menikahi 2 pria

menikahi 2 pria
MELAHIRKAN


__ADS_3

Dhinie yang sudah tidak tahan dengan sakitnya,terus berteriak.


"Sakit dok.....!"


terus meremas seprai di kanan kirinya.


"Sabar nyonya,kita cek sebentar...?"


Dokter langsung mengecek keadaan pasiennya,sambil di bantu para perawat.


"Nyonya baru pembukaan 6,tolong tahan nyonya,tapi jangan mengejan dulu sebelum bayinya benar benar mengejan...?"perintah dokter...


Di kamar mandi


William sedang mandi di bawah shower,sehingga dia tidak mengetahui kalo istrinya sekarang sedang berjuang melahirkan anaknya di kamarnya.


Setelah mematikan shower,perlahan-lahan terdengar suara teriakan Dhinie.


Willian kaget bercampur penasaran.


Apa yang terjadi dengan istrinya.


Diapun langsung keluar dengan mengenakan handuk di pinggangnya.


Dia tidak mengetahui bahwa di kamarnya sudah ramai dengan kehadiran dokter juga para perawat yang membantu persalinan istrinya.


Dokter dan para perawat yang sedang membantu Dhinie,begitu shock dan kaget melihat tuannya yang keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya.


Semua menutup mulut dan tertunduk malu.


Begitupun William,,,,,


Dhinie yang menyaksikan kejadian tersebut,langsung menegur suaminya.


"Apa kau mau mati....!"


"Cepat masuk dan ganti bajumu....!"teriak Dhinie


Dhinie tidak memperdulikan sakit di perutnya,dia malah kesal dengan sikap William yang bukannya cepat dengan masuk ke ruang baju,tapi malah terus melihat kearah Dhinie,dengan terdiam mematung.


Barra yang mengetahui tuannya begitu shock,langsung membawa William dan mengantarnya ke ruangan.


"Tuan..anda tidak apa apa....!"


Bara menggoyang goyangkan tubuh William,tidak ada respon...


"WILLIAM....!" Teriak bara di kupingnya


William langsung terperanjat.


"Aku tidak tuli,,,,,!"


Langsung memilih kaos dan celana,William buru buru memakainya.


"Ada apa dengan istriku,kenapa dia begitu kesakitan,dan kau.....!"

__ADS_1


Sambil menunjuk BARRA...


"Mengapa kau tidak segera memberitahuku...!"William bergegas menemui Dhinie.


"Sayang... maafkan aku...!" William langsung menenangkan istrinya.


Dokter dan para perawat langsung terkesima dengan perlakuan William terhadap istrinya yang begitu mesra,membuat semua wanita yang berada di ruangan tersebut menjadi iri.


Siapa sangka,Seorang William yang begitu dingin di luaran, dan kejam,berbanding terbalik dengan sikapnya di rumah.


"Apa yang kalian lakukan,mengapa diam.....?"


"Apa kalian ingin aku pecat....!" Bentak William,sehingga membuat semuanya tersadar.


"Maaf tuan....!"


Dokter dan perawat pun langsung mengecek keadaan Dhinie lagi....


"Sakit sayang....!"Rintih Dhinie


Willian yang tak tega dengan keadaan istrinya,langsung memberi semangat dan usapan lembut di belakang pinggang istrinya.


"Gimana sayang...udah baikan?"sambil mengelap keringat yang mengucur di dahi istrinya.


"Bagaimana keadaannya....apa perlu kita ke rumah sakit...?"tanya William ke dokter.


"Tenang tuan,tinggal sedikit lagi....Kita menunggu pembukaan yang sempurna..!"


Dokter dan para perawat pun langsung bersiap-siap karena sebentar lagi bayinya akan keluar.


"Nyonya silakan mengejan,jika bayinya terus mendorong ingin keluar,tapi tolong jangan mengangkat pantat nyonya....!"


Pagi ini,siapa sangka Dhinie akan melahirkan ,tidak sesuai dengan perkiraan dokter.


Dhinie terus mengejan dengan sekuat tenaga.


Tangannya terus memegang tangan William.


William yang menerima cengkraman tangan istrinya,tak bisa mengelak lagi.


Dia kasihan melihat istrinya berjuang dengan maut untuk melahirkan buah cintanya.


Keringat mengucur di wajah Dhinie,setelah 15 menit terdengar suara tangisan bayi menggema di kamar William.


Akhirnya Dhinie melahirkan seorang bayi laki laki,dengan cekatan dokter langsung memberikan bayi yang masih menempel tali pusarnya ke Dhinie,agar bayi tersebut menemukan putting ibunya.


William yang terkesima dengan kelahiran putranya langsung menciumi kening istrinya berkali kali dan meneteskan air matanya.


"Terima kasih sayang,kau telah memberiku seorang pewaris....!"


Dhinie yang masih begitu lemah pun menangis....dia bahagia,karena dia sekarang telah menjadi seorang ibu.


William yang begitu senang langsung keluar mencari asistennya BARRA.


"Barra...tolong kau beri bonus kepada karyawan kita semua,sebagai ungkapan rasa syukurku,karena aku sudah mempunyai seorang pewaris.......!"

__ADS_1


William memeluk BARRA,dia menangis.


Dia tak menyangka akhirnya dia telah menjadi seorang ayah.


"Selamat tuan.....aku turut senang mendengarnya......?"ucap barra


Barra pun langsung mengurus bonus semua karyawan yang bekerja di perusaahan William.Dan pergi meninggalkan mansion william.


Para karyawan yang mendengar kalo pewaris tahta telah lahir,sangat begitu antusias.


Mereka begitu senang,karena William memberikan bonus.


Jarang jarang kan bosnya baik seperti itu.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Begitu memasuki kamar,William melihat istrinya sudah berganti pakaian dan sedang menyusui putra mereka.


"Gimana keadaan istriku...apakah dia baik baik saja...?"


"Istri anda baik baik saja tuan....?"


"Saya cuma mengajurkan agar nyonya makan dengan gizi yang cukup juga vitamin jangan lupa di minum setiap harinya...!"


"Putra anda juga begitu sehat...Tidak ada cacat apapun...!"


"Putra anda juga sangat mirip dengan ayahnya.....?''Dokterpun tersenyum


"Makasih dokter,karena telah mengurus istri juga putra saya dengan baik...!"


"Aku akan memberi bonus 5 x lipat buat dokter juga para perawat yang membantu persalinan istri saya...!"


"Terima kasih tuan...saya undur diri,kalo butuh sesuatu silakan hubungi saya,dan juga saya menempatkan seorang perawat untuk menjaga putra anda,selama istri anda belum bisa melakukan apa apa....!"


Dokter pun pergi meninggalkan William dan berpamitan dengan Dhinie.


William langsung berjalan menuju istrinya yang sedang menyusui putra nya.


"Sayang....!"Dhinie menitikan air mata


"Sayang ....jangan menangis,liat putra kita akan sedih jika melihat mamahnya menangis...!"


"Sini biarkan aku menggendongnya....?"


William langsung membawa putranya kepelukannya....


"Kita akan memberikan sebuah nama yang indah sayang.....?" sambil menggendong.


"Apakah kau sudah mempunyai sebuah nama untuk putra kita......?"tanya Dhinie


William mengangguk........


Kira kira William akan memberikan nama siapa ya kepada putranya......????


Tunggu kelanjutan nya ya.......😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2