Mengubah Cinta Masa Lalu

Mengubah Cinta Masa Lalu
36


__ADS_3

"Eh kalian lihat Leo nggak?"


"Tadi dia dicariin sama kepala sekolah, dan kepala sekolah meminta ku untuk memanggilnya kalau aku bertemu dia."


Kata Jaka yang kebetulan berdiri di samping kami.


"Nggak tahu juga sih, akhir-akhir ini Leo jarang sekali jalan sama kami." Loly dan sita melirik ku yang hanya diam saja. Mereka menyadari kalau aku dan Leo sedang ada masalah.


"Kalau ketemu dia bilang ya,"


"Iya nanti kami bilang."


Jaka pergi ke kumpulan anak-anak cowok yang berdiri paling belakang.


"Dinda, kamu lagi ada masalah ya sama Leo?"


"Nggak kok, masalah apa emangnya. Aku dan Leo baik-baik saja." Aku berusaha menyangkal mereka. Aku memang marah sama Leo saat itu tetapi aku juga nggak begitu kesal padanya. Aku menghindari nya karena malu saja dan tidak berani untuk menatap wajahnya. Aku masih bingung sama perasaan ku saat ini. Semenjak kejadian ciuman itu, setiap malamnya aku susah tidur dan terus memikirkan nya. Saat berpapasan dengan Leo hatiku selalu saja berdebar tak karuan, makanya aku memilih untuk menghindar. Walaupun sebenarnya aku menunggu permintaan maaf dari Leo. Tetapi dia diam saja bahkan tidak ada niatan sedikitpun dari nya untuk membujuk diriku.

__ADS_1


"Tetapi beberapa hari terakhir kamu jarang sekali berbicara dengan Leo dan bahkan menghindari nya." Kata Sita.


Aku kembali terdiam.


"Apa yang Leo lakukan? Kalau dia menyakiti mu beritahu saja ke kami, biar kami memarahi Leo." kata Loly.


"Benar teman-teman aku nggak punya masalah apapun kok. Sudah tenang, itu pak guru mau memberi kita pengumuman." Kataku mengalihkan pembicaraan memanfaatkan kedatangan pak guru yang memang sudah siap di depan kami untuk memberikan pengumuman.


"Perhatian anak-anak. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan rapot kalian. Kami akan membagikan nya setelah pulang dari liburan. Mulai besok kalian tinggal di rumah, kita akan bertemu lagi bulan depan tanggal 3 senin. Bapak ingin berterima kasih karena selama seminggu ini kalian mau bertahan dan melakukan pekerjaan kalian dengan sangat baik. Tetapi untuk anak-anak yang duluan libur maupun anak-anak yang sempat datang lalu bolos tunggu saja saat kita ketemu lagi nanti, kalian tetap akan mendapat hukuman." Kata pak Rusdi panjang lebar.


"Eh, Dinda kamu rencana liburan ini mau ke mana?"


"Nggak tahu juga sih kalau ayahku nggak sibuk, kami pasti ke jalan-jalan ke puncak atau ke luar negeri."


"Irinya bisa keluar negeri."


"Kalau kalian?"

__ADS_1


"Kami sih liburannya di rumah saja, bantu orang tua." Itulah nasib lahir di keluarga miskin, untuk biaya sekolah sama kebutuhan sehari-hari saja sulit apalagi mengeluarkan uang untuk jalan-jalan.


"Tapi kemungkinan kecil sih kami keluar negerinya. Apalagi Ayahku akhir-akhir ini sibuk dan masih banyak pekerjaannya juga. Gimana kalau misalnya kami tidak jadi pergi, kita bertiga jalan-jalan ke acara festival atau ke Dufan Ancol, buat menghilang kan kejenuhan." Ajakku pada Sita dan Loly. Sepertinya jalan-jalan dengan mereka akan lebih seru. Lagian aku sudah bosan pulang pergi ke luar negeri.


"Untuk biaya kalian nggak usah mikirin. Aku bisa atur semuanya."


Loly dan sita sempat berpikir karena mereka tidak enak padaku, tetapi aku berusaha meyakinkan mereka dan akhirnya mereka setuju.


Mobil jemputan ku datang, aku pamit pulang duluan ke mereka berdua. Aku sempat menawarkan mereka tumpangan tetapi mereka menolak nya, karena ada urusan di tempat lain.


Liburan kadang menyenangkan tetapi kadang juga membosankan, aku hanya tidur di kamarku tanpa tahu ingin melakukan hal apa. Papa sempat bertanya padaku jika aku mau liburan di luar negeri. Tetapi aku menolaknya. Aku tidak ingin menyusahkan papa lagi.


Aku melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Aku membuka isi chatan di telepon, sepi tidak seperti awal chat grupnya di buat. Anak-anak sepertinya sedang menikmati masa liburan mereka. Leo juga tidak pernah menghubungi ku lagi. Sebenarnya ada apa, apa telah terjadi sesuatu. Ah, jangan berpikir yang bukan-bukan mungkin dia lagi menikmati liburan nya juga.


Apa aku coba chat dia saja ya, kan sebelum-sebelumnya selalu dia yang menanyai kabarku lebih dulu. Tapi mau mengatakan apa juga, aku bingung. Akhirnya aku mengurungkan niatku.


Sebuah notifikasi dari youtube tentang seri Korea terbaru kesukaanku muncul. Aku adalah pencinta drakor, maka setiap ada list ya masuk aku tidak akan melewati nya. "Mending nonton drakor, daripada pusing mikirin orang."

__ADS_1


__ADS_2