Menikah Demi Balas Dendam

Menikah Demi Balas Dendam
Bab 15 Terperdaya


__ADS_3

Pangeran Edric menatap Benazir dengan seksama. Dalam hati mengkhawatirkan dirinya yang mendapat perlakuan kasar dari suaminya.


"Pangeran Aslan menyebutku mata-mata. Dia terpaksa menikah denganku. Dan didalam kamar dia menyakiti ku. Lihatlah tanganku ini," kata Benazir pada Pangeran Edric sambil memperlihatkan lengan nya yang bekas cengkeraman hingga berbekas merah dan ada luka di lengan itu.


Benazir sengaja melukai dirinya sendiri ketika tadi kepergok saat akan melarikan diri. Dia punya akal agar tidak dicurigai oleh Pangeran Edric.


"Tanganmu terluka. Pangeran Aslan yang melakukan semua ini?!" Pangeran Edric terpengaruh siasat Benazir.


"Benar. Pangeran Aslan menyakiti ku, tidak hanya tanganku. Dia juga menyakiti bagian yang lain. Haruskah aku tunjukkan padamu?" Benazir seraya membuka bagian atas bajunya namun Pangeran Edric menahannya.


"Tidak perlu putri. Aku percaya padamu. Pangeran Aslan benar-benar seorang pecundang. Berani sekali dia menyakiti seorang wanita. Aku benci pria seperti itu!" kata Pangeran Edric dan mengajak Putri Benazir kembali ke istana.


"Kau akan membawaku kemana?" tanya Benazir pada Pangeran Edric.


"Kembali ke istana putri,"


"Tapi...aku takut. Aku ....maksudku...biarkan aku pergi dari istana ini. Bagaimana jika nanti malam Pangeran Aslan menyakitiku lagi?"


"Itu tidak akan terjadi putri. Kau aman bersamaku. Andaikan saja kau adalah istriku. Aku pasti akan memperlakukanmu dengan sangat lembut dan membuatmu bahagia..." kata Pangeran Edric pada Benazir.


"Tapi aku hanyalah anak dari selir raja. Pangeran Aslan adalah putra mahkota,"


Dalam hati, Benazir tahu apa yang harus dia lakukan. Ternyata ada perang dingin di antara kedua pangeran ini. Dan dia bisa memanfaatkan keadaan ini untuk kepentingannya.


"Tapi aku percaya padamu Pangeran. Kau lebih baik dari Pangeran Aslan. Kau juga berhak atas tahta itu," kata Benazir menatap Pangeran Aslan sambil tersenyum manis.


Tiba-tiba, Pangeran Edric terbaru dengan ucapan Benazir dan reflek memeluknya. Benazir kini berada dalam dekapan Pangeran Edric.


Mau bagaimana lagi, hanya ini yang bisa aku lakukan agar kedua orang tuaku aman sampai keluar dari istana ini, gumam Benazir.


Aku harus membuat Pangeran Edric tidak curiga padaku dan kenapa aku berada di lorong rahasia ini.


"Tapi Putri... bagaimana kau tahu ada jalan rahasia disini?" tanya Pangeran Edric dan melepaskan pelukannya pada Putri Benazir.


"Aku...aku hanya berjalan mengikuti kata hati. Dan hatiku mengantarkan pada jalan yang bisa membuat aku keluar dari istana ini," kata Benazir berbohong dengan kata yang manis.

__ADS_1


"Untunglah aku segera menemukan dirimu. Jika tidak. Maka aku akan merana...." tiba-tiba Pangeran Edric berbicara tanpa dia sadari.


"Apa!?" Putri Benazir terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Pangeran Edric.


"Ehm, tidak! tidak! Maksudku...kau akan menghebohkan istana jika berhasil kabur dari sini...."


"Kau juga tidak mengijinkan aku pergi setelah kau tahu jika aku ketakutan setiap malam bersama suamiku? Aku mohon. ..ijinkan aku pergi dari istana ini...kau akan aku ingat sepanjang usiaku jika kau membantuku keluar dari sini..." pinta Benazir sebelum sampai di istana dan masih didalam hutan, dia berharap Pangeran Edric melepaskan dirinya.


Bagaimana mungkin aku melepaskanmu. Kau adalah alasanku merebut tahta dari kakakku sendiri.


"Tidak! tidak! Kau tidak boleh meninggalkan istana ini. Kau sekarang adalah putri Benazir, kau bagian dari istana ini...." kata Pangeran Edric tersenyum manis.


Astaga! Dia tetap tidak melepaskan aku. Dia juga ingin aku tinggal disini.


