menikahi 2 pria

menikahi 2 pria
Pertemuan tak terduga (part 2)


__ADS_3

Pagi ini,William bangun lebih awal.


Dia menuruni ranjang tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.


Siang ini William akan menemui kliennya di hotel untuk membahas tentang perusahaannya.


Bara pun sudah bersiap dan menunggu William turun dari kamarnya.


Semua berkas sudah di rapihkan di dalam sebuah Map.


Selesai mandi William masih melihat istrinya tertidur.


Sepertinya dosis obat yang di berikan kemarin sangat begitu tinggi.


William pun bersiap ke bawah dan menuju ruang makan.


Tampak Bara sudah di meja makan.


"Sudah di rapihkan semuanya....!"Tanya William ke Bara.


"Sudah,sekarang tinggal ke hotel dan menemui klien..?"Jawab Bara.


"Bu Siti .............?"William memanggil pembantunya.


Bu Siti berlari kecil menuju meja makan


"Iya den,ada yang bisa bibi bantu....?"Jawab Bu Siti.


"Tolong,nanti siapkan sarapan buat Nyonya dan suruh nyonya ke hotel nanti siang...!"sambil menyerahkan secarik kertas.


"Nanti minta tolong pak Ujang,suruh antar nyonya ke hotel menemui saya....!"Perintah William.


"Baik den,nanti saya sampaikan.....?"


Bu Siti kembali ke dapur,menyelesaikan pekerjaannya.


William dan Bara yang sudah selesai sarapan,pergi meninggalkan meja makan dan menuju kantornya di Jakarta.


Di mobil William sibuk membaca berkas berkasnya.


Bara duduk di samping sopir,juga sibuk membuka tabletnya.Mengatur ulang jadwal William.


"Sepertinya kita tidak bisa sampai puncak tepat waktu........Tolong pesankan Hellicopter untuk siang ini.Aku tidak ingin klienku menunggu terlalu lama nanti di kantor.


"Juga atur makan siangku dengan istriku setelah selesai menemui klien?"


"Oke siap.....Akan saya atur Bos...!"


Sesampainya di perusahaannya,William langsung masuk menuju lift khusus presedir.


Di kantor semua karyawan belum mengenal William,kecuali bagian bagian tertentu saja


Semua mata karyawan memandang ke William,mereka begitu terpesona dengan ke tampanan william juga Bara.


Mereka berbisik tapi juga merasa heran,kenapa laki laki tampan itu memasuki lift khusus.


Sampai lantai 80,lift pun terbuka.


William ingin memasuki ruangan CEO di perusahaan itu,tapi dia di halangi oleh seorang perempuan yang ternyata seorang sekretaris.


William begitu paham,diapun memang salah,karena tidak mengabari kedatangannya di perusahaan ini.


Bara ingin melangkah ke depan,tapi di halau oleh William.


"Maaf...bapak sudah bikin janji!"tanya seketaris itu,yang di ketahui bernama CLARA.


"Oh...ya aku lupa.....Maaf nona?"


"Aku sangat terburu buru jadi belum membuat janji....?" William tetap tersenyum


"Kalo begitu silakan duduk pak....saya ke dalam menemui pak DEVAN."


William pun menuruti keinginan seketaris Devan.


Mereka langsung duduk di sofa yang sudah di sediakan di kantor itu.


Tampak Bara begitu heran ,mengetahui sikap BOS nya sekarang.


Tak biasanya William mau di perlakukan seperti itu.


Menunggu merupakan sesuatu yang tidak di sukai William tapi ini.....


Semenjak menikahi DHINIE, William memang sudah berubah.


Tok..TOk...Tok....


Pintu pun terbuka terlihat,tampak Devan sedang menyelesaikan pekerjaannya.


"Maaf Pak Devan,ada tamu yang sedang menunggu Bapak..?"


"Oh ya....Kamu sudah tanya siapa dia..?"


"Dia bilang tuan William ...?"


Mata Devan langsung melotot dan terkejut,diapun langsung berlari ke luar.


Clara tampak aneh dengan bos nya,


"Mengapa pak Devan begitu kuatir,kan cuma seorang tamu yang tak begitu penting!"pikir Clara.


Devan langsung menemui Willian,Clara mengikuti dari belakang.


"Maafkan aku pak presedir,maafkan seketaris saya Clara,dia seketaris baru disini ...?"


