
Leo menghentikan motornya tepat di depan rumahku. Aku segera turun.
"Makasih ya, karena mau mengantarku."
"Iya sama-sama. Aku balik dulu."
Leo pergi membawa motornya meninggalkan perkarangan rumah kami.
"Siang ma," Aku menyalami tangan mama serta mencium kedua pipinya dengan manja.
"Kenapa kamu pulang terlambat?"
"Itu ada piket kelas, makanya aku terlambat deh."
"Sama siapa tadi? Memangnya pak Jodi nggak menjemput mu?"
"Aku yang suruh pak Jodi nggak usah jemput. Lagian aku nggak mungkin tolak ajakan temanku. Saat ku telepon pun pak Jodi masih di kantor."
"Beneran cuma teman."
"Benaran ma, orang nggak ada apa-apa kok. Aku ke kamar dulu ma, mau ganti pakaian."
Aku meninggalkan mama, dan naik melewati tangga menuju kamar.
"Mama ini, apa-apa pasti di bilang pacar."
Aku melakukan aktivasi seperti biasa, ganti pakaian, turun makan, lalu naik kembali ke kamar. Nggak ada yang spesial dari itu semua. Aku membuka HP melihat isi chattingan ku siapa tahu ada pesan masuk.
"Eh, grup apa ini." Aku di tambahkan ke dalam grup yang sepertinya baru di buat. Siapa yang memasukkan ku. Setelah ku teliti semua anggota grupnya ternyata itu teman-teman kelasku.
Tiittt...Tiittt
Notifikasi pesan masuk dari mereka di grup banyak sekali.
Melati: Hai teman-teman
Sita: siang teman-teman
Edo: Ini grup apaan?
Loly: Grup kelas kita lah
Jaka: siapa yang admin woe
Loly: Aku meminta ketua kelas membuat grup untuk kita biar seru
Kenan: (photo lucu)
Sarah(ketua kelas) :Buat grup bukan untuk main-main ya
__ADS_1
Jaka: adminnya siapa?
Melati: baca di atas
Dahlia:ketua kelas
Harun: Halo
Sita: selamat bergabung
Rizki: Eh aku simpan nomor kalian ya
Sintia: Untuk cowok-cowok pada tenang napa?
Kenan: Kenapa jadi salah cowok-cowok
Dimas: Grup baru nih? Adminnya siapa aja? Mau gabung jadi adminnya juga.
Loly: ketua kelasnya yang admin sama aku
Panji: ribut
Surya: memori ku penuh
Sarah(ketua kelas) : jangan kirim yang aneh-aneh
Joy: Nggak nyambung semua
Jaka: eh jangan
Kenan: ampun boz🙏
Sita: Jangan ketua kelas
Loly: Tuh ketua kelas ngamuk makanya jangan ribut
Sarah(ketua kelas): Grup ini hanya untuk tanya tugas dan kirim soal atau mungkin jika kalian kesusahan buat ngerjain soal bisa tanya lewat grup. Kita bisa saling sharing.
Aku tertawa membaca isi chat anak-anak di dalam grup. Pada aneh semua sih. Tapi bagus juga ide Loly sama ketua kelas.
Tak selang berapa lama.
Tiit
Aku membuka chat dari nomor baru. Foto profilnya juga nggak di pasang.
Unknown: Hai
Aku: Hai, siapa ya?
__ADS_1
Unknow: Ini aku Leo. Maaf ya aku ngambil nomor kamu lewat grup.
Aku: Leo.... Nggak apa-apa.
Aku lalu menyimpan nomornya dan diganti dengan nama Leo.
Leo: Lagi buat apa?
Aku: Lagi baring nih
Leo: Kenapa nggak ngumpul di lapak sebelah
Aku: Malas, pada nggak nyambung semua.
Leo: Iya...Mereka ribut sekali, dan kenan juga ngirim foto yang aneh
Aku: Mereka nggak tahu ngamuknya ketua kelas bagaimana.
Leo: Iya.. hahaha.
Leo: Ganggu ya?
Aku: Nggak kok. Justru aku lagi bosan nggak tahu mau ngapain.
Leo: Kukira aku gangguin kamu
Aku: Nggak kok, santai saja...
Selama di kamar itu, aku menghabiskan waktu dengan chatan sama Leo dan anak-anak Lain.
Langit yang awalnya cerah kini mulai bertaburan bintang-bintang. Sungguh sangat bosan, nggak tahu lagi berbuat apa. Oh iya, aku baru ingat. Ada tugas bahasa Inggris. Kumpulnya mungkin minggu depan tetapi aku tetap ingin mengerjakan nya hari ini. Dari pada suntuk nggak jelas begini. Aku mengambil buku bahasa Inggris dan mengerjakan nya dengan begitu serius.
Keesokannya.
"Aduh aku lupa lagi."
"Dinda, ayo cepat anak-anak lain sudah pada ke lapangan semua." Panggil Loly yang berdiri depan pintu menunggu ku bersama Sita.
"Kalian punya kostum lebih nggak di loker?"
"Kamu lupa ya? Gimana dong, kami berdua juga cuman punya satu saja." Jawab Loly.
"Kamu tunggu di sini, kami akan tanya anak-anak lain."
Aku menunggu Loly dan Sita di ruang kelas seorang diri. Dari kaca jendela aku bisa melihat anak-anak cowok bermain bola kaki dan anak cewek membentuk kelompok bermain bola voli meskipun Pak Erik guru olahraga belum datang. Dari kejauhan juga aku melihat Loly dan Sita berlari ke arah mereka dan bertanya kepada mereka satu persatu mungkin tentang kostum yang lebih.
"Kamu nggak keluar?" Leo muncul dari arah pintu.
"Kostum ku ketinggalan. Aku lupa menaruhnya di dalam tas."
__ADS_1
Leo berjalan kemejanya, mengambil sesuatu dari laci meja dan menyerahkannya padaku.
"Pakai punyaku saja," aku tertegun mendengar perkataan nya itu.