Mengubah Cinta Masa Lalu

Mengubah Cinta Masa Lalu
43


__ADS_3

"Gimana nih teman-teman sebaiknya kita melakukan yang mana dulu?" Tanya Loly


"Gimana kalau kita selang-seling saja, yang menurut kita ekstrem kita lakukan dulu setelah itu yang ringan lagi dan berurutan terus begitu." Saran Sita.


"Oke.. Ide kamu bagus juga. Tapi sekarang kita foto dulu gimana sebagai titik awal kita masuk ke tempat ini." Kataku.


Kami pun meminta bantuan seorang pengunjung juga yang kebetulan bersedia membantu kami untuk memotret. Gaya apapun kami berikan, ada imut, gaul, cool. Gambar yang dipotret orang itu lumayan bagus, tidak lupa mengatakan terimakasih atas bantuannya. Pokoknya kami berusaha semaksimal mungkin untuk membuat liburan kami bertiga menjadi seru.


"let's Go guys.... "


"Eh tunggu dulu." Kata loly.


"Ada apa Loly?" tanya Sita


"Kalian nggak memasukkan permainan yang ekstrem kan?"


"Iya, nggak ada yang ekstrem kok. Lagian kami juga mengerti kalau kamu penakut." Kata Sita.


"Aku bukan penakut ya, hanya..."


"Hanya nggak berani aja," potong Sita membuat loly geram terhadap nya. Mereka berdua selalu saja begitu, meributkan hal yang sepele.


"Sudah lah, pokoknya hari ini kita harus seru-seruan. Disaat seperti ini kita tidak boleh menyia-nyiakannya."


__ADS_1


Kora-kora



Sebenarnya wahana ini tidak terlalu ekstrem bagi aku dan Sita, tetapi menurut Loly wahana tersebut tetap keliatan menakutkan. Loly sempat menolak untuk naik, aku dan Sita berusaha membujuk dan meyakinkan dirinya. Kami bertiga mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama sebelum kora-kora itu bergerak. Loly berada di tengah sambil menggenggam tanganku dan Sita. Kami menikmati permainan tersebut dengan sorakan bersama pengunjung lainnya. Sungguh sangat seru. Loly yang awalnya takut, di akhir-akhir berusaha menikmati gamenya. Setelah permainan kora-kora berhenti kami melanjutkan ke tempat selanjutnya.


2.apuarum ancol


kami akhirnya memilih akuarium sebagai tempat kedua kami berkunjung. Sungguh sangat seru, berbagai macam ikan yang ada dalam akuarium tersebut. Tidak lupa kami mengabadikan momen tersebut dengan selfi bersama. Kami juga mengambil gambar hewan-hewan yang ada dalam akuarium tersebut.


3.Poci-poci


Kami bertiga akhirnya lanjut ke permainan selanjutnya. Sungguh sangat seru permainan poci-poci meskipun kepala kami sempat terasa sakit karena terlalu lama berputar. Namun akhirnya kami ketagihan dan melanjutkan putaran berikutnya.


"Aku nggak mau, kalau kalian mau naik, kalian aja sendiri." Kata loly setelah mendengar perkataan Sita.


"Aku juga pengen naik, untuk tiga game ini aku nggak bisa ikut kita kan nggak bawa baju ganti." Kataku yang sebenarnya juga pengen naik rollercoaster.


"Iya juga ya, kita nggak sempat kepikiran buat bawah baju ganti."


Aku dan Sita melirik Loly untuk merayunya.


"Aku nggak mau," Kata Loly dengan tegas seolah-olah ia tahu apa yang sedang kami pikirkan.


"Please Loly, kami akan memegang mu,"

__ADS_1


"Iya, pokoknya seru. Rugi kalau kamu nggak naik." Sekali lagi aku dan sita membujuknya.


"Nggak mau, aku menonton saja dari bawah."


Kami akhirnya menyerah untuk membujuk Loly karena ia selalu punya alasan untuk menghindar.


"Baiklah, kamu di sini saja, kami berdua akan tetap naik. Tapi kamu nggak apa-apa kan menunggu kami dan berdiri sendiri di sini?"


"Lebih baik aku menunggu dari pada harus senam jantung terus di atas sana."


Aku dan Sita membeli tiket masuk dan meninggalkan Loly sendirian.


Posisiku dan Sita berada paling depan serta saling berdampingan.


Saat rollercoaster mulai bergerak jantungku serasa juga ikut berdetak dengan cepat seperti mengikuti irama kereta tersebut.


Saat keretanya meluncur dengan cepat, suara teriakan semua penumpang memekik di telingaku.


"Huuuuuuuuuuuuu...... Aaaaaaaaaaaaa....." Bukan hanya itu saja, bahkan aku bisa mendengar suara seseorang di belakang kami yang sibuk membaca doa tanpa membuka matanya sedikit pun.


Aku juga ikut teriak. Sebenarnya sih aku tidak ingin mengeluarkan suaraku, namun mereka tetap memaksa untuk keluar dengan sendirinya. Dan suara kami itu seperti mengikuti irama dari rollercoaster yang masih bergerak.


Setelah beberapa putaran kami melanjutkan melakukan game lain. Sebenarnya banyak penambahan game baru yang tidak kami rencanakan. Tetapi kami ingin memanfaatkan waktu liburan ini dengan lebih banyak hiburan.


Tanpa terasa jam menunjukkan pukul 7:13 pm. Kami memilih bianglala sebagai hiburan terakhir Sambil menunggu jemputan kami datang. Karena saat ku telepon pak Jodi katanya dia masih menunggu ayah dan setelah itu baru menjemput kami.

__ADS_1


__ADS_2