menikahi 2 pria

menikahi 2 pria
PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Siang ini William membereskan semua pekerjaanya di Jakarta,di bantu asistennya BaRa.


BaRA menggantikan William untuk menemui kliennya di Jakarta.


Sore nanti Meraka akan terbang ke negara K,karena William akan membuka cabang perusahaan baru di negaranya.


William mengamati istrinya yang sedang tertidur dengan pulasnya.


Sekali kali tangan William menyibakkan anak rambut Dhinie.


William tersenyum manis,pandangannya tak pernah keluar dari tidur istrinya.


Dia mencium punggung tangan Dhinie dengan bahagia.


William sangat senang akhirnya Dhinie sedang mengandung anaknya.


Di raba perut dhinie yang rata,dia tak percaya di dalam perut istrinya tumbuh sebuah janin hasil pergulatannya dengan Dhinie.


Tiba tiba Dhinie merasakan tangan nya sedang di raba William...


"Sayang...apa aku mengganggu tidur mu...?


William berkata dengan mesra


Dhinie yang sudah terbangun,tersenyum manja kepada William dan mengalungkan tangannya di leher suaminya.


Dan mencium bibir William dengan lembutnya.


William tidak menghindar dengan ciumannya,cuma dia heran dengan sikap istrinya sekarang.


"Apakah karena hormon kehamilannya....?"pikir william


Setelah lama berciuman,Dhinie melepaskan tangannya,dan beranjak ke kamar mandi.


William yang melihatnya begitu terkejut.


"Apakah cuma berciuman saja,tak lebih....!"


William langsung mengambil hp nya dan menghubungi Catherine sahabat dan dokter pribadi keluarga nya.


Dia ingin meminta penjelasan kepada Catherine soal keadaan istrinya saat ini.


Setelah menghubungi Catherine dia akhirnya tau sifat sifat istri yang sedang hamil atau ngidam.

__ADS_1


William masih berfikir dengan sikap Dhinie.


Sampai istrinya kembali dari kamar mandi,William tampak masih terduduk di pinggir ranjangnya.


Dhinie yang memperhatikan sikap suaminya sadar dan langsung menghampiri William.


Dengan lembut Dhinie menatap suami nya.


"kenapa...?"


"kau tak suka dengan ciumanku tadi...!"


Dhinie terus mendekatkan wajahnya ke William.


William tersenyum,dan memeluk istrinya dengan erat.


"Aww....aww...sakit sayang,kau menekan perutku,kasihan anakmu nanti...?"


Willian langsung melepaskan pelukannya..


"Maafkan papa sayang...papa begitu mencintaimu,jangan nakal ya di perut mamah ...?"


William pun langsung mengajak Dhinie ke bawah untuk sarapan.


Di sisi lain Angga dan Anna akan kembali ke Jakarta sore ini juga.


Dia tidak ingin berlama lama di hotel yang mempertemukan dirinya dan Dhinie mantan istrinya .


Dia menugaskan anak buahnya untuk mengawasi semua yang di kerjakan Dhinie juga William.


Angga tidak menyesal telah menikahi Anna,cuma sisi hati lainnya,dia juga masih menginginkan Dhinie.


SORE HARI, KEBERANGKATAN WILLIAM dan DHINIE


Bara sudah menyelesaikan pekerjaannya.


Dia langsung menuju kamar William ,untuk memberitahukan bahwa mobil sudah siap dibawah,untuk mengantarkan mereka berdua ke bandara.


William dan Dhinie keluar dari kamar hotel dan menuju lobi,dia memasuki lift .


Saat lift melewati lantai bawah,pintu tiba tiba terbuka.


Tampak Angga dan Anna juga memasuki lift tersebut.

__ADS_1


Didalam lift,Angga diam membisu tak menyapa.


Sedangkan Anna,dia tersenyum kepada Dhinie.


Dhinie pun tersenyum membalas senyuman Anna.


Di dalam lift semuannya tampak kikuk.


William yang tau akan situasi seperti ini langsung menggenggam tangan istrinya.


Bara pun terdiam dengan situasi tersebut.


Lift pun menuju ke lantai bawah,dan terbuka.


Angga dan Anna keluar lebih dahulu di susul pasangan William dan Dhinie.


Angga langsung memasuki mobil dan menyuruh sopirnya untuk segera berangkat.


Lain hal nya William dan Dhinie, William terus menggenggam erat tangan istrinya sampai ke dalam mobil.


Bara membuka pintu untuk William dan Dhinie,dia pun langsung memutar mobil dan duduk di samping sopir.


Sebenarnya William sengaja mengajak Dhinie menginap di hotel,agar William bisa memadu kasih dan melakukan babymoon lagi,tapi ga taunya William baru tau,kalo Angga belum meninggalkan dari hotel tersebut.


William merasa tidak enak sama istrinya.


Tapi mau gimana lagi,nasi sudah menjadi bubur.


Mungkin takdir ingin mempertemukan mereka lagi untuk terakhir kalinya.


mobil pun melaju ke arah bandara.


William dan Dhinie akan menaiki pesawat pribadinya.


Dia tidak ingin terjadi apa apa dengan anak yang di kandung istrinya.


walaupun William tau begitu beresiko membawa istrinya kembali ke negara K,karena bisa membahayakan janin nya,kalo kandungan Dhinie terlalu lemah.


mobil pun memasuki bandara,dan langsung menuju ke pesawat William.


Dhinie langsung naik di ikuti William, Bara juga pramugari yang akan melayani mereka di dalam pesawat.


Pesawat pun akhirnya lepas landas menuju negara K.

__ADS_1


__ADS_2