Mengejar Cinta Mantan Kekasih

Mengejar Cinta Mantan Kekasih
Bab 30 WA dari Nomer Tidak Dikenal


__ADS_3

"Ting tong, ting tong, ting tong." Tiba-tiba HP Heliza berbunyi tiga kali di atas meja rias. Yazid yang masih berpakaian dinas, awalnya tidak merasa terganggu atau ingin tahu siapa yang menghubungi Heliza.



"Ting tong, ting tong," bunyi itu kembali diperdengarkan. Sekilas Yazid melihat nomer yang menghubungi Heliza adalah nomer yang masih baru dan tidak tersimpan.



Tadinya Yazid ingin memanggil Heliza yang kini sedang berada di dapur menyiapkan sarapan pagi. Namun dia urungkan setelah bunyi panggilan itu berhenti.



Tidak berapa lama notif pesan WA berbunyi. Yazid yang masih di depan cermin tidak sengaja melihat pesan masuk itu di layar HP Heliza.



"Hel, apa kabar? Lama tidak berjumpa, setelah kepergianku ke Papua kita benar-benar lost contact. Dan sekarang aku sudah kembali ke Bandung. Bukankah kita tidak pernah putus, kan, Hel?" Pesan pertama masuk. Disusul pesan kedua.



"Aku kangen kamu Hel, dua tahun lamanya kita tidak berjumpa, aku benar-benar tidak bisa hubungi kamu karena masalah sinyal. Terlebih aku ditugaskan di daerah rawan konflik." Pesan kedua berhasil terbaca juga lewat layar HP.



"Deggg." Jantung Yazid tiba-tiba berdetak sangat kencang, ditambah lagi debarannya tidak karuan.



"Siapakah orang itu? Apakah dia anggota juga?" Yazid menyimpan beberapa pertanyaan dalam benaknya. Sambil berdandan depan cermin dia penasaran apakah pesan WA dari orang itu akan masuk lagi.



Belum sempat hilang rasa penasarannya, Heliza sudah masuk kamar dan mengajak Yazid sarapan pagi.


"Kak, ayo kita sarapan dulu," ajak Heliza. Tidak butuh waktu lama Yazid keluar kamar dan mengikuti Heliza duluan.


Merekapun sarapan tanpa bersuara. Setelah sarapan, Yazid segera berdiri dan berpamitan pada Heliza.



"Aku pamit, ya," ujarnya seraya menyodorkan tangannya ke hadapan Heliza. Heliza sontak meraih tangan Yazid kemudian diciumnya.


"Hati-hati, Kak," peringat Heliza sambil melambaikan tangannya pada Yazid.


Setelah Yazid pergi, setengah jam kemudian Heliza pergi bekerja. Tidak lupa HP yang tadi dia tinggal di meja dimasukkan ke dalam tas tanpa mengecek lagi apakah ada WA masuk atau tidak?

__ADS_1


**


Yazid sudah tiba di ruangannya. Namun suasana kantor masih sepi. Iseng, Yazid mencoba menghubungi nomer yang tadi pagi sempat menghubungi Heliza. Panggilan tersambung, akan tetapi belum diangkat. Yazid putus asa sebab teman-teman satu ruangannya sudah mulai berdatangan. Akhirnya Yazid memutuskan siang nanti akan menghubungi kembali nomer itu saat jam istirahat.


Jam istirahat tiba, Yazid sengaja melipir ke arah taman samping ruangannya. Kini dia akan mencoba menghubungi nomer itu sekali lagi.



Panggilan Yazid berdering, itu tandanya nomer yang ia hubungi sedang aktif. Dan beruntung, kali ini diangkatnya.


***


Jam empat sore, tiba waktunya Heliza pulang. Heliza sengaja mampir dulu ke toko es krim sebelum dia mengambil motornya di parkiran. Entah kenapa akhir-akhir ini dia favorite banget dengan makan es krim.



"El, kok belum pulang?" tanya Hena teman satu departemennya.


"Ini Hen, aku beli dulu es krim."


"Banyak banget, El. Kamu nyetok ya?"


"Nggak juga, lagi kepengen saja," jawab Heliza.



"Ya ampun, banyak banget pesan WA dan miss call?" ujarnya seraya membuka pesan WA satu persatu. Heliza membuka pesan pertama dari suaminya. Lalu yang kedua dari nomer yang tidak dikenal dan masih belum disimpan.