Ibu...maafkan aku. Aku tidak bisa menyusul kalian saat ini. Tapi....setelah punya kesempatan lagi aku akan keluar dan menemui kalian...kata Benazir dalam hati ketika memasuki gerbang istana.


Pangeran Aslan kebingungan sejak tadi karena tidak menemukan Benazir dimana-mana.


Dia mencari ke segala penjuru istana dan tetap tidak menemukannya.


Tapi tiba-tiba dia melihat Benazir bersama Pangeran Edric. Aku cemburu tiba-tiba membuat Pangeran Aslan mengepalkan kedua tangannya.


Pangeran Aslan sangat marah dan mencegat Pangeran Edric serta Benazir yang baru saja masuk ke istana.


"Darimana kalian? Dan kau...kenapa kau bersama dia?" Tanya Pangeran dengan mata merah membara.


"Kami hanya berjalan-jalan. Aku khawatir dengan keselamatan Benazir. Sehingga aku menemaninya," kata Pangeran Edric mengarang cerita.


"Kau! kemari!" Dengan kasar Pangeran Aslan menarik Benazir ke sisinya.


Hampir saja Pangeran Edric menarik pedangnya ketika melihat Benazir ditarik dengan kasar seperti itu.


"Kau gadis bangsawan. Kau tahu tata Krama dalam kerajaan! Kau dengan nyamannya berjalan bersama pria lain di lihat olah para prajurit. Kau tidak malu? Kau punya harga diri?" Dengan kesal dan api cemburu yang sangat dahsyat membuat mata Pangeran Aslan melotot sangat dekat pada wajah cantik Benazir.


Pangeran Edric semakin yakin jika Benazir diperlakukan kasar oleh suaminya sendiri setelah melihat dengan kepala sendiri kemarahan Pangeran Aslan pada istrinya itu.

__ADS_1


"Jangan membentakku didepan saudara mu dan para prajurit!?" Bisik Benazir pada suaminya itu.


"Ikut aku!" Pangeran Aslan menarik Benazir dan membawanya ke kamarnya. Sementara, Pangeran Aslan sekali lagi hampir saja menarik pedangnya ketika wanita yang dia cintai di seret dengan kasar oleh saudara tirinya.


Kurang ajar! Berani sekali dia memperlakukan Benazir dengan kasar di hadapanku. Aku akan memotong tanganmu yang sudah menyakitinya! Umpat Pangeran Edric.


Sementara dari atas, Ratu Safiya melihat pemandangan itu. Ketika dua pangeran berhadapan dan saling bertatapan tajam.


Putraku masih lebih kuat darimu....


Lalu Ibu dari Pangeran Edric juga melihat dari jendela.


Aku sudah membangkitkan macan yang tidur. Melalui gadis itu, maka dia akan punya semangat untuk merebut tahta kerajaan.


Dan aku akan menyingkirkan Ratu Safiya dan menggantikan posisinya. Sudah lama aku menantikan hal ini dari putraku. Dan sekarang, aku melihat dia benar-benar adalah putraku yang akan merebut tahta di kerajaan ini.


Pangeran Edric lalu masuk kekamarnya dan menemui Almira.


"Kau darimana saja? Kenapa tidak datang menemuiku?" Almira sangat kesal.


"Sabarlah. Kenapa harus marah. Ada apa kau mencariku?"


"Berikan aku pakaian pelayan. Aku akan keluar dan berkeliling istana. Aku tidak tahan berada disini sepanjang hari,"


"Itu sangat berbahaya. Kau bisa tertangkap!"


"Aku akan menyamar. Tidak akan ada yang mengenaliku..."


"Baiklah..."


Pangeran Edric lalu memberikan baju Pelayan untuk Almira. Dan sekarang dia sedang masuk kembali ke ruang persembunyian nya dan tidak lama kemudian sudah keluar dengan baju pelayan.


"Oke....idemu boleh juga..." kata Pangeran Edric setelah melihat penampilan Almira yang tidak di kenali lagi sekarang.


"Tapi, aku harus menyingkirkan satu pelayan untuk itu..." kata Almira pada Pangeran Edric.

__ADS_1


"Itu masalah mudah. Biar aku tangani..." kata Pangeran Edric dan menyuruh anak buahnya yang melakukan hal itu.


Jumlah Pelayan sudah dihitung. Dan jika bertambah satu maka akan di curigai ada penyusup didalamnya. Harus menyingkirkan yang asli baru bisa menggantikan posisi nelayan itu dan berkeliaran didalam istana tanpa di curigai.


__ADS_2