
Sekitar pukul 8.11 malam, pak Jodi datang menjemput kami.
"Maaf nona, saya terlambat menjemput kalian."
"Nggak apa-apa kok pak. Bapak kan juga masih harus mengantar papa pulang terlebih dahulu."
"Berangkat pak!" Kataku setelah kami bertiga masuk ke dalam mobil.
"Apa kata papa, pak?"
"Nggak ada nona, tuan hanya menyuruh saya segera menjemput kalian."
"Oh gitu, kalau gitu kita antar mereka berdua terlebih dahulu."
"Baik nona."
Dalam perjalanan menuju ke rumah Sita dan Loly, kami bertiga begitu sibuk melihat foto serta video yang kami ambil tadi.
"Eh ini muka Loly belum siap, jadi kayak pelawak dia."
"Mana?"
Aku dan Sita tertawa puas sedangkan Loly memasang wajah merengut pada kami.
"Bukan cuma aku, nih lihat kalian juga punya."
Kata Loly sambil menunjukkan foto aku dan Sita yang juga belum siap bergaya. Dia mengambilnya dengan diam-diam, disaat kami lagi serius bermain game. Dan ekspresi kami juga sangat lucu.
"Hahaha... hahaha.... hahaha." Kami bertiga tertawa saat melihat banyak foto-foto absurd yang tersimpan.
Pak Jodi hanya tersenyum melihat tingkah kami bertiga.
Setelah setengah jam lebih akhir kami sampai di lorong masuk rumahnya Sita dan Loly.
Mobil tidak mungkin bisa masuk ke dalam.
__ADS_1
"Pak, kita antar mereka dulu." Pak Jodi mengangguk setuju.
"Nggak apa-apa, kalian pulang saja. Rumah kami juga dekat kok dari sini."
"Rumah kalian memang sudah dekat, tapi kami tetap harus mengantar kalian sampai depan rumah." Kata pak Jodi.
Karena pak Jodi sudah mengatakan demikian Sita dan Loly akhirnya hanya menurut.
Kami keluar setelah pak Jodi memarkirkan mobil itu di tempat yang tidak terlalu jauh dari lorong masuk tempat tinggal Sita dan Loly.
"Selamat malam pak, bu" Kata pak Jodi sambil berjabat tangan kepada orang tua Sita yang kebetulan duduk di depan teras rumah.
Sita kemudian menyalim tangan kedua orang tuanya lalu disusul aku dan Loly dari belakangnya.
"Kami hanya ingin mengantar mereka berdua."
"Oh gitu. Makasih pak karena sudah menjaga putri kami."
Kami berniat untuk mengantar Loly tetapi ia menolak.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu." Kata pak Jodi.
"Nggak mampir dulu sebentar?" Kata orangtua Sita.
"Lain kali saja pak, bu. Nanti kami kemalaman." Orang tua Sita hanya mengangguk-anggukkan kepala.
Tidak lupa aku menyalim tangan kedua orang Sita lagi sebelum berpamit pergi.
Pak Jodi menjalankan mobilnya meninggalkan perkampungan tempat tinggal Sita dan Loly.
Karena kelelahan, aku ketiduran di dalam mobil. Aku terbangun saat pak Jodi membangunkanku dengan perlahan disaat mobil kami sudah terparkir di depan rumah.
"Nona,nona.. Nona kita sudah sampai." Kata pak Jodi membangunkan ku.
"Oh iya pak." Aku menggosok kedua mataku dan mengambil tas di samping ku lalu keluar dari mobil. Karena pak Jodi harus memasukan mobilnya ke garasi.
__ADS_1
"Selamat malam ma, malam pa." Kataku sambil mencium pipi mama dan papa.
"Malam juga sayang." Balas mereka
"Gimana jalan-jalan sama teman-teman mu itu? Seru?" Tanya papa.
"Iya pak, pokoknya seru sekali. Kami ke......" Aku menceritakan kegiatan kami seharian ke papa dan mama dan seolah-olah aku terbawa suasana mengingat kejadian lucu.
"Berarti kamu nggak bakal minta jalan-jalan ke luar negeri lagi."
"Tapi pa, aku rasa kalau aku mengajak mereka jalan-jalan ke luar negeri mungkin lebih seru."
"Hmmm terserah apa maumu. Tapi emang kalau nanti kamu pengen ajak mereka ke luar negeri, apakah orang tua mereka bakal setuju?"
"Aku juga memikirkan hal itu sih, aku rasa pasti orang tua mereka nggak bakal mengizinkan deh yah."
"Kalau mau bahas hal seperti itu, lain kali saja." Kata mama.
"Ngomong-ngomong kamu sudah makan?" Tanya mama.
"Belum ma. Tadi kami makan sekitar jam 13.35 sore di restoran terdekat.
"Ya sudah, segera ke atas bersihkan dirimu dulu baru turun untuk makan malam."
Aku segera naik ke atas kamar dan bergegas mandi karena tubuhku sedikit bau keringat. Penyebabnya ya sudah pasti aktivitas kami hari ini yang lumayan padat. Aku memakai piyama pink favorit ku dan turun ke bawah.
Mama dan papa ternyata sudah menungguku di meja makan.
"Kalian baru mau makan juga?"
"Iya, kami menunggu kamu pulang biar kita bertiga bisa makan bareng." Jawab mama sambil menyendokkan nasi berserta lauk untuk papa dan dirinya.
"Hari ini aku mulai mengikuti program diet, jadi aku akan menyendok sendiri."
"Diet? Ngapain? Sebaiknya kamu makan banyak biar berisi badanmu itu. Lihat kamu seperti tinggal tulang saja.
__ADS_1