"Nomer siapa, ya, masih baru kayaknya?" Sambil membuka pesan WA dari nomer yang tidak dia kenal itu.



Heliza membaca dua pesan masuk dari nomer yang sama sekali tidak dia kenal. Setelah selesai dibaca, Heliza sempat terhenyak. Dadanya langsung berdetak kencang. Dua tahun yang lalu pesan WA itu mengingatkan Heliza pada seseorang yang pergi berdinas ke Papua. Namun setelah tiba di sana, lelaki itu tidak ada kabar sama sekali. Heliza jadi bingung, dan akhirnya pasrah dan menyerah dengan hubungan yang pada saat itu masih baru dimulai.



Dua tahun tanpa kabar berita dan kini dia kembali memberi pesan yang sangat tidak diduga. "***Apakah Kak Irfan masih menyimpan nomer aku? Kenapa setelah dua tahun lamanya Kak Irfan baru menghubungi? Sayang sekali, sekarang sudah telat Kak, kita sudah tidak bisa bersama lagi***," batin Heliza merasa sedih dan bingung.



Kedatangan Irfan via WA malah menumbuhkan kembali luka hati yang sudah lama dia simpan. Tadinya Irfan bisa diharapkan sebagai pengganti Yazid setelah Yazid memilih menerima perjodohan dengan perempuan pilihan kedua orang tua Yazid.


__ADS_1


Lama setelah empat tahun berpisah dari Yazid, Heliza mulai membuka hatinya kembali dengan lelaki lain yang sama satu profesi dengan Yazid, padahal saat itu Heliza masih trauma untuk mengenal lelaki dari kalangan aparat. Namun saat itu Irfan datang mencoba masuk dalam kehidupan Heliza dan sedikit-sedikit mampu membuka hati Heliza.



Akan tetapi baru saja hubungan dimulai, Irfan mendapat kabar bahwa dia mendapat tugas ke Papua.



"Ini tidak akan lama, Sayang. Hanya dua tahun. Tunggu aku, ya. Setelah tiba di sana, nanti aku langsung menghubungi kamu." Itulah kata-kata terakhir yang sempat Irfan ucapkan sebelum dia pergi ke Papua.



"*Kenapa setelah dua tahun dia harus kembali dan memberi kabar? Tidakkah saat itu aku merasakan kecewa setelah tidak ada kabar sama sekali dari dia? Telat Kak, sebab sekarang aku sudah tidak sendiri lagi*." Heliza berbicara di dalam hatinya, dan kini dia tidak mau lagi dibayang-bayangi Irfan sebab Heliza sudah dimiliki Yazid.



Heliza berdiri menyudahi makan es krimnya yang sempat membuat tenggorokannya segar seketika. Dia mau pulang dan bermaksud ke parkiran motor.



"Apakabar, Hel?" tanya seseorang tiba-tiba, sembari menatap Heliza. Heliza tersentak seketika peredaran darahnya seakan tidak berfungsi dengan baik dan tubuhnya mendadak lemas.



"Kak Irfan," serunya dan kembali terduduk di kursi emperan toko.



"Hel, apakabar? Setelah dua tahun lamanya hilang kontak ternyata banyak yang berubah, termasuk hati kamu," ujarnya menatap Heliza.



"Apa maksud Kakak? Dan kenapa pula setelah dua tahun Kakak baru kasih kabar dan datang tiba-tiba di saat aku .... "



"Kamu sudah menikah, kan, Hel? Kenapa tidak menunggu aku dulu? Aku sungguh-sungguh kecewa sama kamu," ucapnya lagi sedih memotong ucapan Heliza.



"Kenapa Kakak nyalahin aku, selama dua tahun aku menunggu tapi hanya harapan kosong. Lantas aku harus menunggu sampai kapan? Aku minta maaf, Kak. Sekarang kita sudah berbeda, kita sudah tidak bisa bersama lagi. Aku sudah ada yang memiliki," ujar Heliza sembari beranjak meninggalkan Irfan yang termenung sedih.



"Semoga Kak Irfan mendapatkan pengganti aku yang lebih baik segalanya," pungkas Heliza sebelum benar-benar pergi meninggalkan Irfan.

__ADS_1


__ADS_2