
"Bagaimana Dinda? Kamu mau liburan ke mana?" Tanya papa di saat kami sedang menyantap makan bersama.
"Kalau kamu mau liburan ke luar negeri lagi, akan papa pesankan tiket. Atau mungkin kamu mau ke bali?"
"Enggak pa, aku ingin di rumah saja." Mama dan papa menatapku heran. Tidak biasanya aku bertingkah seperti ini. Yang biasanya aku akan selalu merengek pada papa untuk ke luar negeri.
"Kenapa? Kok tiba-tiba kamu nggak mau? Biasanya setiap liburan begini kamu akan merayu papa biar bisa ke luar negeri." Kata mama yang masih tercengang dengan jawaban ku.
"Nggak tahu juga kenapa ma, aku tiba-tiba bosan saja. Tapi aku bisa kan nanti kalau keluar sama teman-temanku?"
"Emangnya mau kemana?"
"Nggak tahu juga sih pa, nanti aku tanya ke mereka dulu."
"Temanmu yang kemarin ya, sempat ketemu di bandara itu?" Tanya mama.
"Iya, ma."
"Ya sudah, kalau memang kamu mau jalan-jalan sama temanmu itu. Tapi jangan lupa untuk memberitahu papa jika kalian ingin memutuskan ke mana."
"Beres pa."
Aku, loly dan sita membuat grup chat khusus untuk kami bertiga.
Loly: Pagi teman-teman aku rindu kalian.
Sita: Iya sama🥲
Aku: Iya aku juga. Lagi buat apa?
Loly: Aku lagi di toilet, aku menghindari papaku, soalnya istirahat ku tadi cuman sebentar, dan aku belum menyentuh hpku sama sekali.
Sita: Pantasan aromanya sampai sini🤮
__ADS_1
Aku: Hahahaha. Eh kalian jadi nggak minggu ini kita jalan-jalan ke dufan?
Sita: Oke tuh, soalnya kalau hari biasa aku nggak bisa. Aku harus bantuin orang tuaku.
Loly: Oke aku setuju. Tapi aku tetap nggak enak sama kamu. Aku tetap akan bawa uang sendiri.
sita: Aku juga sama
Aku: Aku kan sudah bilang ke kalian biar nanti aku yang bayar.
Loly: Tapi kami tetap nggak enak sama kamu
Aku : Ya sudah, kalau kalian merasa nggak enak. Kalian bisa bawa tapi yang seperlunya saja.
Sita: oke, kita sepakat. Sampai jumpa minggu depan.
Loly:👋👋
Bosan sekali rasanya hanya tidur di kamar begini. Mana menunggu hari minggu juga masih 4 hari lagi. Kenapa nggak menyenangkan sekali sih hidup ini. Giliran di sekolah pengennya cepat libur pas udah di kasih liburan malah pengen cepat sekolah saja.
"Nona, ayo bangun. Ini sudah sore hari bentar lagi mau gelap."
"Aduh bibi, memangnya ini sudah jam berapa sih?" Tanya ku sambil menggosok-gosok kedua mataku.
"Ini sudah pukul 17:53." Jawab bi Atum.
"Berarti aku tidurnya lumayan lama, mama sama papa?"
"Tuan belum pulang, kalau nyonya baru selesai masak katanya mau ke kamar membersihkan diri. Bi Atum di suruh Nyonya buat membangunkan nona."
"Oh gitu, ya sudah bi. Makasih ya, aku mau mandi dulu."
Bi Atum segera meninggalkan kamarku. Aku mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Aku keluar setelah selesai membersihkan tubuh. Aku turun menyapa mama yang sedang menonton televisi.
"Malam ma," aku duduk di sofa tepat di samping mama.
"Iya sayang, tidurmu pulas sekali hari ini."
"Iya ma, karena aku bosan nggak melakukan apa-apa."
"Kenapa nggak jalan-jalan saja di luar tadi? Kan bisa minta pak Jodi buat anterin kamu."
"Lagi nggak mood ma, lagian nggak seru jalan sendiri."
"Kenapa nggak ajak teman-teman kamu?"
"Kami sudah janjian minggu depan nanti. Kalau hari-hari biasa mereka nggak bisa karena harus bantu orang tuanya."
"Begitu ya, kalau gitu gimana kalau besok kamu temanin mama ke panti asuhan. Soalnya ada acara amal, sekalian biar kamu bisa refresing kan di luar."
"Ummm.... Okelah." Kataku.
Keesokannya aku bersiap-siap karena aku sama mama harus pergi ke mol dulu sebelum ke panti asuhan. Mama berencana ingin membelikan kado untuk anak-anak terlebih dahulu.
Kami tiba di mol yang menjadi pusat perbelanjaan untuk orang-orang. Karena semuanya tersedia dan lengkap.
"Ayo masuk." Ajak mama. Pak Jodi juga mengikuti kami dari belakang karena ia akan membantu mengangkat barang.
Kami ke toko pakaian anak-anak dan juga toko yang menjual berbagai macam mainan anak-anak.
Setelah dirasa barang-barang yang di beli cukup, aku dan mama melanjutkan perjalanan menuju panti asuhan mulia. Memakan waktu 1 jam karena perjalanan dari mol ke panti tersebut memang sangat jauh.
Seorang kepala suster datang menyambut kami.
"Selamat datang nyonya."
__ADS_1
Adik-adik di panti asuhan tersebut usia mereka sekitar 4-8 tahun. Wajah mereka sangat menggemaskan. Aku mengajak mereka bermain dengan hadiah yang di beli mama seperti bola. Sedangkan mama terus ke dalam ruangan dengan suster karena masih harus membahas hal lain.