Clara yang di belakangnya terkejut,dia tidak menyangka kalo tamu yang di suruh menunggu adalah presedir perusahaan dia bekerja.


"Maafkan saya pak,saya tidak tahu ..!"Sambil menunduk kan kepalanya.


William pun tersenyum dengan tingkah Devan dan Clara.


"Ayolah jangan seperti itu,apakah aku menakuti kalian selama ini ...!"

__ADS_1


"Oh ya kakak Devan,apa kau tidak mempersilakan aku masuk keruangan ku...?"


"Dan tolong jangan panggil aku presedir kakak,kau adalah saudaraku...?"


"Maaf,aku terkejut!"


"Kapan kau datang,Dan katanya kau sudah menikah,dimana istrimu..?"


"Nanti saja kak,aku akan ceritakan..!"


William,Devan,Bara juga Clara,akhirnya jalan menuju ruangan Devan.


Mereka berbincang sebentar dan di lanjutkan akan membahas masalah perusahaan yang sedang ada sedikit masalah.


๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž


Di sisi lain...


Dhinie terbangun dari tidurnya.


Dia merasa aneh dengan ruangannya,dia merasa tidak mengenal kamar yang di tempatnya.


Diapun beranjak mandi,dan perutnya terasa lapar.


Dhinie akhirnya selesai,Dia pun memakai sebuah Dress yang sangat cantik.


Dia menuruni tangga,dan menuju dapur.


Dia melihat sekeliling ruangan begitu sepi.


Dimana William dan Bara....?


"Maaf nyonya,apakah nyonya mau sarapan....?"


"Nanti saya akan siapkan nyonya...?"


"Saya Bu Siti,yang mengurus villa di sini"


"Ini nyonya dari tuan William,memberikan secarik kertas untuk dhinie...


"Iya Bu Siti,maaf saya kaget.Saya kira villa ini tidak ada orang selain saya dan William juga Bara...?"


"Panggil aku Dhinie saja bi Siti"Senyum dhinie mengembang sambil berjabat tangan dengan Bu Siti.


"Ya sudah nyonya,saya ke dalam dulu...?"


"Kalo ada apa-apa,panggil bibi saja.."Bu Siti pun langsung ke dapur menyiapkan sarapan dhinie dan langsung ke rumah belakang.


Dhinie membaca pesan dari William


๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ


To: my wife


Aku ingin kau makan siang denganku .


Tolong pakai gaun yang sudah aku siapkan untukmu di lemari paling kanan.


Pak Ujang akan mengantarmu ke sana.


Aku merindukanmu dan mencintaimu.


Jangan lupa sarapan dan minum obatmu!


From: my husband


โค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ


William


Dhinie tersenyum melihat memo dari William.


๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”


Setelah pertunangannya kemaren.Angga dan Anna,akan berjalan jalan keluar hotel siang ini.


Rencananya mereka akan menghabiskan kebersamaan mereka juga kedua orang tua mereka sebelum Hari pernikahan mereka yang akan di rencanakan 4 hari lagi.


Angga begitu bahagia,begitupun Anna.


Semua urusan pernikahan sudah di serahkan ke pada pihak EO.


Jadi mereka cuma menyiapkan mental saja menghadapi hari H.


Apalagi Angga,dia begitu deg-degan karena akan mengucapkan janji sucinya lagi.


Siang itupun dia akan mengajak keluarganya makan siang bersama sambil membahas pernikahannya.


๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ


Dhinie bersiap -siap ,jam sudah menunjukan jam makan siang .


Dia tidak ingin suaminya menunggu terlalu lama.


Makanya dia datang lebih awal.


Pak Ujang sudah siap di depan.


Dhinie pun keluar memasuki mobil,pak Ujang menutup kembali pintu mobil.


Dan beralih di kemudi sopir.


Mobil melaju menuju hotel tempat pertemuan mereka.


Setengah jam perjalanan, akhirnya dhinie memasuki hotel tersebut.


Dia begitu takjub,William suaminya mempunyai hotel semegah ini.


Pegawai hotel yang sudah mengetahui kedatangan istri pemilik hotel ini langsung mempersilakan masuk dan mengajaknya ke dalam.


Dhinie memasuki hotel itu,para pegawai yang sudah menunggu langsung berjajar rapi memberi hormat.

__ADS_1


manager hotel datang dan memberi hormat juga.


