Menikah Demi Balas Dendam

Menikah Demi Balas Dendam
Bab 22 Cinta yang terlambat


__ADS_3

Kehamilan Benazir semakin besar, sebentar lagi dia akan melahirkan. Sementara, Pangeran Aslan sangat berduka karena tidak menemukan Benazir meskipun sudah mengirim mata-mata untuk mencarinya.


Benazir saat ini tengah berjuang melahirkan putranya di sebuah klinik bersalin. Dia ingin melahirkan di klinik biasa karena khawatir mata-mata Pangeran Aslan akan menemukannya di rumah sakit besar.


Keringat membasahi keningnya ketika berulang kali dia mengejan, berusaha mengeluarkan kepala bayi yang terus mencari jalan untuk keluar dari rahimnya.


Kepala itu terus menekan kebawah dan Benazir merasakan sakit yang luar biasa. Namun rasa sakit itu dia tahan demi lahirnya buah hatinya ke dunia ini.


"Terus...lakukan lagi sayang....kepalanya sudah terlihat. ayo...lebih panjang mengejannya. Tarik nafas dalam dan dorong dengan kuat...." bisik ibunya yang menemaninya melahirkan.


"Aaaaaaahhhhhh," Benazir mengeluarkan suara jeritan yang tertahan ketika bayi itu akhirnya lahir ke dunia.


"Oek...oek...oek....." Dia bayi laki-laki dan mirip sekali dengan Benazir.


Beberapa jam kemudian. Bayinya sudah rapi dan bersih. Halil menatapnya dengan cinta kasih yang tulus.


"Selamat, kau menjadi seorang ibu...." kata Halil.


Beberapa bulan kemudian.


Benazir menatap Halil dengan bahagia.


"Terimakasih. Kau selalu ada untukku bahkan ketika aku harus melahirkan tanpa suamiku,"


"Kau adalah sahabat dan juga....orang yang...."


Sesaat Halil tertegun.

__ADS_1


"Teruskan Halil. Orang yang apa...." Benazir berdebar menunggu kelanjutan kalimat selanjutnya.


"Orang yang....aku cintai. Maafkan aku. Tapi aku harus mengatakannya. Sudah lama aku menantikan saat kau dan aku sedekat ini. Tapi...aku tidak punya kesempatan itu. Aku hanya pria biasa, aku tidak punya keberanian mendekati mu saat itu," kata Halil ketika hanya mereka berdua di dalam rumah itu yang belum lama di beli Benazir dengan hasil penjualan berlian. Halil juga membeli rumah disamping rumah Benazir. Mereka bertemu setiap hari dan semakin dekat.


"Maafkan aku. Aku tidak menyadarinya. Dan aku pikir kita bisa memulainya dari awal kembali. Aku juga mencintaimu," kata Benazir.


Halil mendekatkan wajahnya dan hidungnya menyentuh hidung Benazir. Lalu bibirnya turun ke bawah dan menyentuh bibirnya dengan lembut.


Lama berpagut membuat keduanya hanyut dalam cinta yang sedang tumbuh dengan indah. Hati mereka berdebar dan nafas saling menuntut.


"Oek...oek...oek...."


Benazir segera melepaskan diri dari pagutan bibir Halil. Dia berjalan kekamar dan bayinya kembali tidur setelah menangis barusan.


Ada nyamuk yang menggigit pipinya yang putih dan gembul.


*


*


Halil dan Benazir lalu menikah dan hanya di saksikan keluarga mereka saja. Mereka tidak mengundang siapapun karena khawatir anak buah Ratu Safiya akan menculik bayi Benazir.


Ratu Safiya punya begitu banyak prajurit dan juga dikenal sangat licik.


"Akhirnya, putri kita menemukan teman hidup yang mencintainya dengan tulus," kata Zeinep ibunya pada suaminya.


"Andai kau melihatnya suamiku. Maka kau akan merasa sangat bahagia melihat kebahagiaan putrimu," kata Zeinep.

__ADS_1


"Aku melihatnya. Aku melihat dengan mata hatiku,"


Benazir dan Halil telah menikah. Dan mereka akan pergi bulan madu ke sebuah tempat yang jauh.


Mereka masuk kesebuah mobil mewah lalu meninggalkan mereka semua.


Mereka sudah menjadi kaya raya berkat berlian itu.


Didalam mobil.


"Matamu sangat indah...aku tenggelam didalamnya..." kata Halil menoleh pada Benazir.


"Kau juga sangat pemberani. Aku merasa aman dan nyaman disamping mu, tanpa rasa takut sedikitpun..." Benazir tersenyum manis dan menatap suaminya.


"Kita akan membuat hari yang berkesan setiap hari," Benazir merasa beruntung memiliki Halil sebagai suaminya.


"Dan kesan pertama...aku ingin kau mencium pipiku sekarang...." kata Halil menggoda Benazir.


Benazir merona malu.


"Ehm....." Benazir lalu mendekat pada suaminya dan mengecup pipinya dengan lembut.


Halil tersenyum bahagia. Pengorbanan yang dia lakukan tidak sia-sia. Begitu juga Benazir. Dia sadar, jika yang dia butuhkan adalah pendamping seperti Halil. Bukan pria yang tampan dan kaya raya seperti pangeran Aslan.


Pemuda biasa yang pemberani dan siap berkorban untuknya. Mempertaruhkan semua miliknya termasuk nyawanya demi gadis yang dia cintai.


Tamat.

__ADS_1


__ADS_2