek!"
"Hahaha, oops! sorry-sorry, habisnya aku seneng banget! ehhmm tadi dia juga nanyain kamu!"
Ciara menegakkan tubuhnya, jantungnya bertalu kencang, apakah benar Arkan mencarinya? jadi pria itu benar-benar mengikutinya sampai ke sini.
Setelah malam itu, Ciara merasa jika Arkan seperti sengaja menguntitnya. Seperti ketika Ciara keluar dari apartemen, Arkan juga membuka pintu Apartemennya untuk keluar. Ciara menduga Arkan memasang CCTV di depan pintu apartemen agar tahu kapan waktu Ciara akan keluar.
Ciara sendiri tidak mau lagi berurusan dengan Arkan, dia sebisa mungkin menghindari pria itu. Namun, sepertinya memang Arkan benar-benar memasang CCTV di depan pintu karena jantung Ciara hampir melompat dari tempatnya ketika tiba-tiba mendapatkan sapaan lembut dari Arkan saat di pintu lift.
"Hai, Cia! mau berangkat ke kantor?"
Ciara tidak menjawab, lebih baik abaikan saja daripada harus diladeni. Batinnya.
"Ciara ... !" Arkan menyusul mantan istrinya yang sudah masuk ke dalam lift itu masih menghiraukannya.
Pintu lift langsung ditutup oleh Arkan sebelum Ciara-nya keluar dari dalam.
"Aku tahu kamu pasti masih marah sama aku, aku tahu kamu pasti masih begitu membenciku, tapi kamu tahu 'kan kalau aku benar-benar menyesal!!" kali ini Ciara menoleh dan menatap Arkan.
"Sebenarnya apa mau mu??"
Senyum Arkan mengembang ketika melihat Ciara yang mau meresponnya. Meskipun masih dengan wajah dingin dan jutek, tetapi hal itu sanggup membuat Arkan melayang.
__ADS_1
"Cia, aku ingin bisa dekat sama kamu lagi, izinkan kali ini aku yang mengejarmu, kamu hanya diam ditempat dan aku yang akan membuat mu jatuh cinta lagi sama aku! Cia, kasih kesempatan untuk ku, tolong!"
Ciara bisa melihat ketulusan di mata Arkan, tetapi itu semua tidak lantas membuatnya luluh dan bisa melupakan masa lalu.
"Tidak perlu, hubungan diantara kita sudah berakhir, aku hanya ingin menyembuhkan luka, tetapi kenapa kamu datang disaat luka itu hampir kering!" jawab Ciara datar.
Arkan mengangguk paham, dia sadar bagaimana perasaan Ciara, dia sudah cukup merasakannya sepi dan sakit hati ketika harus mengabulkan permintaan Ciara yang ingin berpisah dengan nya itu.
Namun, kali ini Arkan tidak akan melepaskannya lagi, dia harus mendapatkan cinta dari sang mantan istri.
"Aku tahu, tapi bukankah kamu tidak boleh tenggelam di masa itu, kalau kamu tidak melepaskannya, itu akan semakin sulit dan membuat kita semakin sakit!"
Ting!
Bunyi pintu lift terbuka.
Ciara bisa melihat sosok tampan dan tinggi itu tengah tersenyum ke arahnya.
"Kyo, kamu sudah lama?" tanya Ciara yang langsung menampilkan senyumannya di depan laki-laki itu.
"Belum, baru saja sampai!"
Arkan yang melihat hal itu langsung mengepal tangan nya, ingin rasanya dia menarik Ciara dari hadapan cowok asing yang sayangnya memang sangat tampan itu.
Mengatakan pada cowok itu jika Ciara adalah miliknya.
__ADS_1
Bersambung.