"Maaf nyonya,kami telat menyambut Anda,dan selamat datang di hotel lembayung"


"Tuan William sudah menghubungi saya,dan saya bertanggung jawab atas anda di hotel ini"


"Dan saya akan mengajak nyonya melihat lihat seluruh hotel ini"


"Tidak usah pak manager....?saya tidak ingin berkeliling,sebelum saya kerestoran, boleh kah saya menunggu suami saya di lobby.....?"


"Dan tolong perlakukan saya seperti tamu yang lain,saya juga tidak ingin mengganggu pekerjaan kalian..?"


"Tak perlu takut,nanti saya akan menghubungi suami saya....?"


"Baik nyonya ,kalo ada apa-apa tolong hubungi saya.....?"Manager dan para karyawan pun meninggalkan Dhinie sendiri di lobby.


Seseorang menghampiri dhinie dan memberikan segelas jus juga makanan ringan .Dhinie duduk santai sambil membaca majalah..


Di dalam hotel, Angga keluar dari kamarnya.


Dia ingin menemui manager untuk urusan pernikahannya di hotel tersebut.


Memasuki lift turun kebawah,dia menelepon seseorang.


"hallo pak manager.....dimana anda?"


"Saya ingin bertemu di restoran membicarakan catering untuk pernikahan saya 4 hari lagi"


"Baik tuan,saya ada di lobby,silakan ke restoran,saya ada tamu istimewa yang harus saya layani.Sebentar saya kesana.."


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


William sudah menyelesaikan tugasnya,dia begitu sangat merindukan istrinya.


Dengan cepat dia memasuki lift dan menuju lantai yang paling atas.


Hellicopter sudah menunggu William.


William dan Bara pun memasuki Hellicopter.


Dan kendaraan baja itupun terbang ke angkasa menuju puncak kearah hotel William.


Dhinie sudah memberi kabar ke William,kalo dia berada di lobby.


William memasuki hotel juga Bara.


Dia melihat istrinya duduk,diapun memanggil sayang ke istrinya.


Dhinie yang sedang membaca terkejut William sudah sampai ke hotel.


Dia pun langsung berlari kecil menuju William dan memeluk suaminya.


William membuka tangannya lebar,dan Dhinie langsung menubruk tubuh william,.


William langsung mendekap erat tubuh istrinya.


(author kok jadi iri ya....๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃpengen di peluk William juga)


Bara yang di belakangnya pun jadi canggung dan mengalihkan pandangannya.


Tapi tidak mata yang lain...


Ya...Angga yang turun dari lift dan melihat kejadian tersebut.


Dia begitu kaget dan tak percaya.


Bagaimana mungkin....Itu tidak mungkin terjadi.Tubuhnya lemas


Di depan matanya Angga melihat tubuh mantan istrinya,tanpa luka sedikitpun.


Apakah mantan istriku mempunyai kembaran????


Apakah dimasih hidup.


Angga bingung,tapi dia tetap diam.


Dia ingin mencari informasi tentang wanita yang di depannya,Wanita yang begitu mirip dengan mantannya..


Angga pun menghubungi anak buahnya,untuk mencari informasi wanita yang dia lihat di lobby.


Angga langsung menuju restoran,kakinya begitu lemas.


Dia tidak mengira,di hari dia akan menikah dengan Anna,Wanita yang sangat mirip dengan mantan istrinya telah hadir di hotel yang sama dengan tempat dia menginap.


William dan Dhinie pun beranjak ke restoran,di ikuti Bara.


Tempat duduk William dan dhinie sebenarnya tidak begitu jauh dari tempat Angga.


Cuma tempat mereka terpisahkan dengan kain yang transparan.


Jadi Angga bisa melihat wanita itu.


Angga terus menatap wanita itu,dia sungguh bahagia bersama suaminya pikir Angga.


Dia begitu mirip Dhinie,memang selama 2 tahun,Angga tidak mungkin melupakan dhinie apalagi wajahnya.


Angga ingin menghampiri meja tersebut.


Tapi batinnya tidak mengijinkan.


Dia harus sabar,karena anak buahnya sedang mencari info tentang wanita tersebut.


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Apakah Dhinie akan mengingat masa lalunya?


Apakah Angga akan menikahi Anna???


Apakah William akan meninggalkan Dhinie dan merelakan istrinya untuk Angga...?


Tolong vote,komen dan kritik saran ya .......

__ADS_1


__ADS_2